Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis Belum Bisa Dilelang

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 24 Mei 2026 17:54 WIB 7
Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis Belum Bisa Dilelang

Deretan mobil mewah sitaan dalam perkara korupsi tata niaga komoditas timah PT Timah Tbk milik terpidana Harvey Moeis dipamerkan di Gedung Kantor Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kebagusan, Jakarta Selatan, pada Kamis (21/5/2026). Meski sudah bisa dilihat publik, kendaraan tersebut belum dapat dilelang karena masih menunggu proses penilaian harga. Salah satu alasan utama adalah keberadaan dua unit Ferrari yang dinilai memiliki karakteristik langka.

Enam mobil mewah milik Harvey tampak disusun di area pamer, terdiri atas dua Ferrari merah, Porsche merah dan abu-abu, Mercedes-Benz abu-abu, serta Mini Cooper merah. Di sisi lain, sebuah Rolls-Royce hitam dengan kap abu-abu juga turut dipajang sebagai bagian dari aset sitaan. Pihak kejaksaan menegaskan bahwa nilai kendaraan harus ditetapkan lebih dulu sebelum masuk tahap lelang.

Penilaian Aset Masih Berlangsung

Petugas Kejaksaan RI menjelaskan bahwa proses lelang belum bisa dimulai karena penilaian harga kendaraan masih berlangsung. Dua unit Ferrari disebut membutuhkan perhatian khusus karena kelangkaannya membuat penentuan nilai tidak bisa dilakukan secara umum. Kondisi itu membuat seluruh aset belum bisa ditawarkan kepada publik dalam waktu dekat.

Menurut petugas, tim penilai masih bekerja untuk menghitung nilai wajar setiap kendaraan sitaan tersebut. Setelah nilai resmi keluar, proses lelang akan segera diumumkan kepada publik. Hingga saat ini, status aset masih berada pada tahap inventarisasi dan evaluasi.

Petugas juga menegaskan bahwa mekanisme tersebut wajib ditempuh agar lelang berjalan transparan dan sesuai ketentuan. Dengan demikian, seluruh kendaraan bisa memiliki dasar harga yang jelas sebelum dijual. Proses itu dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan barang sitaan negara.

Ferrari Langka Jadi Sorotan

Dua unit Ferrari merah menjadi sorotan utama dalam pameran aset itu karena disebut sangat langka. Karakteristik khusus pada kendaraan tersebut membuat tim penilai harus melakukan pemeriksaan lebih detail. Hal itu berbeda dengan kendaraan lain yang relatif lebih mudah ditentukan nilainya.

Petugas kejaksaan menyebut penentuan harga untuk barang langka membutuhkan kehati-hatian agar hasilnya tidak merugikan negara. Nilai yang ditetapkan harus mencerminkan kondisi kendaraan, kelengkapan, serta pasar yang relevan. Oleh karena itu, prosesnya tidak bisa dipercepat meski barang sudah dipamerkan.

Ketika ditanya kapan seluruh kendaraan itu akan dilelang, petugas hanya memberi jawaban singkat, yakni coming soon. Jawaban tersebut menandakan proses administrasi dan penilaian masih berjalan. Publik diminta menunggu pengumuman resmi dari kejaksaan terkait jadwal lelang.

Status Aset Perkara Harvey

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, petugas memastikan seluruh kendaraan yang dipamerkan merupakan aset sitaan dari perkara Harvey Moeis. Aset tersebut berkaitan dengan kasus korupsi tata niaga komoditas timah PT Timah Tbk. Dengan demikian, seluruh barang yang dipamerkan memiliki status hukum yang jelas sebagai bagian dari penanganan perkara.

Selain kendaraan mewah, Badan Pemulihan Aset juga memamerkan sejumlah barang sitaan lain dari kasus yang sama. Barang-barang itu mencakup puluhan tas mewah merek Hermes, Dior, Chanel, dan Louis Vuitton. Sejumlah perhiasan yang diduga disita dari Harvey untuk istrinya, Sandra Dewi, juga ikut dipamerkan.

Pameran aset sitaan ini sekaligus menunjukkan upaya kejaksaan dalam mengelola barang hasil tindak pidana secara terbuka. Publik dapat melihat langsung aset yang nantinya akan masuk proses pemulihan keuangan negara. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

Pemulihan Aset Jadi Fokus

Badan Pemulihan Aset menempatkan penilaian harga sebagai tahapan penting sebelum barang sitaan dilelang. Tanpa nilai resmi, lelang berisiko menimbulkan persoalan pada aspek transparansi dan akurasi harga. Karena itu, setiap kendaraan harus melalui verifikasi terlebih dahulu.

Dalam kasus seperti ini, aset mewah kerap memerlukan penanganan yang lebih rinci karena nilai pasar sangat dipengaruhi merek, tahun produksi, hingga kondisi fisik. Hal tersebut menjadi alasan mengapa dua Ferrari tidak bisa diperlakukan sama dengan kendaraan lain. Tim penilai harus memastikan semua komponen harga telah dihitung secara cermat.

Setelah proses penilaian rampung, kejaksaan akan mengumumkan jadwal lelang kepada publik. Aset yang telah memiliki nilai resmi dapat langsung ditawarkan melalui mekanisme yang berlaku. Publik pun diharapkan mengikuti informasi resmi agar tidak keliru mengenai status barang sitaan tersebut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!