Dua Perempuan Nelayan Ini Ubah Ekonomi Pesisir

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 22 Mei 2026 09:05 WIB 7
Dua Perempuan Nelayan Ini Ubah Ekonomi Pesisir

Dua perempuan nelayan asal Maluku Tenggara dan Papua Barat menjadi sorotan setelah berhasil mengubah peran perempuan pesisir dari sekadar pendamping menjadi penggerak ekonomi daerah. Sri Fany Mony dan Nova Theodora J.M. Essuruw dinilai mampu membangun usaha, memperkuat komunitas, dan mendorong pemanfaatan sumber daya perikanan secara lebih bernilai.

Keduanya meraih penghargaan Perempuan Inspiratif 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam gelaran bertema Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045. Penghargaan itu diberikan karena kontribusi mereka dalam kepemimpinan, dampak sosial-ekonomi, serta praktik perikanan berkelanjutan di wilayah pesisir timur Indonesia.

Perempuan nelayan dan ekonomi pesisir

Sri Fany Mony memulai kiprahnya dari seorang ibu rumah tangga tanpa usaha ekonomi. Kini, ia memimpin Kelompok Pengolah dan Pemasar atau Poklahsar Dullah Tama di Ohoi Watkidat, Maluku Tenggara.

Kelompok yang dipimpinnya mengolah ikan menjadi beragam produk bernilai tambah. Mereka juga mengembangkan produk ecoprint yang memperluas sumber pendapatan perempuan pesisir.

Pada 2025, Dullah Tama mencatat pendapatan Rp 44,1 juta. Angka ini naik sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kelompok perempuan tersebut juga aktif membagikan praktik baik di tingkat nasional hingga internasional. Aktivitas itu menunjukkan bahwa usaha kecil di pesisir dapat tumbuh menjadi model pemberdayaan yang lebih luas.

Inovasi olahan ikan bernilai tambah

Nama Nova Theodora J.M. Essuruw juga mencuri perhatian melalui kerja pemberdayaan di Teluk Arguni, Kaimana. Ia merupakan pendeta Protestan sekaligus Ketua Wilayah yang aktif mendorong pengelolaan hasil laut secara lebih produktif.

Melalui Kelompok Seraphim Bofuwer, Nova menginisiasi pemanfaatan ikan kakap cina. Komoditas yang sebelumnya kerap disia-siakan itu kemudian diolah menjadi produk pangan yang lebih bernilai.

Produk yang dihasilkan antara lain abon ikan, sambal, dan kecap ikan. Olahan tersebut memberi nilai tambah ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi perempuan setempat.

Inovasi ini juga membantu mengurangi pemborosan sumber daya perikanan. Di sisi lain, keluarga nelayan memperoleh pilihan pangan bergizi yang lebih beragam dan terjangkau.

Pasar produk hingga Papua

Perkembangan usaha Seraphim Bofuwer ditopang oleh jejaring pemasaran yang dibangun secara konsisten. Produk mereka kini menjangkau Fakfak, Sorong, Timika, dan Jayapura.

Kelompok ini juga meraih Juara 3 Festival Senja Indah Kaimana 2024. Selain itu, mereka mendapatkan pendampingan BPOM sebagai orang tua asuh UMKM.

Keberhasilan pemasaran tersebut menunjukkan bahwa produk pesisir memiliki daya saing di pasar yang lebih luas. Dukungan kelembagaan menjadi faktor penting agar usaha kecil dapat terus berkembang.

Dengan akses pasar yang lebih baik, perempuan pesisir tidak hanya menjual hasil olahan, tetapi juga membangun merek dan reputasi usaha. Kondisi ini memperkuat posisi mereka dalam rantai ekonomi lokal.

Program berkelanjutan dan dampak nasional

Kedua perempuan itu merupakan Champion CFI Indonesia dalam Project GEF-6 CFI Indonesia. Program ini merupakan hibah kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dan WWF-US sebagai Global Environment Facility Agency.

Proyek tersebut berfokus pada penguatan tata kelola perikanan berkelanjutan di WPP 715, 717, dan 718. Wilayah itu mencakup sejumlah kawasan perairan di Indonesia Timur.

Sejak dimulai pada Desember 2019 hingga 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 5.500 nelayan. Sekitar 32 persen di antaranya merupakan perempuan nelayan.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif menegaskan penghargaan ini menegaskan peran strategis perempuan dalam pembangunan nasional. Ia juga menyebut pemberdayaan perempuan nelayan memberi kontribusi pada ekonomi keluarga, pengurangan limbah, dan penguatan ketahanan sosial-ekologis pesisir.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!