Camilan Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 21 Mei 2026 17:09 WIB 6
Camilan Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Camilan singkong buatan tangan dari pelaku usaha difabel asal Sukabumi resmi menembus pasar luar negeri melalui ekspor perdana ke Brunei Darussalam. Produk keripik singkong Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi dikirim dalam nilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta untuk satu kontainer 20 feet. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi UMKM binaan yang tumbuh dari keterbatasan, namun mampu bersaing di pasar global. Pelepasan ekspor dilakukan di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, pada momen yang dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah.

Usaha ini didirikan oleh Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu, bersama suaminya yang sedang berjuang melawan stroke. Di tengah kondisi tersebut, keduanya tetap mempertahankan operasional usaha, memperluas jaringan, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. PT Gemilang Agro Inovasi juga menjalin kerja sama dengan SP Setia SDN BHD asal Brunei untuk pengiriman berkelanjutan. Selain keripik singkong, Ade turut mengembangkan produk turunan mangrove yang mulai dipasarkan ke Korea Selatan.

Ekspor Perdana Tercapai

Ekspor perdana Yammy Babeh menjadi bukti bahwa produk olahan lokal dapat memenuhi standar pasar internasional. Pengiriman ke Brunei Darussalam dilakukan dengan nilai transaksi USD 18.000. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp 288 juta untuk satu kontainer ukuran 20 feet. Capaian ini membuka peluang pengembangan pasar yang lebih luas bagi produk singkong asal Sukabumi.

Produk yang dipasarkan menggunakan bahan dasar singkong lokal yang diolah secara higienis. Kemasan modern juga disiapkan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen luar negeri. PT Gemilang Agro Inovasi membangun citra produk melalui kualitas rasa, tampilan, dan konsistensi produksi. Strategi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kepercayaan mitra dagang.

Pelepasan ekspor digelar secara simbolis di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat. Acara ini dihadiri Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Bupati Sukabumi Ayep Zaki. Kehadiran para pejabat menunjukkan dukungan pemerintah terhadap penguatan UMKM. Momentum tersebut juga menjadi panggung apresiasi bagi pelaku usaha difabel yang berhasil naik kelas.

Kerja sama dengan SP Setia SDN BHD di Brunei menandai adanya pengiriman yang berkelanjutan. Skema ini memberi kepastian pasar bagi produsen sekaligus mendorong stabilitas produksi. Bagi UMKM, kepastian pesanan ekspor sangat penting untuk menjaga arus usaha. Dengan demikian, ekspor perdana ini bukan hanya seremoni, melainkan awal dari ekspansi yang lebih serius.

Peran Ade Soelistyowati

Ade Soelistyowati menjadi sosok utama di balik berkembangnya PT Gemilang Agro Inovasi. Sebagai penyandang disabilitas tuna rungu, ia membuktikan bahwa keterbatasan tidak selalu menghambat prestasi. Ia menjalankan usaha dengan ketekunan dan pendampingan keluarga. Perjalanan itu membentuk UMKM yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan.

Dalam pernyataannya, Ade menegaskan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Ia menilai dukungan berbagai pihak sangat penting untuk membawa produk lokal naik kelas. Menurutnya, usaha kecil dapat menembus pasar internasional jika dikelola dengan disiplin. Semangat tersebut menjadi narasi kuat yang melekat pada merek Yammy Babeh.

Selain mengelola produksi keripik singkong, Ade juga mengembangkan produk turunan mangrove. Produk itu meliputi kapsul, teh, dan bubuk yang kini mulai dipasarkan ke Korea Selatan. Diversifikasi usaha ini menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap peluang pasar. Langkah tersebut juga memperkuat portofolio produk perusahaan di luar camilan.

Di tengah kondisi keluarga yang menantang, usaha tetap berjalan dan memberi manfaat ekonomi. Saat ini, PT Gemilang Agro Inovasi mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi. Kehadiran tenaga kerja itu memperluas dampak sosial perusahaan di tingkat lokal. Model usaha ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat.

Dukungan Pemerintah

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi capaian ekspor yang diraih UMKM binaan tersebut. Ia menilai keberhasilan Ade menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta. Menurutnya, sinergi itu dibutuhkan untuk memperkuat daya saing pelaku usaha mikro. Kolaborasi yang tepat dapat membuka akses pasar lebih cepat dan lebih luas.

Maman menyebut keberhasilan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Ia menegaskan pemerintah akan memprioritaskan pelaku usaha disabilitas untuk mendapat pembinaan dan pelatihan. Arahan itu disebut sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo terhadap penguatan UMKM inklusif. Fokus tersebut diharapkan mampu mendorong pelaku usaha difabel lebih berdaya saing di pasar global.

Dukungan terhadap UMKM ekspor juga datang dari PT Pertamina (Persero). Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menilai ekspor Yammy Babeh sejalan dengan upaya mendorong wirausaha lokal menembus pasar dunia. Ia menekankan bahwa semangat inklusivitas, inovasi, dan keberlanjutan perlu terus dijaga. Pertamina memandang setiap individu memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ekonomi bangsa.

Fadjar menambahkan, hingga Oktober 2025 sudah ada delapan UMKM binaan yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Sejak awal 2025, Pertamina mengantarkan delapan UMKM ke berbagai negara melalui dukungan pembinaan dan akses pasar. Langkah itu bertujuan meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus menciptakan dampak sosial dan ekonomi. Dukungan semacam ini dinilai penting untuk memperkuat ekosistem UMKM nasional.

Peluang Pasar Global

Keberhasilan ekspor keripik singkong asal Sukabumi menunjukkan besarnya peluang produk pangan olahan Indonesia di pasar dunia. Produk berbasis bahan baku lokal memiliki daya tarik tersendiri jika dikemas dengan standar yang sesuai. Pasar luar negeri juga semakin terbuka terhadap produk yang mengedepankan kualitas, higienitas, dan cerita sosial. Kombinasi tersebut menjadi keunggulan yang sulit diabaikan oleh calon pembeli internasional.

Kasus Yammy Babeh memperlihatkan bahwa UMKM tidak hanya dituntut memproduksi barang, tetapi juga membangun nilai tambah. Nilai tambah itu hadir dari inovasi produk, pengemasan, sertifikasi, dan jejaring distribusi. Dengan dukungan yang tepat, pelaku usaha kecil dapat memperluas skala bisnis secara bertahap. Strategi ekspor berkelanjutan menjadi jalur yang realistis untuk memperkuat pendapatan usaha.

Dari sisi sosial, pencapaian ini membawa pesan penting tentang inklusi ekonomi. Pelaku usaha difabel memiliki ruang yang sama untuk berkembang ketika akses pembinaan diberikan secara memadai. Keberhasilan Ade dan keluarganya menjadi contoh bahwa usaha kecil dapat menjadi penggerak perubahan. Dalam konteks itu, ekspor bukan hanya urusan perdagangan, melainkan juga pemberdayaan.

Dengan dukungan pemerintah, BUMN, dan mitra luar negeri, peluang ekspor UMKM Indonesia masih terbuka lebar. PT Gemilang Agro Inovasi kini memiliki pijakan yang lebih kuat untuk melanjutkan pengiriman ke Brunei dan negara lain. Jika konsistensi produksi terjaga, produk olahan singkong ini berpotensi memperkuat posisi di pasar internasional. Capaian tersebut menegaskan bahwa produk lokal dapat naik kelas melalui kerja keras dan kolaborasi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!