Dasco Optimistis IHSG Kembali Menguat, Investor Harus Dilindungi

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 22 Mei 2026 05:16 WIB 6
Dasco Optimistis IHSG Kembali Menguat, Investor Harus Dilindungi

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan optimisme bahwa pasar modal Indonesia dapat kembali menguat, meski Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG tengah tertekan. Pernyataan itu disampaikan usai kunjungan ke Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, pada Selasa, 19 Mei 2026, di tengah pelemahan IHSG lebih dari 3 persen.

Dasco menekankan bahwa optimisme perlu dijaga untuk melindungi 26 juta investor pasar modal, termasuk investor muda yang kini banyak berasal dari generasi Z. Ia juga menilai kepercayaan investor harus terus diperkuat melalui dukungan regulasi, fundamental yang sehat, dan komunikasi yang meyakinkan dari para pemangku kepentingan.

Optimisme Pasar Modal

Dasco menegaskan bahwa optimisme menjadi modal penting bagi keberlanjutan pasar modal Indonesia. Menurut dia, sikap percaya diri harus dibangun agar investor tetap merasa aman. Ia menilai, tanpa optimisme, kepercayaan publik terhadap bursa akan mudah goyah.

Dalam pernyataannya, Dasco mengingatkan bahwa jumlah investor pasar modal kini sudah mencapai puluhan juta. Kondisi itu membuat perlindungan investor menjadi agenda yang tidak bisa ditawar. Ia menilai, keamanan dan kenyamanan investor perlu dijaga secara ketat.

Dasco juga menyoroti peran generasi Z yang semakin mendominasi kepemilikan Single Investor Identification atau SID. Kehadiran investor muda, menurut dia, menunjukkan pasar modal kian relevan bagi generasi baru. Karena itu, ekosistem investasi harus mampu memberi rasa percaya yang kuat.

Ia menyampaikan bahwa sikap optimistis tidak boleh berhenti pada slogan. Kepercayaan terhadap pasar harus diwujudkan melalui kebijakan yang konsisten dan penjelasan yang transparan. Dengan begitu, investor lokal maupun ritel dapat tetap tenang menghadapi gejolak pasar.

Tekanan pada IHSG

Data perdagangan RTI Business menunjukkan IHSG melemah 3,08 persen ke level 6.396,26. Pada sesi awal perdagangan, indeks sebenarnya sempat menguat dan menyentuh level 6.635,12. Namun, pergerakan tersebut berbalik arah hingga penutupan perdagangan.

Perubahan arah IHSG mencerminkan tingginya volatilitas di pasar saham. Kondisi ini kerap dipengaruhi sentimen global, arus dana asing, dan respons pelaku pasar terhadap kebijakan ekonomi. Dalam situasi seperti itu, kepercayaan investor menjadi faktor yang sangat menentukan.

Koreksi indeks yang cukup dalam juga menjadi perhatian para pelaku industri keuangan. Penurunan lebih dari 3 persen biasanya memicu kehati-hatian investor dalam mengambil keputusan. Meski demikian, sejumlah pihak tetap melihat fundamental pasar modal Indonesia masih memiliki ruang penguatan.

Dasco menilai, pelemahan jangka pendek tidak boleh langsung dimaknai sebagai pelemahan struktur pasar. Ia meyakini fondasi bursa masih cukup kuat untuk menopang pemulihan. Pandangan itu, menurut dia, perlu disampaikan agar investor tidak terbawa sentimen negatif.

Dialog Dengan Pemangku

Kunjungan Dasco ke Gedung Bursa Efek Indonesia dilakukan bersama sejumlah pejabat sektor keuangan dan investasi. Mereka antara lain Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, dan COO BPI Danantara Dony Oskaria. Pertemuan itu membahas kondisi investor global dan arah penguatan kepercayaan pasar.

Dalam diskusi tersebut, Dasco mengaku banyak mendengar paparan terkait kondisi pasar dan strategi penguatan ke depan. Menurut dia, pembahasan itu penting untuk membaca tantangan yang sedang dihadapi bursa. Ia menilai koordinasi antarlembaga dapat membantu menjaga stabilitas pasar modal.

Dasco juga menyebut perlunya kebijakan yang mampu memberikan kepastian kepada investor. Regulasi yang jelas dinilai akan membuat pelaku pasar merasa lebih nyaman. Dengan begitu, minat investor domestik dapat terus terjaga di tengah dinamika pasar global.

Menurut dia, langkah-langkah yang disiapkan para pemangku kepentingan harus diarahkan untuk membangun kepercayaan jangka panjang. Pasar modal tidak hanya membutuhkan likuiditas, tetapi juga rasa aman bagi investor. Karena itu, komunikasi kebijakan harus disampaikan secara terbuka dan konsisten.

Harapan Ke Depan

Dasco menyampaikan keyakinan bahwa Bursa Efek Indonesia akan semakin kuat apabila fundamental ekonomi tetap terjaga. Ia menilai pertumbuhan investor ritel yang terus bertambah merupakan sinyal positif. Menurut dia, tren tersebut menunjukkan pasar modal Indonesia masih memiliki daya tarik yang besar.

Ia juga menekankan bahwa kepercayaan investor lokal harus menjadi prioritas utama. Ketika investor merasa nyaman, partisipasi pasar akan semakin luas. Hal itu dinilai penting untuk menjaga ketahanan bursa di tengah tekanan eksternal.

Optimisme yang disuarakan Dasco, menurut dia, bukan sekadar pandangan personal. Sikap tersebut diarahkan untuk membangun suasana positif di tengah fluktuasi pasar. Ia percaya, dukungan berbagai pihak akan membantu pemulihan IHSG secara bertahap.

Dengan fondasi yang ada, Dasco meyakini pasar modal Indonesia mampu kembali menunjukkan penguatan. Ia berharap regulator, bursa, dan pelaku industri terus menjaga kepercayaan publik. Jika hal itu terpelihara, pemulihan pasar diyakini dapat berlangsung lebih solid dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!