Dior Cruise 2027 Angkat Kembali Motif Koran Kontroversial

Lifestyle Anindya Kirana Putri 22 Mei 2026 20:29 WIB 6
Dior Cruise 2027 Angkat Kembali Motif Koran Kontroversial

Dior membuka babak baru lewat koleksi Cruise 2027 yang diperagakan di Los Angeles County Museum of Art, Los Angeles, Amerika Serikat. Jonathan Anderson menjadikan panggung itu sebagai pertemuan antara dunia mode dan film, sekaligus menegaskan arah baru strategi bisnis rumah mode asal Prancis tersebut.

Peragaan itu berlangsung di area baru David Geffen Galleries yang disulap menjadi set film dengan mobil klasik dan pencahayaan dramatis. Di tengah suasana Hollywood yang sarat simbol dan cerita, Anderson juga menghidupkan kembali motif koran yang pernah memicu kontroversi dalam sejarah Dior.

Dior Cruise di Los Angeles

Jonathan Anderson mempersembahkan koleksi Cruise perdananya di Los Angeles sebagai langkah yang sarat makna. Pemilihan Amerika Serikat, khususnya Los Angeles, dipandang sebagai bagian dari upaya Dior mendekati pasar yang tengah menghadapi tekanan.

Area pameran di LACMA diubah menjadi panggung sinematik yang memadukan mobil klasik dan tata cahaya yang intens. Atmosfer tersebut memperkuat kesan bahwa koleksi ini tidak hanya berbicara tentang busana, tetapi juga tentang narasi visual yang utuh.

Anderson menyebut pendekatan itu sebagai cara membangun sesuatu yang lebih besar, dengan hubungan yang erat antara rumah mode dan industri film. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Dior ingin menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar pertunjukan pakaian.

Strategi pasar Dior

Keputusan Dior tampil di Amerika Serikat dinilai sejalan dengan strategi bisnis untuk memperluas daya tarik di pasar utama. Langkah ini juga dibaca sebagai respons terhadap dinamika dagang yang dipengaruhi kebijakan pajak impor di era Presiden Trump.

Dalam konteks tersebut, Cruise menjadi koleksi yang memiliki fungsi komersial sekaligus citra merek. Dior tampak ingin menunjukkan bahwa kekuatan merek mewah kini juga bergantung pada kemampuan membaca pasar dan membangun pengalaman.

Los Angeles dipilih bukan semata karena popularitasnya, melainkan karena hubungannya yang kuat dengan industri hiburan global. Di kota itu, fesyen dan film memiliki ruang bertemu yang sangat luas untuk menciptakan perhatian publik.

Motif koran yang kontroversial

Salah satu sorotan utama dari koleksi ini adalah kembalinya newspaper print atau corak koran. Motif tersebut mengingatkan publik pada sejarah panjang Dior yang pernah diwarnai eksperimen visual berani.

Corak itu sebelumnya dikenal lewat karya desainer Inggris John Galliano dalam koleksi busana siap pakai Dior Fall/Winter 2000 bertajuk Fly Girl. Pada masa itu, Galliano sudah empat tahun menjabat sebagai direktur kreatif Dior dan dikenal lewat pendekatan teatrikal.

Gaya naratif Galliano membuat busana Dior tampil sebagai pertunjukan yang penuh karakter. Kehadiran motif koran dalam koleksi terbaru menghidupkan kembali ingatan terhadap masa ketika Dior kerap memadukan mode dengan cerita yang provokatif.

Jejak Galliano di Dior

Pada Januari 2000, Galliano mempersembahkan koleksi haute couture Dior di Istana Versailles. Busana yang ditampilkan kala itu terinspirasi dari gaya hidup gelandangan, lengkap dengan aksesori seperti botol wiski mini dan peralatan dapur bekas.

Galliano menamai koleksi tersebut Hobo setelah melihat tunawisma yang berkeliaran di sekitar Paris saat berlari pagi. Inspirasi lain datang dari pesta Tramp Ball pada era 1920-an dan 1930-an, ketika kaum borjuis berdandan menyerupai tunawisma.

Salah satu busana dalam koleksi itu menampilkan motif dari halaman mode surat kabar International Herald Tribune. Referensi tersebut menunjukkan bagaimana Galliano sejak lama menjadikan media cetak sebagai bagian dari bahasa desain Dior.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!