Boiyen Tak Berkurban, Pilih Rayakan Idul Adha di Rumah

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 15:58 WIB 2
Boiyen Tak Berkurban, Pilih Rayakan Idul Adha di Rumah

Artis komedian sekaligus pedangdut Boiyen mengaku tidak berkurban pada Idul Adha tahun ini. Meski demikian, ia tetap merayakan hari raya tersebut bersama keluarga di rumah dengan suasana hangat dan sederhana.

Boiyen menyampaikan hal itu saat ditemui di Studio Arisan Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026). Dengan candaan khasnya, ia menegaskan bahwa tahun ini dirinya memang tidak ikut berkurban, tetapi tetap menikmati momen kebersamaan dengan orang-orang terdekat.

Boiyen nikmati Idul Adha

Boiyen memilih menghabiskan Idul Adha di rumah bersama keluarga tercinta. Baginya, kebersamaan keluarga menjadi bagian penting dari perayaan hari raya kurban.

Ia menilai suasana kumpul keluarga selalu memberi kenyamanan tersendiri. Tradisi itu disebutnya sudah menjadi kebiasaan yang dijalani setiap tahun.

Meski tidak berkurban, Boiyen tetap merasa suasana Idul Adha tahun ini berjalan hangat. Ia lebih memilih menikmati momen santai bersama keluarga daripada merayakan secara besar-besaran.

Baginya, kesederhanaan justru membuat perayaan terasa lebih bermakna. Momen berkumpul di rumah menjadi cara untuk menjaga kedekatan antaranggota keluarga.

Tradisi keluarga sederhana

Boiyen mengatakan tradisi keluarganya saat Idul Adha tergolong sederhana. Aktivitas utama mereka biasanya diisi dengan makan bersama di rumah.

Selain makan bersama, keluarga Boiyen juga kerap menggelar bakar satai. Kegiatan itu menjadi salah satu cara menikmati daging kurban yang dibagikan oleh kerabat dan lingkungan sekitar.

Ia menyebut suasana seperti itu selalu menghadirkan kegembiraan. Momen makan bersama membuat Idul Adha terasa lebih akrab dan meriah.

Menurut Boiyen, tradisi tersebut tidak memerlukan persiapan yang rumit. Yang terpenting adalah kesempatan untuk berkumpul dan saling berbagi dengan keluarga besar.

Satai dan daging kurban

Boiyen mengaku kerap menerima daging kurban dari orang sekitar dan kerabat. Karena itu, menu yang paling sering diolah saat Idul Adha adalah satai.

Ia menyebut kebiasaan bakar-bakar satai sudah menjadi pilihan praktis bagi keluarganya. Banyaknya daging yang diterima membuat sajian tersebut mudah dinikmati bersama-sama.

Meski suka suasana bakar satai, Boiyen mengaku tidak ingin makan daging berlebihan. Ia menilai konsumsi daging perlu dibatasi agar kesehatan tetap terjaga.

Menurutnya, kebanyakan makan daging bisa berdampak pada kolesterol. Karena itu, sebagian daging kurban lebih dulu dibagikan kepada teman dan saudara.

Boiyen tak andal bumbu

Dalam urusan memasak, Boiyen mengaku tidak terlalu piawai meracik bumbu satai. Ia hanya membantu bagian sederhana dalam proses penyajian.

Boiyen mengatakan dirinya lebih sering bertugas menusuk daging. Soal bumbu dan racikan rasa, ia menyerahkannya kepada orang lain yang lebih menguasai.

Sikap itu membuatnya tetap bisa terlibat dalam tradisi keluarga tanpa harus repot di dapur. Ia pun menikmati perannya dengan santai sambil bercanda.

Pengakuan Boiyen menambah sisi ringan dari perayaan Idul Adha tahun ini. Di tengah kesederhanaan, ia tetap menunjukkan bahwa kebersamaan keluarga menjadi inti utama perayaan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!