Elyse Myers Cerita Operasi Histerektomi dan Rasa Lega

Lifestyle Anindya Kirana Putri 01 Juni 2026 15:41 WIB 4
Elyse Myers Cerita Operasi Histerektomi dan Rasa Lega

Elyse Myers kembali menjadi sorotan setelah membagikan pengalaman panjangnya menghadapi nyeri kronis dan gangguan kesehatan reproduksi yang sangat mengganggu hidupnya. Lewat potongan podcast yang ramai dibicarakan di media sosial, ibu dua anak itu menceritakan bagaimana pendarahan berkepanjangan membuatnya harus menjalani operasi histerektomi.

Pengakuan Myers memicu simpati luas dari warganet, terutama perempuan yang merasa memiliki pengalaman serupa saat mencari penanganan medis. Kisahnya juga menyoroti tantangan perempuan muda ketika ingin mendapatkan keputusan medis terkait kesehatan reproduksi yang sering kali tidak segera dipenuhi.

Kisah kesehatan Elyse Myers

Dalam podcast tersebut, Myers menjelaskan bahwa kondisinya sudah lama memburuk sebelum operasi dilakukan. Ia mengaku mengalami pendarahan hampir sepanjang tahun dan tubuhnya terus memberi sinyal bahwa ada masalah serius.

Myers bahkan menyebut dirinya pernah pingsan saat antre pemeriksaan TSA di bandara. Ia juga mengatakan berat badannya turun drastis karena mual berkepanjangan membuatnya sulit makan.

Menurut Myers, rasa sakit yang ia alami bukan sekadar ketidaknyamanan biasa, melainkan gangguan yang memengaruhi aktivitas harian. Kondisi itu membuatnya harus mencari jawaban medis yang lebih tegas dan menyeluruh.

Pengalaman tidak dipercaya dokter

Myers mengaku tidak menyangka akan mendapat saran histerektomi di usia yang masih tergolong muda. Namun, ia merasa lega karena akhirnya bertemu dokter yang mau mendengarkan keluhannya dengan serius.

Ia menyebut pengalaman itu terasa seperti validasi atas semua keluhan yang selama ini dianggap sepele. Sebelumnya, ia kerap datang ke dokter tetapi merasa tidak dipercaya sepenuhnya.

Keluhan tersebut, menurut Myers, menjadi gambaran umum yang dialami banyak perempuan. Ia menilai penolakan atau keraguan terhadap keluhan pasien perempuan masih sering terjadi dalam layanan kesehatan.

Persoalan akses medis perempuan

Dalam percakapan itu, Myers juga menyinggung sulitnya perempuan muda mendapatkan tindakan medis terkait reproduksi. Ia menilai usia sering dijadikan alasan untuk menolak prosedur, meski keputusan itu menyangkut tubuh pasien sendiri.

Myers mengatakan ada banyak dokter yang enggan melakukan tindakan tersebut jika pasien masih muda. Ia menilai kondisi itu membuat perempuan harus terus berjuang agar keluhannya dianggap layak ditangani.

Ia menegaskan bahwa keputusan medis seharusnya menghormati kebutuhan dan pilihan pasien. Bagi Myers, tubuh perempuan bukan ruang bagi penilaian sepihak yang mengabaikan rasa sakit dan kualitas hidup.

Pemulihan usai operasi

Myers mengatakan dirinya dan sang suami memang sudah sepakat tidak ingin menambah anak sebelum operasi dilakukan. Ia kini membesarkan dua putra yang masih kecil.

Beberapa minggu setelah menjalani operasi, Myers merasakan perubahan besar pada tubuhnya. Ia menyebut jerawatnya mulai hilang, kualitas tidurnya membaik, dan rambutnya tidak lagi rontok.

Perubahan itu membuatnya merasa keputusan menjalani operasi adalah langkah yang tepat. Kisah Myers kini menjadi pengingat bahwa gangguan kesehatan reproduksi membutuhkan perhatian serius dan penanganan yang tidak menunda.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!