Dokter Tegaskan Air Dingin Tak Membekukan Lemak

Lifestyle Nadia Safira Putri 30 Mei 2026 18:12 WIB 3
Dokter Tegaskan Air Dingin Tak Membekukan Lemak

Mitos bahwa air dingin bisa membekukan lemak di dalam tubuh kembali ramai dibahas, terutama saat perayaan Idul Adha. Di momen ketika konsumsi sate, gulai, dan makanan berlemak meningkat, es teh manis kerap menjadi pilihan pendamping yang dianggap berisiko.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menegaskan anggapan itu tidak benar. Menurutnya, makanan dan minuman yang masuk ke tubuh akan menyesuaikan suhu tubuh, sehingga tidak mungkin membuat lemak membeku di saluran pencernaan.

Air Dingin dan Lemak

Menurut dr Aru, anggapan bahwa air dingin dapat membekukan lemak di dalam tubuh hanyalah mitos. Ia menegaskan bahwa suhu minuman tidak akan tetap dingin ketika sudah masuk ke dalam tubuh.

Air dingin maupun air hangat akan mengikuti suhu tubuh setelah dikonsumsi. Karena itu, kondisi tersebut tidak akan membuat lemak mengeras di saluran pencernaan.

Ia menjelaskan bahwa proses penyesuaian suhu terjadi secara alami di tubuh manusia. Dengan demikian, minuman dingin tidak memiliki efek seperti yang sering dikhawatirkan masyarakat.

Pernyataan Dokter Aru

Dalam keterangannya, dr Aru menyebut mustahil air dingin tetap berada dalam keadaan dingin saat masuk ke tenggorokan hingga usus. Ia menyampaikan hal itu ketika ditemui oleh detikcom pada Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menekankan bahwa suhu minuman akan berubah menjadi suhu tubuh. Oleh sebab itu, anggapan bahwa lemak akan membeku setelah minum air dingin tidak memiliki dasar medis.

“Tidak, pasti akan dirubah menjadi suhu tubuh,” ujarnya. Ia menambahkan, minuman panas maupun dingin tidak akan membuat makanan atau lemak menjadi beku setelah dikonsumsi.

Fakta Pencernaan Tubuh

Secara fisiologis, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk menjaga kestabilan suhu internal. Proses ini membuat makanan dan minuman yang masuk segera menyesuaikan kondisi tubuh.

Karena itu, air dingin tidak akan bertahan cukup lama untuk membekukan lemak di dalam pencernaan. Lemak yang dikonsumsi tetap diproses melalui mekanisme pencernaan normal.

Penjelasan ini sekaligus menepis kekhawatiran yang kerap muncul setelah menyantap makanan berlemak. Yang perlu diperhatikan justru adalah pola makan seimbang dan porsi konsumsi yang wajar.

Mitos Saat Idul Adha

Mitos air dingin dan lemak biasanya kembali muncul saat Idul Adha, ketika konsumsi daging meningkat. Pada saat yang sama, minuman dingin seperti es teh manis juga makin populer di meja makan.

Kondisi itu membuat sebagian orang percaya ada hubungan antara minuman dingin dan penumpukan lemak di tubuh. Padahal, penjelasan medis menunjukkan hal tersebut tidak benar.

Informasi yang tepat penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh mitos kesehatan. Dengan memahami fakta, masyarakat dapat menikmati makanan perayaan tanpa kekhawatiran yang tidak berdasar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!