Danantara Pastikan Tak Ada PHK di Rencana Penutupan PT INTI

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 25 Mei 2026 23:45 WIB 3
Danantara Pastikan Tak Ada PHK di Rencana Penutupan PT INTI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau Danantara, menegaskan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja dalam rencana penutupan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI). Kepastian itu disampaikan setelah muncul perhatian publik terhadap masa depan perusahaan BUMN tersebut. Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, menekankan bahwa pekerja PT INTI tetap aman. Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 25 Mei 2026.

Menurut Dony, proses yang sedang berjalan masih berada pada tahap penilaian dan pengecekan. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari agenda perampingan atau streamline BUMN. Dalam tahap ini, Danantara memastikan seluruh aspek perusahaan diperiksa secara menyeluruh sebelum keputusan diambil. Ia menambahkan bahwa verifikasi dilakukan agar kebijakan yang diambil tidak merugikan pekerja.

Status PT INTI dan PHK

Dony Oskaria menegaskan bahwa kabar mengenai PHK di PT INTI tidak benar. Ia menyampaikan bahwa para pekerja perusahaan masih berada dalam posisi aman. Menurut dia, tidak ada rencana pengurangan tenaga kerja jika penutupan perusahaan benar-benar dilakukan. Sikap itu menjadi penegasan awal atas proses evaluasi yang tengah berlangsung.

Dalam keterangannya, Dony menjelaskan bahwa perusahaan masih menjalani assessment internal. Proses tersebut digunakan untuk memeriksa kondisi operasional, keuangan, dan kebutuhan restrukturisasi. Pemeriksaan ini disebut penting agar langkah selanjutnya memiliki dasar yang kuat. Dengan demikian, keputusan akhir tidak diambil secara tergesa-gesa.

Danantara juga menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan verifikasi berjalan utuh. Pemeriksaan itu dilakukan untuk melihat apakah penutupan menjadi opsi paling tepat. Di sisi lain, perusahaan tetap diminta menjaga stabilitas internal selama proses berlangsung. Hal itu dimaksudkan agar aktivitas bisnis tidak menimbulkan gejolak di kalangan pekerja.

Penutupan PT INTI Dikaji

Rencana penutupan PT INTI sebelumnya sempat disinggung Dony dalam sebuah forum ekonomi di Yogyakarta. Saat itu, ia menyoroti sejumlah BUMN yang menghadapi persoalan akibat pengelolaan yang berjalan sendiri-sendiri. PT INTI disebut sebagai salah satu contoh perusahaan pelat merah yang tengah menghadapi tantangan. Karena itu, opsi penutupan ikut masuk dalam pembahasan.

Dony menyampaikan bahwa kondisi PT INTI menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap portofolio BUMN. Pemerintah dan Danantara ingin melihat apakah perusahaan masih memiliki ruang untuk diperbaiki. Jika tidak, penyesuaian struktur bisa menjadi pilihan. Namun, ia menegaskan bahwa proses tersebut tetap harus melalui kajian mendalam.

Pernyataan soal penutupan itu memunculkan perhatian karena PT INTI dikenal sebagai perusahaan yang cukup lama beroperasi. Di Bandung, perusahaan tersebut memiliki reputasi sebagai salah satu BUMN yang dikenal publik. Karena itu, setiap kebijakan terkait perusahaan ini dipantau dengan saksama. Danantara memastikan keputusan akhir akan mempertimbangkan kepentingan banyak pihak.

Perampingan BUMN Berlanjut

Langkah yang ditempuh Danantara sejalan dengan agenda streamline BUMN. Skema ini diarahkan untuk merapikan struktur perusahaan negara agar lebih efisien. Dony menilai perampingan dibutuhkan supaya pengelolaan menjadi lebih terkoordinasi. Dengan begitu, masing-masing entitas dapat bekerja pada fungsi yang lebih jelas.

Dalam penjelasannya, Dony menyoroti masa ketika kementerian hanya memiliki kuasa kelola, bukan kepemilikan langsung atas perusahaan pelat merah. Kondisi itu membuat sejumlah BUMN bergerak secara terpisah. Akibatnya, ketika satu perusahaan mengalami kesulitan, dukungan dari BUMN lain menjadi terbatas. Situasi tersebut dinilai menghambat proses perbaikan secara sistemik.

Danantara ingin memperbaiki pola itu agar sinergi antarlembaga lebih mudah dilakukan. Model pengelolaan yang baru diharapkan bisa membuat keputusan strategis lebih cepat. Selain itu, koordinasi antar-BUMN juga diharapkan menjadi lebih efektif. Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kinerja perusahaan negara.

Dampak bagi Pekerja INTI

Di tengah wacana penutupan, perhatian utama publik tertuju pada nasib para pekerja PT INTI. Danantara memastikan bahwa tidak ada skenario PHK yang disiapkan dalam proses tersebut. Penegasan ini dinilai penting untuk meredam kekhawatiran karyawan. Pesan yang disampaikan cukup jelas, yakni pekerja tetap menjadi prioritas.

Dony menyebut bahwa seluruh proses masih berada pada tahap verifikasi. Selama tahap itu berlangsung, belum ada keputusan final yang berdampak pada status ketenagakerjaan. Ia meminta semua pihak menunggu hasil assessment secara resmi. Dengan demikian, spekulasi yang beredar di publik dapat diminimalkan.

Meski begitu, Danantara tetap membuka kemungkinan adanya penyesuaian struktur perusahaan sesuai hasil kajian. Setiap langkah akan mengikuti kebutuhan restrukturisasi yang dianggap paling tepat. Dalam setiap skenario, perlindungan terhadap pekerja disebut tetap diperhatikan. Kepastian itu menjadi sinyal bahwa perubahan korporasi tidak harus berujung pada PHK.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!