Dasco Akan Kunjungi Bank Indonesia Usai Bertemu BEI

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 22 Mei 2026 05:04 WIB 9
Dasco Akan Kunjungi Bank Indonesia Usai Bertemu BEI

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dijadwalkan mengunjungi Bank Indonesia pada Selasa, 19 Mei, setelah melakukan kunjungan ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta Selatan. Agenda itu disampaikan Dasco usai berdiskusi mengenai kondisi investor global dan kepercayaan pasar modal Indonesia. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun optimisme terhadap stabilitas pasar keuangan nasional.

Dasco belum menjelaskan secara rinci tujuan pertemuannya di Bank Indonesia. Namun, ia menegaskan agenda itu akan dilaksanakan pada hari yang sama. Ia juga menyebut informasi lengkap akan disampaikan kemudian.

Pertemuan di BEI

Di Gedung BEI, Dasco mengaku banyak berdiskusi tentang kondisi investor global. Pembahasan itu dikaitkan dengan langkah untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Menurut dia, penguatan keyakinan investor menjadi hal penting di tengah dinamika ekonomi global.

Kunjungan tersebut dilakukan bersama sejumlah pejabat, termasuk Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi. Hadir pula Chief Executive Officer BPI Danantara Rosan Roeslani dan Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria. Kehadiran para pejabat itu menunjukkan adanya koordinasi lintas lembaga dalam menjaga sentimen pasar.

Dasco menilai pembahasan di BEI memberi gambaran yang lebih jelas mengenai arah penguatan pasar modal. Ia menyebut pertumbuhan investor ritel terus meningkat dan menjadi sinyal positif bagi bursa. Dengan dukungan fundamental yang ada, ia meyakini pasar modal Indonesia akan semakin kuat.

Fokus Kepercayaan Investor

Dalam pertemuan itu, Dasco juga menyimak paparan dari Danantara mengenai arah kebijakan yang disiapkan. Paparan tersebut menyoroti regulasi yang diharapkan dapat memberi kepastian bagi pelaku pasar. Tujuannya adalah menjaga rasa aman bagi investor lokal agar tetap aktif berinvestasi.

Dasco menilai regulasi yang tepat dapat menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan pasar. Ia menekankan bahwa kenyamanan investor lokal akan berdampak pada stabilitas transaksi di bursa. Karena itu, ia melihat kebijakan yang konsisten sebagai kebutuhan utama saat ini.

Ia juga mengapresiasi peningkatan jumlah investor ritel yang terus bertambah. Menurut dia, tren tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap pasar modal tetap terjaga. Kondisi itu dinilai menjadi modal penting bagi penguatan Bursa Efek Indonesia ke depan.

Agenda Bank Indonesia

Setelah dari BEI, Dasco langsung dijadwalkan menuju Bank Indonesia pada hari yang sama. Meski demikian, ia belum membuka detail agenda yang akan dibahas bersama bank sentral. Pernyataan resminya baru akan disampaikan setelah rangkaian kunjungan selesai.

Kunjungan ke Bank Indonesia diperkirakan memiliki kaitan dengan penguatan koordinasi kebijakan ekonomi. Sebagai otoritas moneter, BI memegang peran penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi. Karena itu, pertemuan ini menjadi perhatian pelaku pasar.

Agenda tersebut juga menambah sorotan terhadap komunikasi antara lembaga negara dan otoritas keuangan. Pasar kerap merespons positif sinyal koordinasi yang konsisten antarinstansi. Dalam situasi global yang dinamis, kepastian kebijakan menjadi faktor yang sangat diperhatikan investor.

Prospek Pasar Modal

Dasco menyampaikan keyakinannya bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam posisi yang kuat. Ia melihat modal dasar itu dapat menopang pertumbuhan bursa di tengah tekanan eksternal. Dengan demikian, pasar modal dinilai memiliki ruang untuk terus berkembang.

Peningkatan jumlah investor lokal juga dianggap sebagai penopang penting bagi likuiditas pasar. Kehadiran investor ritel yang terus bertambah memperluas partisipasi masyarakat dalam pasar modal. Hal ini sekaligus menunjukkan edukasi investasi mulai membuahkan hasil.

Di sisi lain, kepercayaan investor global tetap diperlukan agar arus dana ke Indonesia terjaga. Stabilitas regulasi, komunikasi kebijakan, dan fundamental ekonomi akan menjadi faktor penentu. Jika ketiganya terjaga, prospek pasar modal Indonesia dinilai makin solid.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!