BSI mencatat laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun untuk kuartal I-2026. Pertumbuhan ini mencapai 17,10% year on year dibanding periode yang sama tahun lalu, sejalan dengan peningkatan kinerja di segmen infrastruktur digital. DPK perseroan tumbuh 17,99% yoy menjadi Rp 377 triliun hingga kuartal I-2026, menggarisbawahi meningkatnya kepercayaan nasabah.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyatakan capaian ini ditopang oleh penguatan infrastruktur digital perseroan. Aplikasi Byond by BSI misalnya telah mencatat pengguna mencapai 6,5 juta, tumbuh 79% sejak diluncurkan. Anggoro menegaskan fokus pada pengembangan BEYOND, ATM, EDC, QRIS, dan jaringan untuk memperluas layanan bagi nasabah.
Infrastruktur Digital
Pertumbuhan laba ditopang oleh infrastruktur digital perseroan, terutama ekosistem BEYOND. Aplikasi Byond by BSI saat ini memiliki 6,5 juta pengguna, meningkat 79% sejak diluncurkan. Manajemen menegaskan dukungan terhadap pengembangan jaringan dan layanan seperti ATM, EDC, QRIS, serta Bewize untuk memperluas akses nasabah.
Dalam konferensi pers virtual pada Selasa, 12 Mei 2026, Anggoro menyatakan kontribusi infrastruktur digital sebagai pendorong utama kinerja. Selain BEYOND, jaringan terkait ATM, EDC, QRIS, dan program Bewize turut memperkuat layanan. Kenaikan pengguna BEYOND menjadi indikasi adopsi layanan digital yang meningkat di segmen ritel.
Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan aset perseroan. Hingga kuartal I-2026, total aset BSI tumbuh 14,78% yoy menjadi Rp 460 triliun. Kinerja pembiayaan juga meningkat, dengan pembiayaan total Rp 329 triliun, tumbuh 14,39% yoy.
Kinerja Neraca & Dana
Neraca perseroan menunjukkan peningkatan signifikan pada kuartal I-2026. Total aset naik 14,78% yoy menjadi Rp460 triliun. DPK tumbuh 17,99% yoy menjadi Rp377 triliun.
Tabungan nasabah tercatat sebesar Rp160 triliun, naik 20,18% yoy. Fungsi intermediasi juga membaik dengan pembiayaan total sebesar Rp329 triliun, tumbuh 14,39% yoy. Kualitas pembiayaan terjaga dengan NPF Gross di level 1,8%, membaik sekitar 8 bps dibandingkan periode sebelumnya.
Manajemen menegaskan fokus pada digital sebagai fondasi kinerja 2026. Rencana memperluas layanan digital dan jaringan diharapkan menjaga momentum pertumbuhan. Analis mengamati langkah BSI untuk meningkatkan penetrasi pasar dan efisiensi operasional dalam menghadapi persaingan.
