Artis komedian sekaligus pedangdut Boiyen mengaku tidak berkurban pada Idul Adha tahun ini. Meski begitu, ia tetap menikmati suasana hari raya bersama keluarga di rumah pada Jumat, 29 Mei 2026, di Studio Arisan Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan.
Boiyen menuturkan perayaan Idul Adha di keluarganya berlangsung sederhana, namun tetap hangat. Momen berkumpul, makan bersama, dan menyantap sate menjadi bagian yang selalu dinantikan setiap tahun.
Boiyen Rayakan Idul Adha
Boiyen menyampaikan pengakuan soal kurban itu dengan nada bercanda saat ditemui wartawan. Ia sempat melontarkan gurauan tentang kurban perasaan sebelum menegaskan bahwa tahun ini dirinya belum berkurban.
Menurutnya, keputusan tersebut tidak mengurangi rasa syukur saat Idul Adha tiba. Ia tetap merasa bahagia karena bisa merayakan hari besar bersama orang-orang terdekat.
Perayaan yang dijalani Boiyen tidak banyak berubah dari tahun sebelumnya. Ia memilih berada di rumah dan menikmati suasana kebersamaan bersama keluarga.
Bagi Boiyen, Idul Adha bukan hanya soal ibadah kurban, tetapi juga tentang kehangatan rumah. Suasana itu membuat hari raya terasa lengkap meski tanpa agenda khusus di luar rumah.
Tradisi Keluarga Sederhana
Boiyen menjelaskan bahwa keluarganya punya tradisi Idul Adha yang sederhana. Mereka biasanya berkumpul, lalu makan bersama di rumah.
Ia menyebut momen itu sebagai kesempatan untuk menyambung silaturahmi dengan saudara. Kebersamaan seperti ini, menurutnya, selalu memberi kesan istimewa.
Selain makan bersama, keluarga Boiyen juga kerap menyiapkan sate saat hari raya. Tradisi itu menjadi pelengkap suasana Idul Adha yang akrab dan santai.
Boiyen menilai kebiasaan tersebut membuat hari raya terasa lebih berkesan. Tanpa acara besar pun, suasana hangat tetap hadir di tengah keluarga.
Batas Konsumsi Daging
Meski sering mendapat daging kurban dari lingkungan sekitar dan kerabat, Boiyen mengaku tidak ingin berlebihan. Ia sadar konsumsi daging perlu dibatasi agar tubuh tetap sehat.
Ia menyebut alasan kesehatan menjadi pertimbangan utama dalam menikmati makanan saat Idul Adha. Salah satu yang ia hindari adalah makan daging terlalu banyak karena khawatir kolesterol.
Boiyen memilih membagikan sebagian daging kurban kepada teman dan saudara. Dengan begitu, kebahagiaan Idul Adha bisa dirasakan lebih banyak orang.
Pilihan itu menunjukkan bahwa perayaan hari raya tidak harus identik dengan konsumsi berlebihan. Bagi Boiyen, menjaga kesehatan tetap penting di tengah suasana penuh hidangan.
Soal Sate dan Dapur
Saat ditanya soal kemampuan memasak, Boiyen mengaku tidak terlalu andal dalam meracik bumbu sate. Ia hanya mengambil bagian sederhana, yaitu menusuk daging ke tusukan sate.
Dengan gaya khasnya, Boiyen mengatakan urusan bumbu bukan keahliannya. Bagian itu biasanya dikerjakan oleh orang lain yang lebih paham dapur.
Meski begitu, ia tetap menikmati proses bakar-bakar sate bersama keluarga. Aktivitas itu menjadi bagian dari keseruan Idul Adha yang ia sukai.
Pengakuan Boiyen memperlihatkan sisi santai dari perayaan hari raya di rumah. Kebersamaan, canda, dan makanan sederhana menjadi inti dari momen Idul Adha baginya.
