Sebuah tas dari koleksi Dior Cruise 2027 memantik kembali ingatan pada salah satu motif paling kontroversial dalam sejarah rumah mode tersebut, yakni corak koran. Koleksi perdana Jonathan Anderson itu diperkenalkan di Los Angeles County Museum of Art, Los Angeles, Amerika Serikat, dengan nuansa sinematik yang kuat dan pesan bisnis yang terasa jelas.
Area baru David Geffen Galleries diubah menjadi set film dengan mobil klasik dan pencahayaan dramatis, seolah menegaskan kedekatan Dior dengan Hollywood. Pemilihan Amerika Serikat juga dibaca sebagai langkah strategis Dior untuk memperkuat pasar di tengah tantangan kebijakan pajak impor Presiden Donald Trump.
Dior Cruise di Los Angeles
Jonathan Anderson mempersembahkan koleksi Cruise perdananya untuk Dior di Los Angeles County Museum of Art, baru-baru ini. Lokasi itu dipilih untuk menghadirkan suasana Hollywood yang erat dengan dunia hiburan dan citra kemewahan.
Ruang pamer baru David Geffen Galleries disulap menjadi panggung bergaya film, lengkap dengan mobil klasik dan tata cahaya yang dramatis. Konsep tersebut mempertegas pendekatan Anderson yang ingin menghubungkan rumah mode dengan industri perfilman.
Kepada Vogue, Anderson mengatakan bahwa ia ingin membangun sesuatu yang lebih besar dari sekadar peragaan busana. Ia menekankan bahwa kerja sama rumah mode dan industri film dapat melahirkan model bisnis baru.
Strategi bisnis Dior
Keputusan menggelar Cruise di Amerika Serikat dinilai tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga strategi pasar. Dior tengah menghadapi tekanan akibat kebijakan pajak impor yang memengaruhi lanskap bisnis mode global.
Melalui panggung di Los Angeles, Dior tampak berupaya memperkuat kedekatan dengan konsumen Amerika. Langkah ini juga memberi sinyal bahwa pasar AS tetap menjadi salah satu prioritas penting bagi rumah mode asal Prancis tersebut.
Pemilihan Hollywood sebagai latar peragaan memberi keuntungan citra bagi Dior. Di saat yang sama, brand itu menempatkan koleksi Cruise sebagai bagian dari narasi yang lebih luas tentang budaya populer dan daya tarik komersial.
Motif koran kembali
Jonathan Anderson menghidupkan lagi salah satu kode visual Dior yang pernah memicu perbincangan luas, yakni newspaper print atau motif koran. Corak itu menjadi pengingat terhadap sejarah panjang rumah mode yang kerap bermain di batas antara seni, satire, dan kontroversi.
Motif tersebut pertama kali diangkat oleh John Galliano melalui koleksi busana siap pakai Dior Fall/Winter 2000 bertajuk Fly Girl. Saat itu, Galliano telah empat tahun menjabat sebagai direktur kreatif Dior dan dikenal dengan pendekatan teatrikal dalam setiap koleksinya.
Pilihan motif koran tersebut kembali menegaskan bagaimana arsip Dior terus menjadi sumber inspirasi. Dalam konteks Cruise 2027, elemen itu tidak hanya hadir sebagai nostalgia, tetapi juga sebagai pernyataan kreatif yang relevan dengan masa kini.
Jejak Galliano yang kontroversial
Pada Januari 2000, Galliano mempersembahkan koleksi Dior Haute Couture Spring/Summer di Istana Versailles dengan pendekatan yang tak kalah dramatis. Koleksi itu menampilkan busana yang terinspirasi dari gaya hidup gelandangan, lengkap dengan aksesori seperti botol wiski mini dan peralatan dapur bekas.
Galliano menamai koleksi tersebut Hobo setelah melihat tunawisma di sekitar Paris ketika ia berlari pagi. Inspirasi lain datang dari pesta Tramp Ball yang populer pada 1920-an dan 1930-an, ketika kalangan borjuis berdandan menyerupai tunawisma.
Salah satu busana dalam koleksi itu tampil dengan motif halaman mode dari International Herald Tribune. Pilihan tersebut kemudian menjadi bagian dari warisan visual Dior yang kembali dibaca ulang dalam Dior Cruise 2027.
