Komika sekaligus presenter Dustin Tiffani mengungkapkan bahwa sang istri, Ditha Rizky Amalia, memiliki perhatian khusus terhadap aroma tubuhnya. Preferensi itu bahkan mengarah pada wangi parfum yang mirip habis mandi, yang menurut Dustin menjadi favorit Ditha. Demi menjaga kesegaran saat beraktivitas, Dustin mengaku selalu membawa parfum di dalam tas ke mana pun pergi. Kebiasaan tersebut ia lakukan agar tubuhnya tetap harum saat bertemu banyak orang.
Pengakuan itu disampaikan Dustin saat ditemui di Studio Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada hari sebelumnya. Ia menyebut membawa parfum di dalam tas membuat dirinya bisa memakai wewangian secara praktis. Menurutnya, aroma parfum yang digunakan cukup semerbak dan memberi kesan maskulin. Ia pun menanggapi hal itu dengan gaya bercanda saat menceritakan kebiasaannya.
Parfum dan aroma tubuh
Dustin mengaku baru belakangan ini mulai lebih peduli terhadap aroma tubuh. Ia menilai, penampilan rapi saja belum cukup jika tubuh tidak terjaga kesegarannya. Karena itu, parfum menjadi bagian penting dari rutinitas hariannya. Ia menyadari kesan pertama saat bertemu orang juga dipengaruhi oleh aroma tubuh.
Sang istri disebut kerap memberikan masukan soal wewangian yang dipakai. Salah satu aroma yang paling disukai adalah parfum dengan nuansa sabun habis mandi. Bagi Dustin, karakter wangi seperti itu terasa ringan dan nyaman digunakan. Ia menilai aroma tersebut cocok untuk aktivitas sehari-hari.
Menurut Dustin, harga parfum yang digunakannya masih tergolong terjangkau. Meski begitu, ia mengaku kualitas aroma tetap menjadi pertimbangan utama. Ia tidak menjelaskan merek yang dipakai, namun menegaskan bahwa kenyamanan menjadi alasan utama memilih parfum tersebut. Baginya, wangi yang pas lebih penting daripada sekadar harga.
Cara pakai parfum Dustin
Dustin memiliki cara tersendiri saat menggunakan parfum agar aromanya lebih tahan lama. Ia mengaku hanya menyemprotkan parfum beberapa kali di area tertentu. Langkah itu dilakukan agar pemakaian lebih hemat dan tidak berlebihan. Ia memilih cara yang dianggap paling efektif untuk aktivitas sehari-hari.
Area dada menjadi lokasi utama semprotan parfum yang dipilih Dustin. Ia menjelaskan, bagian itu lebih sering terkena perhatian saat berpapasan dengan orang lain. Menurutnya, aroma dari area tersebut bisa lebih mudah tercium. Karena itu, ia menilai teknik tersebut cukup tepat untuk menjaga kesegaran.
Dustin juga menghindari penyemprotan parfum di leher. Ia menyebut kulit di bagian itu kurang cocok karena bisa menimbulkan kemerahan atau iritasi. Pertimbangan kenyamanan membuatnya lebih berhati-hati dalam memilih titik semprot. Ia ingin tetap wangi tanpa menimbulkan efek samping pada kulit.
Koleksi parfum di rumah
Selain rutin memakai parfum, Dustin mengaku hanya membutuhkan satu botol untuk satu sampai dua bulan. Pemakaian itu dinilai cukup wajar karena ia tidak menyemprotkan parfum secara berlebihan. Kebiasaannya membawa parfum di tas juga membuatnya mudah menjaga aroma tubuh. Dengan cara tersebut, ia merasa tetap siap beraktivitas kapan saja.
Ditha disebut sangat antusias menambah koleksi parfum di rumah. Bahkan, sang istri kerap ingin membelikan parfum baru untuk Dustin. Kondisi itu membuat koleksi parfum di rumah terus bertambah dari waktu ke waktu. Menurut Dustin, kebiasaan tersebut menunjukkan perhatian besar sang istri terhadap penampilannya.
Jumlah parfum yang tersimpan di rumah disebut sudah mencapai sekitar 30 botol. Dustin menilai jumlah itu sudah terlalu banyak untuk disimpan sekaligus. Ia sempat meminta agar tidak terus membeli parfum karena stok di rumah sudah menumpuk. Meski begitu, ia tetap mengapresiasi perhatian istrinya yang selalu ingin membuatnya wangi dan nyaman saat beraktivitas.
