Camilan Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 22 Mei 2026 19:37 WIB 6
Camilan Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Produk camilan singkong buatan tangan dari pelaku usaha difabel asal Sukabumi resmi menembus pasar luar negeri melalui ekspor perdana ke Brunei Darussalam. Pengiriman perdana bernilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta itu dilakukan oleh PT Gemilang Agro Inovasi untuk satu kontainer 20 feet, pada sebuah agenda yang digelar di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat.

Ekspor tersebut menjadi tonggak penting bagi usaha keripik singkong Yammy Babeh milik Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu, yang kini menjalin kerja sama berkelanjutan dengan SP Setia SDN BHD dari Brunei. Acara pelepasan turut dihadiri Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Bupati Sukabumi Ayep Zaki.

Ekspor Singkong UMKM Sukabumi

PT Gemilang Agro Inovasi dikenal lewat produk Cassava Crackers Yammy Babeh yang diolah dari singkong lokal. Produk ini dikemas secara modern dan dijaga higienitasnya agar memenuhi standar pasar global. Selain keripik singkong, perusahaan ini juga mulai mengembangkan produk turunan mangrove. Sejumlah produk tersebut berupa kapsul, teh, dan bubuk yang kini dipasarkan ke Korea Selatan.

Ekspor perdana ke Brunei Darussalam menjadi bukti bahwa produk olahan lokal memiliki peluang besar di pasar internasional. Pengiriman itu juga menunjukkan kemampuan UMKM daerah untuk memenuhi permintaan pembeli luar negeri. Dalam kerja sama ini, perusahaan asal Brunei akan menjadi mitra untuk pengiriman berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan memperkuat posisi Yammy Babeh sebagai produk ekspor yang konsisten.

Keberhasilan ini tidak lepas dari proses panjang yang ditempuh Ade bersama keluarganya. Usaha tersebut dijalankan bersama sang suami yang sedang berjuang melawan sakit stroke. Di tengah keterbatasan, keduanya tetap mempertahankan usaha dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Saat ini, PT Gemilang Agro Inovasi mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi.

Perjuangan Ade Jadi Sorotan

Ade Soelistyowati menyampaikan bahwa keterbatasan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk berprestasi. Ia menegaskan, dukungan dari berbagai pihak sangat membantu usaha kecil agar bisa naik kelas. Menurutnya, produk lokal perlu didorong agar mampu bersaing di pasar internasional. Ia juga ingin membuktikan bahwa pelaku usaha difabel memiliki kapasitas yang sama untuk berkembang.

Pernyataan itu mencerminkan semangat inklusif yang menjadi dasar perjalanan usaha PT Gemilang Agro Inovasi. Ade melihat pencapaian ekspor sebagai hasil kerja keras yang dilakukan secara bertahap. Dalam prosesnya, ia terus menjaga kualitas produk dan membangun kepercayaan mitra dagang. Upaya tersebut membuat Yammy Babeh semakin dikenal sebagai camilan singkong berkualitas.

Usaha ini juga memberi dampak sosial di lingkungan sekitar tempat produksi. Kehadiran pekerja tetap dan siswa magang membuka kesempatan belajar sekaligus pengalaman kerja. Model usaha seperti ini dinilai mampu memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Dengan demikian, ekspor tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga mendorong pemberdayaan komunitas.

Dukungan Pemerintah Dan BUMN

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi capaian PT Gemilang Agro Inovasi yang berhasil menembus pasar ekspor. Ia menilai keberhasilan tersebut membuktikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta. Menurut dia, sinergi tersebut diperlukan untuk memperkuat daya saing pelaku usaha mikro. Dukungan lintas sektor juga dinilai penting agar UMKM mampu bertahan dan berkembang.

Maman menyebut pemerintah akan memprioritaskan pelaku usaha disabilitas untuk mendapat pembinaan dan pelatihan. Arahan itu, kata dia, sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo untuk memperkuat kelompok usaha yang masih menghadapi keterbatasan akses. Pemerintah ingin memastikan mereka mendapat pendampingan yang memadai agar lebih berdaya saing. Dengan begitu, peluang untuk masuk ke pasar global dapat terbuka lebih luas.

Dukungan terhadap ekspor UMKM juga datang dari PT Pertamina (Persero) melalui pembinaan usaha lokal. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menilai pencapaian Yammy Babeh sejalan dengan upaya mendorong wirausaha lokal menembus pasar dunia. Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkontribusi pada ekonomi bangsa. Menurutnya, semangat inklusivitas, inovasi, dan keberlanjutan harus berjalan beriringan.

Ekspor UMKM Kian Meluas

Pertamina mencatat hingga Oktober 2025 sudah ada delapan UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Jumlah itu menunjukkan bahwa pembinaan yang konsisten dapat menghasilkan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil. Program pendampingan dinilai penting untuk menjaga kualitas produk dan kesiapan akses pasar. Dengan dukungan yang tepat, lebih banyak UMKM berpeluang mengikuti jejak serupa.

Fadjar menambahkan bahwa Pertamina akan terus memperluas dukungan kepada UMKM di seluruh Indonesia. Upaya itu diarahkan agar pelaku usaha mampu menembus pasar global dan meningkatkan nilai tambah produk lokal. Selain itu, ekspor berkelanjutan juga diharapkan memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Model pertumbuhan seperti ini dinilai lebih inklusif dan berjangka panjang.

Kasus ekspor Yammy Babeh memperlihatkan bahwa produk sederhana dapat memiliki nilai besar jika dikelola dengan tepat. Dukungan pemerintah, BUMN, dan mitra swasta menjadi faktor penting yang mempercepat akselerasi usaha. Di sisi lain, ketekunan pelaku usaha difabel membuktikan bahwa inovasi dapat lahir dari keterbatasan. Dari Sukabumi, camilan singkong ini kini membawa nama Indonesia ke pasar internasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!