PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI resmi menjalin kerja sama strategis dengan Syailendra Capital untuk memperluas akses masyarakat terhadap investasi syariah. Kolaborasi tersebut diumumkan melalui penandatanganan kerja sama dalam acara Mutual Fund Distribution Signing Ceremony di Kantor Pusat BRI, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Melalui kerja sama ini, BRI menargetkan perluasan layanan investasi bagi nasabah ritel di berbagai daerah. Dua produk reksa dana syariah Syailendra Capital kini dapat diakses melalui BRImo dan kantor cabang BRI di seluruh Indonesia.
Investasi Syariah di BRI
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat layanan investasi. Menurut dia, BRI ingin menghadirkan solusi keuangan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Sinergi dengan Syailendra Capital juga mempertegas penguatan ekosistem wealth management BRI.
Aris menyebut kolaborasi ini memadukan kekuatan jaringan BRI dengan pengalaman Syailendra Capital sebagai manajer investasi besar di Indonesia. Dengan jaringan layanan yang luas, BRI berharap akses terhadap produk investasi syariah menjadi lebih mudah dijangkau. Kemudahan tersebut dinilai penting untuk mendorong minat masyarakat terhadap instrumen investasi yang sesuai prinsip syariah.
Melalui kerja sama tersebut, masyarakat dapat mengakses dua produk unggulan Syailendra Capital, yakni Syailendra Sharia Money Market Fund dan Syailendra Sharia Fixed Income Fund. Keduanya dirancang untuk menjawab kebutuhan investor dengan profil risiko yang berbeda. BRI menilai kehadiran produk ini dapat memperkaya pilihan investasi di kanal digital maupun jaringan cabang.
Perseroan juga menekankan bahwa distribusi reksa dana syariah ini sejalan dengan upaya memperluas penetrasi investasi ke segmen ritel. Dengan kombinasi layanan digital dan fisik, nasabah memiliki lebih banyak opsi untuk berinvestasi. Langkah ini diharapkan memperkuat inklusi keuangan di pasar domestik.
Produk Pasar Uang Syariah
Syailendra Sharia Money Market Fund atau SSMMF merupakan reksa dana pasar uang syariah dengan komposisi investasi pada instrumen pasar uang syariah dan obligasi syariah. Produk ini memiliki jangka waktu jatuh tempo di bawah satu tahun. Karakteristik tersebut membuat SSMMF cocok untuk kebutuhan penempatan dana jangka pendek.
Dengan tingkat risiko yang relatif rendah, SSMMF ditujukan bagi investor pemula maupun nasabah yang mengutamakan likuiditas tinggi. Produk ini menawarkan potensi imbal hasil yang kompetitif di tengah kebutuhan masyarakat terhadap instrumen yang fleksibel. Minimum investasi SSMMF ditetapkan mulai dari Rp50 ribu.
Hingga 30 April 2026, SSMMF mencatatkan imbal hasil satu tahun sebesar 4,99 persen. Kinerja tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi investor yang mencari alternatif penempatan dana syariah. BRI menilai produk seperti ini dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat yang baru mengenal reksa dana.
Keberadaan SSMMF juga memperluas pilihan investasi syariah yang lebih mudah diakses melalui platform digital BRI. Nasabah dapat memanfaatkan BRImo untuk bertransaksi tanpa harus datang ke kantor cabang. Fasilitas ini diharapkan mendorong adopsi investasi yang lebih praktis dan terjangkau.
Pendapatan Tetap Dengan Prinsip Syariah
Selain SSMMF, BRI juga memasarkan Syailendra Sharia Fixed Income Fund atau SSFIF kepada nasabah. Produk ini merupakan reksa dana pendapatan tetap syariah yang berfokus pada instrumen obligasi syariah, khususnya sukuk korporasi berperingkat layak investasi. Strategi tersebut dirancang untuk menjaga kualitas aset portofolio.
SSFIF dikelola secara aktif dan selektif melalui investasi pada sukuk korporasi dengan minimal rating A. Pendekatan itu dilakukan untuk menjaga risiko kredit tetap relatif terjaga. Komposisi portofolio yang didominasi instrumen berdurasi pendek juga membuat kinerjanya cenderung lebih stabil.
Karakteristik tersebut membuat SSFIF tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suku bunga maupun inflasi. Produk ini ditujukan bagi investor dengan profil risiko moderat yang mencari pertumbuhan investasi jangka menengah hingga panjang. Prinsip syariah tetap menjadi dasar pengelolaan portofolio.
Hingga 30 April 2026, SSFIF mencatatkan imbal hasil satu tahun sebesar 7,58 persen dengan minimum investasi mulai dari Rp10 ribu. Angka tersebut memberi sinyal bahwa produk ini dapat menarik minat nasabah yang menginginkan akses awal yang ringan. BRI melihat segmen ini memiliki peluang besar untuk terus berkembang.
Dorong Akses Keuangan Ritel
BRI menilai kerja sama dengan Syailendra Capital akan memperluas akses masyarakat terhadap investasi syariah di berbagai wilayah. Dukungan jaringan BRI yang luas dinilai penting untuk menjangkau lebih banyak calon investor. Upaya ini juga sejalan dengan penguatan penetrasi produk investasi ke segmen ritel.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan alternatif investasi syariah yang lebih praktis dan terpercaya. Nasabah dapat memilih produk sesuai kebutuhan, baik untuk tujuan jangka pendek maupun menengah. Keberagaman pilihan ini menjadi nilai tambah dalam pengembangan layanan investasi BRI.
Di sisi lain, sinergi ini mempertegas peran BRI sebagai penyedia solusi keuangan terintegrasi bagi masyarakat. Perusahaan berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nasabah modern. Produk syariah menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
Dengan hadirnya dua produk reksa dana Syailendra Capital di ekosistem BRI, masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap investasi berbasis syariah. BRI dan Syailendra Capital berharap kemitraan ini dapat mendorong minat investasi yang lebih sehat dan inklusif. Kerja sama tersebut juga menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat literasi dan partisipasi keuangan masyarakat.
