Dolar AS Menguat ke Rp17.858, Purbaya Sebut Tak Masuk Akal

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 31 Mei 2026 16:43 WIB 2
Dolar AS Menguat ke Rp17.858, Purbaya Sebut Tak Masuk Akal

Nilai tukar dolar AS terpantau menguat terhadap rupiah pada Kamis (28/5/2026) pagi, ketika mata uang Paman Sam bergerak ke level Rp17.858 sekitar pukul 09.10 WIB. Mengacu data Bloomberg, dolar AS naik 57 poin atau 0,32 persen. Pergerakan ini terjadi di tengah komentar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai pelemahan rupiah tidak sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Selain terhadap rupiah, dolar AS juga bergerak bervariasi terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Mata uang tersebut menguat terhadap won Korea, yen Jepang, dolar Kanada, dan franc Swiss, namun melemah tipis terhadap dolar Hong Kong. Kondisi ini menunjukkan penguatan dolar AS masih berlangsung di pasar global meski tidak merata.

Dolar AS dan Rupiah

Penguatan dolar AS ke level Rp17.858 menandai tekanan lanjutan pada rupiah. Kenaikan sebesar 57 poin atau 0,32 persen mencerminkan sentimen pasar yang masih berpihak pada dolar AS. Pergerakan ini menjadi perhatian karena terjadi saat pasar domestik tengah mencermati arah kebijakan fiskal dan moneter.

Dalam perdagangan valas, rupiah kerap terdampak oleh arus modal, ekspektasi suku bunga, dan sentimen global. Ketika dolar AS menguat, mata uang negara berkembang umumnya menghadapi tekanan lebih besar. Situasi tersebut membuat pelaku pasar berhati-hati dalam mengambil posisi jangka pendek.

Data Bloomberg menunjukkan penguatan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap rupiah, tetapi juga terhadap beberapa mata uang lain. Dolar AS naik 0,51 persen terhadap won Korea dan 0,05 persen terhadap yen Jepang. Terhadap dolar Kanada, penguatan tercatat 0,09 persen, sedangkan terhadap franc Swiss sebesar 0,20 persen.

Meski demikian, dolar AS melemah 0,03 persen terhadap dolar Hong Kong. Pergerakan yang beragam itu menggambarkan pasar masih menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan ekonomi Amerika Serikat. Bagi rupiah, kondisi ini tetap menjadi sinyal kewaspadaan karena dominasi dolar AS belum mereda.

Komentar Purbaya soal Rupiah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah hingga menembus area Rp17.800 tidak masuk akal. Ia menyampaikan pandangan itu saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, pada Rabu kemarin. Menurutnya, pelemahan itu terjadi ketika fundamental ekonomi Indonesia justru dinilai baik.

Purbaya mengaku heran sekaligus stres melihat pergerakan rupiah yang melemah cukup dalam. Ia menegaskan kondisi ekonomi saat ini seharusnya tidak memicu tekanan sebesar itu terhadap nilai tukar. Dalam pandangannya, pelemahan biasanya terjadi ketika ada gangguan pada fundamental ekonomi.

Ia juga menilai pasar semestinya membaca data ekonomi secara lebih proporsional. Dengan fundamental yang dinilai kuat, rupiah menurutnya tidak seharusnya tertekan sedalam ini. Pandangan tersebut mencerminkan optimisme pemerintah terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Meski mengkritisi pelemahan rupiah, Purbaya tetap menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan pasar. Ia menekankan bahwa stabilitas nilai tukar tidak hanya bergantung pada sentimen, tetapi juga pada kondisi ekonomi riil. Karena itu, respons kebijakan menjadi elemen penting dalam meredam volatilitas.

Obligasi dan Arus Modal

Purbaya menyebut imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Indonesia justru mengalami penurunan. Menurut dia, hal itu menandakan pasar surat utang masih berada dalam kondisi terkendali. Situasi ini menjadi salah satu alasan pemerintah yakin stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Penurunan yield tersebut tidak terlepas dari intervensi pemerintah di pasar Surat Berharga Negara atau treasury operation. Langkah itu dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar. Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap gejolak kurs dapat diredam lebih cepat.

Purbaya menjelaskan bahwa pasar obligasi yang stabil berpotensi menarik aliran modal asing masuk. Arus modal yang positif dapat membantu memperkuat kepercayaan investor terhadap aset domestik. Dalam kondisi seperti ini, rupiah memiliki peluang lebih besar untuk bergerak stabil.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan kembali melakukan aksi bila diperlukan untuk menjaga nilai tukar rupiah. Langkah lanjutan itu ditujukan agar pasar tetap tenang dan tidak mengalami tekanan berlebihan. Dengan demikian, stabilitas fiskal dan moneter diharapkan dapat terus berjalan beriringan.

Prospek Rupiah ke Depan

Ke depan, arah rupiah masih akan dipengaruhi kombinasi sentimen global dan kebijakan domestik. Penguatan dolar AS di pasar internasional dapat menjadi tantangan bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah. Namun, fundamental ekonomi yang dinilai baik memberi ruang bagi pemulihan.

Intervensi pemerintah di pasar SBN menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu meredam volatilitas. Jika pasar obligasi tetap stabil, kepercayaan investor berpotensi membaik. Dalam kondisi tersebut, rupiah bisa memperoleh dukungan tambahan dari masuknya dana asing.

Pelaku pasar kini cenderung menanti langkah lanjutan pemerintah dan otoritas terkait. Arah kebijakan fiskal, stabilitas inflasi, serta ekspektasi suku bunga global akan tetap menjadi penentu. Kombinasi faktor itu akan membentuk pergerakan rupiah dalam beberapa waktu mendatang.

Meski tekanan masih terasa, pemerintah menegaskan stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas. Pernyataan Purbaya menunjukkan ada keyakinan bahwa pelemahan rupiah tidak mencerminkan seluruh kondisi ekonomi. Dengan dukungan kebijakan yang terukur, rupiah diharapkan kembali bergerak lebih seimbang.

Tag Terkait
#rupiah#dolar AS#kurs

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!