Danantara Rencanakan IPO Denera di BEI

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 14 Mei 2026 00:09 WIB 7
Danantara Rencanakan IPO Denera di BEI

Badan Pengelola Investasi Danantara berencana membawa PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme listing. Langkah ini didorong oleh tingginya minat investor terhadap sektor waste to energy (WtE) yang berkembang pesat di Indonesia. Nilai investasi pada sektor WtE diproyeksikan mencapai US$5 miliar, sekitar Rp87,07 triliun menurut kurs Rp17.415 per dolar.

Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan peluang melantai cukup terbuka seiring tingginya investasi sektor WtE di Indonesia. Menurutnya, target cash flow diharapkan tuntas pada 2028 sehingga perusahaan dapat menjadi emiten Tbk di BEI. Acara Investor Relations Forum di BEI Jakarta Selatan menjadi momen penting dalam pembahasan rencana ini.

AspekNilai
Investasi WtEUS$5 miliar
Nilai RpRp87,07 triliun
KursRp17.415 per USD
Proyek WtE33 proyek
Porsi saham Denera30% vs 70%

Rencana IPO Denera

Denera dibentuk pada 1 April 2026 untuk menggarap fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dan proyek WtE. Peran utamanya adalah sebagai pengelola dan pemegang saham dalam kemitraan proyek ini. Targetnya, ketika arus kas operasional mulai mengalir, perusahaan bakal menjadi kandidat emiten Tbk di BEI.

Menurut Pandu Sjahrir, peluang melantai dinilai cukup terbuka sejalan dengan tingginya investasi WtE di Indonesia. Struktur kepemilikan awal membagi saham menjadi 30% untuk Denera dan 70% bagi mitra proyek. Rencana ini juga menekankan kerja sama antara perusahaan BUMN dengan mitra asing dan lokal.

Keberhasilan listing akan menjadi sinyal positif bagi pasar infrastruktur hijau. Denera diharapkan menjadi salah satu pengelola WtE terbesar di dunia jika terealisasi. Pihak BEI menyatakan prosesnya akan menunggu kesiapan cash flow dan persetujuan regulatori.

Proyek WtE 33 Proyek

Danantara mengungkapkan adanya 33 proyek WtE dengan nilai mencapai US$5 miliar. Proyek-proyek tersebut direncanakan dikerjakan bersama mitra asing maupun lokal, dan akan mencakup tahapan mulai pengumpulan Sampah hingga DPST. Denera akan menjadi pengelola utama fasilitas WtE tersebut, dengan porsi saham 30% untuk Denera dan 70% bagi mitra.

Proyek-proyek ini akan melibatkan kolaborasi dengan perusahaan asing dan lokal untuk mempercepat realisasi. Pembagian hak kepemilikan ini dimaksudkan untuk memastikan pembiayaan dan transfer teknologi. Perkembangan ini diharapkan mempercepat upaya Indonesia dalam meningkatkan pengelolaan sampah dan produksi energi.

Keberhasilan implementasi proyek WtE di berbagai wilayah berpotensi meningkatkan efisiensi energi nasional. Langkah ini juga dapat menjadi katalis bagi portofolio infrastruktur energi nasional dan mendorong investasi publik-privat di sektor lingkungan.

Dampak di Bursa

Investasi sektor WtE di Indonesia diperkirakan mencapai US$5 miliar, sehingga menjadi sinyal positif bagi pasar modal nasional. Hal ini berpotensi menjadi katalis bagi minat investor terhadap infrastruktur hijau dan emiten terkait. Analis menilai langkah BEI menerima listing Denera bisa memperkaya opsi investasi bagi investor institusional.

Proses listing Denera masih menunggu persetujuan BEI serta pemenuhan persyaratan regulasi. Rencana diajukan setelah perusahaan memiliki cash flow 2028 sesuai target. BEI kemungkinan menjadi mitra strategis dalam menyiapkan prosedur pelaksanaan listing.

Keberadaan BUMN WtE seperti Denera berpotensi mengubah lanskap pengelolaan sampah nasional. Hal ini juga dapat mempercepat realisasi kebijakan lingkungan dan pengembangan energi terbarukan. Dengan demikian, kehadiran Denera bisa menjadi pendorong pertumbuhan portofolio energi nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!