Dua Perempuan Nelayan Maluku dan Papua Raih Penghargaan

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 02 Juni 2026 10:22 WIB 2
Dua Perempuan Nelayan Maluku dan Papua Raih Penghargaan

Dua perempuan nelayan asal Maluku Tenggara dan Papua Barat mencuri perhatian nasional setelah dinilai berhasil mengubah peran perempuan pesisir dari sekadar pendukung rumah tangga menjadi penggerak ekonomi daerah. Keduanya adalah Sri Fany Mony dan Nova Theodora J.M Essuruw, yang mendapat penghargaan Perempuan Inspiratif 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Penghargaan tersebut diberikan karena keduanya dinilai mampu menghadirkan inovasi, memperkuat usaha berbasis hasil laut, serta mendorong pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Di tengah tantangan pesisir, kiprah mereka menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dapat memberi dampak langsung bagi ekonomi keluarga dan komunitas.

Perempuan nelayan pesisir

Sri Fany Mony semula adalah ibu rumah tangga tanpa usaha ekonomi, namun kini memimpin kelompok produktif di Ohoi Watkidat, Maluku Tenggara. Melalui Kelompok Pengolah dan Pemasar Dullah Tama, ia mengembangkan berbagai olahan ikan dan produk ecoprint yang bernilai jual.

Transformasi tersebut membuat kelompok yang ia pimpin mencatat pendapatan Rp 44,1 juta pada 2025. Angka itu tumbuh sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sebuah capaian yang menunjukkan konsistensi dalam membangun usaha.

Selain menggerakkan ekonomi lokal, kelompok Dullah Tama juga aktif membagikan praktik baik di tingkat nasional hingga internasional. Peran Fany memperlihatkan bahwa perempuan pesisir dapat menjadi pelaku usaha sekaligus penggerak pemberdayaan komunitas.

Inovasi usaha hasil laut

Di Teluk Arguni, Kaimana, Nova Theodora J.M Essuruw menghadirkan pendekatan berbeda lewat Kelompok Seraphim Bofuwer. Sebagai pendeta Protestan dan Ketua Wilayah, ia mendorong pemanfaatan ikan kakap cina yang sebelumnya kurang dimanfaatkan secara optimal.

Melalui pengolahan yang lebih kreatif, daging ikan itu diubah menjadi abon ikan, sambal, kecap ikan, dan sejumlah produk pangan bergizi. Langkah ini memberi nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi pemborosan sumber daya perikanan.

Inovasi tersebut juga membantu memperkuat ketahanan pangan keluarga di wilayah pesisir. Pada saat yang sama, peluang pendapatan baru bagi perempuan setempat ikut terbuka lebih luas.

Dorongan ekonomi daerah

Jaringan pemasaran Seraphim Bofuwer berkembang hingga menjangkau Fakfak, Sorong, Timika, dan Jayapura. Kelompok itu juga meraih Juara 3 Festival Senja Indah Kaimana 2024, serta memperoleh pendampingan BPOM sebagai orang tua asuh UMKM.

Capaian ini menunjukkan bahwa produk olahan berbasis sumber daya lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan pengemasan dan penguatan merek, hasil kerja kelompok perempuan pesisir menjadi semakin bernilai secara ekonomi.

Dalam pandangan Kementerian Kelautan dan Perikanan, perempuan nelayan berperan penting dalam mendorong ekonomi keluarga dan mengurangi limbah hasil laut. Mereka tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga menjadi bagian dari rantai nilai yang menopang ekonomi daerah.

Program berkelanjutan perikanan

Kedua penerima penghargaan merupakan Champion CFI Indonesia, bagian dari Project GEF-6 CFI Indonesia yang bekerja sama dengan KKP dan WWF-US sebagai Global Environment Facility Agency. Program ini berfokus pada penguatan tata kelola perikanan berkelanjutan di WPP 715, 717, dan 718 di Indonesia Timur.

Project Manager CFI Indonesia, Adipati Rahmat Gumelar, menegaskan bahwa para Champion disiapkan sebagai agen perubahan yang mampu melanjutkan dampak program setelah proyek berakhir. Mereka dibekali keterampilan teknis, pengolahan hasil perikanan bernilai tambah, dan praktik ramah lingkungan.

Sejak dimulai pada Desember 2019, program ini telah menjangkau lebih dari 5.500 nelayan, dengan sekitar 32 persen di antaranya perempuan. Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut pendekatan ini sebagai bagian dari penguatan ekonomi biru yang berkelanjutan dan inklusif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!