Daya Beli Melemah, Trafik Pusat Perbelanjaan Jakarta Turun

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 25 Mei 2026 08:09 WIB 4
Daya Beli Melemah, Trafik Pusat Perbelanjaan Jakarta Turun

Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta, Ellen Hidayat, menyebut pusat perbelanjaan di Jakarta mulai merasakan tekanan akibat melemahnya daya beli masyarakat. Kondisi itu terjadi di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang dipicu pelemahan rupiah dan membuat belanja konsumen menurun.

Ellen menyampaikan hal tersebut di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026), seraya menyoroti pelemahan nilai tukar dolar AS yang berada di sekitar Rp17.000. Menurut dia, dampaknya terlihat langsung pada harga barang kebutuhan, lalu berimbas pada kunjungan ke pusat belanja, terutama pada hari kerja.

Pusat Perbelanjaan Jakarta Lesu

Ellen menjelaskan, pelemahan rupiah telah mendorong kenaikan harga berbagai komoditas di masyarakat. Kenaikan itu tidak hanya terjadi pada barang impor, tetapi juga pada kebutuhan harian yang ikut menyesuaikan biaya produksi dan distribusi.

Ia mencontohkan harga buah naga yang sebelumnya sekitar Rp25.000 per kilogram kini naik menjadi Rp40.000. Biaya gas rumah tangga juga disebut meningkat dari Rp210.000 menjadi Rp250.000, sehingga beban pengeluaran keluarga bertambah.

Menurut Ellen, dampak kenaikan harga itu terasa berlapis karena sayur, buah, dan kebutuhan rumah tangga lain ikut terdorong naik. Situasi tersebut membuat masyarakat semakin berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.

Ia menilai pelemahan daya beli bukan hanya dirasakan oleh kelompok berpendapatan rendah, tetapi juga pekerja dengan gaji tetap. Ketika pendapatan tidak naik, sementara harga terus menanjak, pengeluaran konsumsi pun cenderung ditahan.

Kunjungan Hari Kerja Menurun

Penurunan daya beli itu tercermin pada trafik pusat perbelanjaan Jakarta pada hari kerja. Ellen menyebut jumlah pengunjung turun sekitar 15 persen hingga 20 persen pada weekdays.

Ia mengatakan penurunan tersebut terlihat di berbagai pusat belanja yang berada di wilayah Jakarta. Pola kunjungan masyarakat menjadi lebih selektif dan hanya dilakukan untuk kebutuhan tertentu.

Meski begitu, Ellen menegaskan kondisi akhir pekan masih cukup kuat. Pada hari Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung tetap tinggi dan bahkan cenderung meningkat dibandingkan hari biasa.

Menurut dia, pola itu menunjukkan perilaku belanja masyarakat mulai berubah. Konsumen lebih memilih datang saat akhir pekan, ketika waktu luang tersedia dan aktivitas rekreasi bisa digabung dengan belanja.

Harga Naik, Konsumen Menahan Belanja

Ellen menilai kenaikan harga yang terjadi secara beruntun membuat masyarakat menyesuaikan prioritas pengeluaran. Belanja yang bersifat tambahan mulai dikurangi, sementara pengeluaran pokok tetap dijaga.

Kondisi itu terutama dirasakan oleh keluarga pekerja yang memiliki penghasilan tetap. Saat kebutuhan harian naik lebih cepat daripada pendapatan, ruang belanja nonesensial menjadi semakin sempit.

Ia menyebut fenomena ini sebagai tekanan wajar dalam situasi ekonomi yang belum stabil. Namun, tekanan tersebut tetap berpengaruh terhadap sektor ritel dan pusat perbelanjaan di ibu kota.

Ellen menambahkan, masyarakat kini lebih cermat membandingkan harga sebelum membeli barang. Kebiasaan itu menjadi salah satu alasan mengapa trafik di pusat belanja menurun pada hari-hari kerja.

Harapan Stabilitas Ekonomi

Ellen berharap nilai tukar rupiah dapat kembali stabil agar tekanan harga tidak terus berlanjut. Stabilitas mata uang dinilai penting untuk meredam kenaikan biaya hidup masyarakat.

Ia menilai jika harga kebutuhan pokok lebih terkendali, daya beli masyarakat berpeluang membaik. Perbaikan itu pada akhirnya juga akan mendukung pemulihan trafik pusat perbelanjaan.

Selain itu, pelaku pusat belanja berharap konsumsi domestik tetap menjadi penopang utama ekonomi. Kekuatan belanja masyarakat selama ini menjadi faktor penting bagi perputaran bisnis ritel di Jakarta.

Dengan situasi yang masih menantang, pengelola pusat perbelanjaan menunggu adanya perbaikan kondisi ekonomi yang lebih luas. Harapannya, kunjungan pengunjung bisa kembali stabil, baik pada hari kerja maupun akhir pekan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!