Dari Makeup Artist ke Salad Umma, Bangkit Berkat KUR BRI

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 31 Mei 2026 05:45 WIB 2
Dari Makeup Artist ke Salad Umma, Bangkit Berkat KUR BRI

Hikma Nurul Audhliya, perempuan berusia 38 tahun, berhasil bangkit dari keterpurukan setelah pandemi menghantam pekerjaannya sebagai makeup artist. Dari kondisi serba sulit, ia merintis usaha kuliner sehat bernama Salad Umma, lalu tumbuh berkat pendampingan dan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Perjalanan usaha itu tidak dimulai dengan modal besar, melainkan dari keputusan untuk memulai lagi dari nol. Kisahnya menunjukkan bahwa ketekunan, pelatihan, dan akses pembiayaan dapat membuka jalan baru bagi pelaku usaha kecil di tengah tekanan ekonomi.

Awal Baru Salad Umma

Sebelum berjualan salad, Hikma menjalani profesi sebagai perias wajah atau makeup artist. Pekerjaan itu terhenti ketika pandemi membuat seluruh jadwal pernikahan dibatalkan.

Ia harus menanggung konsekuensi berat, termasuk menjual mobil untuk membayar ganti rugi kepada klien dan vendor. Dana yang keluar saat itu mencapai hampir Rp 100 juta, sehingga usaha dan tabungan ikut habis.

Selain mobil, ia juga melepas baju, perlengkapan rias, dan berbagai barang lain untuk menutup kewajiban. Kondisi tersebut membuatnya pasrah dan nyaris kehilangan arah dalam mencari penghasilan.

Namun, situasi sulit itu justru menjadi titik balik untuk membangun usaha baru. Dari dapur rumah, ia mulai memikirkan produk yang sederhana, sehat, dan tetap dibutuhkan masyarakat.

Belajar Lewat Prakerja

Hikma kemudian mencoba peruntungan lewat program Kartu Prakerja. Setelah gagal pada gelombang pertama, ia baru lolos pada kesempatan berikutnya dan memperoleh voucher pelatihan senilai Rp 1 juta.

Pada awalnya, ia memilih kelas makeup karena berharap industri hiburan dan pernikahan segera pulih. Akan tetapi, kondisi pandemi yang belum membaik membuatnya mencari bidang usaha yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar.

Ia akhirnya memilih kelas usaha praktis yang tidak membutuhkan kompor, minyak, atau gas. Dari pertimbangan itu, salad sayur menjadi pilihan yang paling masuk akal untuk dijalankan dari rumah.

Keputusan tersebut lahir dari pengamatan sederhana terhadap tren hidup sehat di masyarakat. Hikma melihat peluang pada produk yang ringkas, segar, dan mudah diterima konsumen di masa penuh ketidakpastian.

Modal Kecil, Langkah Besar

Modal awal usahanya berasal dari manfaat Kartu Prakerja yang diterima secara bertahap, yakni Rp 600 ribu selama empat bulan. Total dana sekitar Rp 2,4 juta itu ia gunakan untuk membeli bahan baku dan perlengkapan dasar.

Peralatan seperti chopper, blender, kemasan, hingga showcase dibeli sedikit demi sedikit sesuai kemampuan. Langkah itu membuatnya bisa memulai usaha tanpa beban utang yang besar.

Produk Salad Umma kemudian tumbuh dari dapur rumah dengan pendekatan yang sangat sederhana. Lokasi usaha yang dekat dengan kawasan indekost karyawan dan karyawati membantu produk itu cepat dikenal.

Dari awalnya hanya menjual salad sayur, Hikma kemudian menambah varian salad buah. Inovasi itu lahir setelah ia menerima pesanan untuk acara ulang tahun pada 2022.

Naik Kelas Berkat BRI

Perjalanan usaha Salad Umma tidak selalu mulus karena omzet kerap naik turun. Saat promosi di media sosial dan penjualan daring berjalan, pendapatannya bisa sangat bervariasi, dari Rp 15 ribu hingga Rp 100 ribu per hari.

Pada waktu tertentu, pesanan bahkan tidak datang sama sekali. Meski begitu, Hikma tetap bertahan dan terus mencari cara agar produknya bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Perubahan besar terjadi setelah Salad Umma memperoleh sertifikasi halal. Usahanya juga ikut terangkat melalui kegiatan bazar dari Jakpreneur yang membuka akses jejaring baru.

Dari jejaring itu, pesanan rutin mulai berdatangan, termasuk untuk rapat kementerian dan pemerintah daerah. Omzet harian pun sempat meningkat hingga mencapai Rp 1 juta per hari, seiring dukungan pembiayaan KUR BRI dan pendampingan usaha yang diterimanya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!