Boikot Met Gala 2026 Mencuat, Sponsor Jeff Bezos Disorot

Lifestyle Nadia Safira Putri 23 Mei 2026 10:28 WIB 7
Boikot Met Gala 2026 Mencuat, Sponsor Jeff Bezos Disorot

Gelombang kritik terhadap Met Gala 2026 kembali mencuat setelah terungkap bahwa ajang mode bergengsi itu didukung oleh pendiri Amazon, Jeff Bezos, bersama istrinya, Lauren Sánchez Bezos. Seruan boikot pun bermunculan di sekitar Metropolitan Museum of Art, New York City, menjelang perhelatan yang dijadwalkan pada Senin, 4 Mei 2026.

Sejumlah aktivis memasang poster bernada protes di berbagai titik dekat The Met, dengan pesan yang menyorot keterkaitan Bezos dengan isu ketenagakerjaan dan kebijakan imigrasi. Dukungan dana besar dari Bezos juga memicu tudingan bahwa ia tengah mencari pengaruh di panggung mode paling prestisius di dunia.

Boikot Met Gala Menguat

Poster-poster protes itu menyebar di area sekitar museum, lalu menarik perhatian publik yang melintas di kawasan Manhattan. Tulisan seperti Bezos Met Gala: Brought to you by the firm that powers ICE dan Boycott the Bezos Met Gala menjadi sorotan utama.

Seruan tersebut muncul sebagai respons atas keputusan museum yang mengumumkan dukungan Bezos dan Lauren Sánchez Bezos sebagai sponsor utama pada November lalu. Selain pasangan itu, dukungan juga datang dari Condé Nast, induk Vogue, serta rumah mode Saint Laurent.

Kehadiran kampanye boikot menunjukkan bahwa Met Gala bukan hanya soal mode, tetapi juga ruang yang kerap bersinggungan dengan isu sosial dan politik. Dalam konteks ini, publik menilai penyelenggaraan acara tidak bisa dilepaskan dari sumber pendanaannya.

Peran Bezos Disoal Publik

Menurut laporan Page Six, Bezos menyumbang sekitar US$10 juta atau hampir Rp175 miliar untuk Costume Institute, divisi pameran fashion di The Met. Nilai besar itu membuat namanya langsung menjadi bahan perbincangan di kalangan pengamat mode dan aktivis.

Sejumlah pihak menilai kontribusi tersebut berpotensi membuka ruang pengaruh yang terlalu besar dalam salah satu ajang mode paling eksklusif di dunia. Kritik itu menguat karena Met Gala selama ini dikenal sebagai panggung yang sangat selektif dan sarat simbol status.

Di sisi lain, pihak museum memandang dukungan finansial seperti ini penting untuk menjaga keberlangsungan pameran dan program seni. Namun, besarnya perhatian publik menunjukkan bahwa sumber dana kini sama pentingnya dengan kemegahan acara itu sendiri.

Tudingan dan Simbol Protes

Salah satu poster yang dipasang aktivis menampilkan ilustrasi tabung gas air mata di karpet merah, sebuah simbol yang merujuk pada tudingan terhadap Amazon. Gambar itu dikaitkan dengan isu pekerja gudang asing yang disebut kehilangan izin kerja di tengah kebijakan deportasi era Donald Trump.

Penggunaan simbol tersebut menunjukkan bahwa protes terhadap Met Gala 2026 tidak hanya menyasar acara mode, tetapi juga reputasi bisnis Bezos. Dengan cara itu, aktivis berusaha menghubungkan glamor karpet merah dengan persoalan ketenagakerjaan yang lebih luas.

Konten poster yang tajam membuat isu ini cepat menyebar di media sosial dan memicu perdebatan baru. Sebagian publik menilai kritik tersebut relevan, sementara yang lain menilai ajang amal dan mode tidak semestinya dibebani seluruh kontroversi bisnis sponsor.

Met Gala dan Citra Elit

Met Gala selama bertahun-tahun dikenal sebagai ajang mode paling bergengsi yang mempertemukan selebritas, desainer, dan figur berpengaruh. Karena itu, setiap perubahan pada sumber pendanaan atau daftar sponsor kerap memicu sorotan luas.

Kritik terhadap edisi 2026 mempertegas bahwa citra elit Met Gala kini semakin sulit dipisahkan dari perdebatan etika dan tanggung jawab sosial. Publik tidak hanya melihat busana dan selebritas, tetapi juga jejak bisnis di balik kemewahan yang ditampilkan.

Menjelang hari pelaksanaan, perhatian publik tampaknya akan tetap tertuju pada The Met, bukan hanya karena gaun rancangan rumah mode besar. Lebih dari itu, perdebatan tentang peran Bezos diperkirakan terus mewarnai pembicaraan seputar Met Gala 2026.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!