Cara Mengatasi Tumit Pecah-Pecah dengan Bahan Dapur

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 10:53 WIB 2
Cara Mengatasi Tumit Pecah-Pecah dengan Bahan Dapur

Tumit kering hingga pecah-pecah kerap dialami banyak orang, terutama mereka yang sering berdiri dalam waktu lama. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu penampilan kaki.

Seorang dokter kulit sekaligus profesor klinis dermatologi di NYU Langone Medical Center, Doris Day, membagikan cara sederhana untuk mengatasinya. Menurut dia, beberapa langkah perawatan dapat dilakukan sendiri di rumah dengan bahan yang mudah ditemukan di dapur.

Atasi Tumit Pecah-Pecah

Perawatan tumit pecah-pecah perlu dimulai dari memahami kondisi kulit yang kering dan kehilangan kelembapan. Jika dibiarkan, retakan dapat semakin dalam dan membuat kaki terasa perih saat berjalan.

Langkah awal yang disarankan adalah merendam kaki dengan campuran madu dan minyak kelapa. Kombinasi ini membantu melembapkan kulit yang tampak kusam dan memiliki retakan halus.

Setelah perendaman singkat, kulit kaki sebaiknya langsung diberi pelembap yang lebih berat. Cara ini membantu menjaga hidrasi agar tidak cepat hilang setelah kaki keluar dari air.

Penggunaan kaus kaki lembut juga dianjurkan setelah krim dioleskan. Lapisan ini membantu menjaga kelembapan sekaligus mengurangi gesekan dengan permukaan lain saat tidur.

Manfaat Madu dan Kelapa

Madu dikenal memiliki sifat humektan yang membantu menarik air ke permukaan kulit. Sementara itu, minyak kelapa kerap digunakan untuk memberi rasa lembut dan membantu mengurangi kekeringan.

Ketika keduanya dicampur ke dalam air hangat, kaki akan mendapat perawatan awal yang menenangkan. Rendaman selama 5 sampai 10 menit sudah cukup untuk membantu melunakkan area tumit yang keras.

Perawatan ini cocok untuk kondisi tumit yang masih memiliki retakan ringan. Pada tahap tersebut, fokus utama adalah menjaga kulit tetap lembap sebelum retakan semakin melebar.

Namun, hasil perawatan dapat berbeda pada setiap orang, tergantung tingkat kekeringan kulit. Karena itu, konsistensi menjadi kunci agar tumit kembali terasa halus secara bertahap.

Langkah Setelah Perendaman

Setelah kaki diangkat dari rendaman, kulit sebaiknya tidak dibiarkan mengering terlalu lama. Saat masih setengah lembap, oleskan petroleum jelly atau krim oles jenis ointment untuk mengunci hidrasi.

Produk seperti CeraVe Healing Ointment dapat menjadi salah satu pilihan yang digunakan pada tahap ini. Teksturnya yang lebih tebal membantu membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit.

Para dermatolog menilai petroleum jelly pada kulit lembap bekerja lebih efektif dibandingkan pelembap biasa. Alasannya, kelembapan yang sudah ada di kulit dapat terkunci lebih baik.

Setelah itu, kaki perlu ditutup dengan kaus kaki lembut agar perawatan bertahan lebih lama. Langkah sederhana ini juga membantu mencegah krim berpindah ke seprai atau permukaan lain.

Kebiasaan Pencegahan Harian

Perawatan tumit pecah-pecah tidak hanya bergantung pada satu kali rendaman. Kebiasaan menjaga kelembapan kaki setiap hari akan membantu mencegah kondisi yang sama muncul kembali.

Penggunaan pelembap secara rutin, terutama setelah mandi, dapat menjaga kulit tetap lentur. Selain itu, pemilihan alas kaki yang nyaman juga berperan mengurangi tekanan berlebih pada tumit.

Orang yang sering berdiri lama perlu memberi perhatian ekstra pada kaki mereka. Tekanan yang terus-menerus dapat membuat tumit lebih cepat kering dan mudah retak.

Jika retakan semakin dalam, nyeri, atau menunjukkan tanda infeksi, pemeriksaan ke dokter kulit menjadi langkah yang tepat. Penanganan medis dapat membantu mencegah masalah kulit berkembang lebih jauh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!