Dokter Ingatkan Cara Aman Makan Daging Kurban Saat Idul Adha

Lifestyle Clara Monica 01 Juni 2026 05:47 WIB 2
Dokter Ingatkan Cara Aman Makan Daging Kurban Saat Idul Adha

Momen Idul Adha identik dengan melimpahnya daging kurban, mulai dari sapi hingga kambing, yang kemudian diolah menjadi beragam hidangan favorit keluarga. Namun, di tengah semangat menikmati sate, gulai, tongseng, hingga rendang, masyarakat diingatkan agar tidak makan secara berlebihan dan tetap memperhatikan kondisi tubuh.

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariyatno, SpPD-KGEH, menegaskan bahwa kebiasaan “balas dendam” saat makan daging kurban sebaiknya dihindari. Ia menyarankan masyarakat untuk mengatur porsi, memilih olahan yang lebih aman, dan menyesuaikan konsumsi dengan daya tahan pencernaan masing-masing.

Daging Kurban dan Porsi Aman

Menurut dr Aru, antusiasme menikmati daging kurban memang wajar karena momen ini tidak hadir setiap hari. Meski begitu, ia menilai kebiasaan menyantap berbagai olahan daging dari pagi hingga malam bukan langkah yang bijak. Konsumsi berlebihan dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman, terutama pada sistem pencernaan.

Ia mencontohkan, masyarakat sebaiknya tidak langsung menghabiskan semua menu daging dalam satu hari. Pilihan yang lebih aman adalah makan secukupnya, lalu menyesuaikan sisa konsumsi dengan kondisi badan. Dengan cara itu, tubuh tetap bisa menikmati hidangan tanpa terbebani.

Dr Aru juga mengingatkan bahwa jatah daging kurban yang dibagikan panitia umumnya sudah diatur agar tidak berlebihan. Untuk mereka yang berkurban, jumlah daging yang boleh diambil pun terbatas. Pembagian ini dimaksudkan agar manfaat kurban dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

Ia menilai aturan pembagian tersebut sebaiknya dihormati sebagai bagian dari semangat berbagi. Selain itu, porsi yang terkendali juga membantu penerima daging mengolah makanan secara lebih seimbang. Dengan begitu, momen Idul Adha tetap bisa dirayakan tanpa mengorbankan kesehatan.

Pilih Olahan Daging Kurban

Saat diminta memilih menu olahan daging kurban, dr Aru mengaku lebih menyukai sate. Menurutnya, sate relatif lebih mudah dikendalikan dari sisi porsi dibandingkan hidangan lain yang cenderung berat. Karena itu, sate menjadi pilihan yang lebih praktis bagi banyak orang.

Ia menjelaskan bahwa makanan dengan bumbu terlalu kental, seperti opor, sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Olahan semacam itu umumnya mengandung santan yang dapat membuat tubuh terasa lebih penuh dan tidak nyaman. Dalam jangka pendek, kondisi ini bisa memicu keluhan pada lambung atau pencernaan.

Jika ingin alternatif yang lebih aman, dr Aru menyarankan olahan berkuah bening. Sup bening dinilai lebih ringan karena tidak terlalu banyak lemak dan santan. Pilihan ini juga lebih mudah diterima oleh sistem pencernaan setelah menyantap daging dalam jumlah tertentu.

Menurutnya, pengolahan yang tepat akan membantu masyarakat tetap menikmati daging kurban tanpa mengganggu kesehatan. Kuncinya adalah memilih menu yang tidak terlalu berat dan tetap memperhatikan komposisi bahan. Dengan begitu, hidangan Idul Adha bisa tetap lezat sekaligus lebih ramah bagi tubuh.

Jaga Pencernaan Saat Berkurban

Selain memilih menu yang tepat, dr Aru menekankan pentingnya mengenali batas kemampuan tubuh. Tidak semua orang memiliki daya tahan pencernaan yang sama, sehingga porsi makan perlu disesuaikan. Langkah ini penting agar perut tidak bekerja terlalu berat setelah menyantap daging kurban.

Ia mengingatkan bahwa makan secara bertahap jauh lebih baik dibandingkan menyantap banyak hidangan sekaligus. Kebiasaan tersebut membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih optimal. Selain itu, risiko rasa begah dan tidak nyaman juga bisa dikurangi.

Pola makan yang lebih terukur juga memberi ruang bagi tubuh untuk beristirahat. Saat asupan protein dan lemak dikendalikan, sistem pencernaan tidak dipaksa bekerja secara berlebihan. Hal ini penting terutama bagi orang yang memiliki riwayat gangguan lambung atau keluhan pencernaan lain.

Dengan menjaga ritme makan, masyarakat tetap bisa menikmati suasana Idul Adha secara sehat. Tradisi berbagi dan menikmati daging kurban tidak harus diiringi dengan konsumsi yang berlebihan. Justru, kesadaran mengatur porsi menjadi bagian dari perayaan yang lebih bijak.

Rayakan Idul Adha Sehat

Momen Idul Adha tetap dapat dirayakan dengan penuh kebersamaan tanpa mengabaikan kesehatan. Masyarakat disarankan menikmati daging kurban secukupnya, lalu menyeimbangkannya dengan asupan lain yang lebih ringan. Cara ini membantu tubuh tetap nyaman sepanjang hari.

Dr Aru menilai, keseimbangan menjadi kunci utama saat menghadapi beragam menu olahan daging. Sate, sup bening, atau hidangan lain yang tidak terlalu berat dapat menjadi pilihan lebih baik. Sementara itu, makanan bersantan sebaiknya dikonsumsi secara terbatas.

Kesadaran untuk tidak berlebihan juga sejalan dengan semangat Idul Adha yang menekankan kepedulian dan pengendalian diri. Dengan memperhatikan porsi dan jenis olahan, masyarakat dapat tetap menikmati hidangan tanpa menimbulkan masalah kesehatan. Langkah sederhana ini memberi manfaat jangka pendek maupun jangka panjang.

Pada akhirnya, menikmati daging kurban bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal cara mengonsumsinya. Jika porsi dijaga dan pilihan menu diperhatikan, Idul Adha dapat berlangsung lebih sehat dan nyaman. Pesan utama dr Aru pun sederhana, nikmati secukupnya, lalu sesuaikan dengan kondisi tubuh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!