Sektor bisnis laundry atau penatu di Indonesia dinilai tengah berada pada momentum pertumbuhan yang strategis. Hal itu disampaikan CEO Apique Group, Apik Primadya, dalam Laundry Innovation Day 2025 yang digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2025.
Dalam forum bertema Laundry Business Outlook 2026 itu, Apik memaparkan prospek pasar penatu di Asia Tenggara yang terus meningkat, termasuk Indonesia yang disebut menjadi salah satu negara dengan adopsi laundromat tertinggi di kawasan. Pertumbuhan ini didorong oleh perubahan gaya hidup, efisiensi layanan, dan minat pelaku usaha terhadap model bisnis yang lebih modern.
Prospek bisnis laundry menguat
Apik menjelaskan bahwa pasar penatu di Asia Tenggara tumbuh pesat dengan compound annual growth rate sebesar 9,1 persen untuk periode 2025 hingga 2030. Angka tersebut menunjukkan adanya ruang ekspansi yang besar bagi pelaku usaha laundry di kawasan ini. Di Indonesia, tren itu ikut menguat seiring meningkatnya kebutuhan layanan yang cepat dan praktis.
Ia menambahkan bahwa model laundromat self-service telah mencapai 18.000 outlet di Asia Pasifik pada 2024. Jumlah itu naik 60 persen dalam empat tahun terakhir, sehingga menandakan adopsi yang makin luas. Indonesia kini bersaing dengan Thailand dan Singapura sebagai pasar yang paling aktif mengembangkan konsep tersebut.
Menurut Apik, peluang tersebut tidak hanya terbuka bagi pemain besar, tetapi juga bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Mereka dapat masuk ke pasar dengan model yang lebih efisien, fleksibel, dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Kondisi ini membuat sektor laundry semakin menarik sebagai lini bisnis yang berkelanjutan.
Strategi hijau jadi pembeda
Dalam paparannya, Apik menekankan pendekatan green ocean strategy sebagai fokus bisnis laundry yang ia jalankan. Strategi ini memadukan inovasi usaha dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Tujuannya adalah menciptakan bisnis yang kompetitif sekaligus berkelanjutan.
Ia menyebut kolaborasi menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga daya saing di tengah perubahan pasar. Digitalisasi juga dipandang penting karena mampu meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman pelanggan. Sementara itu, efisiensi energi menjadi faktor yang semakin menentukan dalam pengelolaan usaha laundry modern.
Dengan pendekatan tersebut, pelaku usaha dapat menekan biaya sekaligus memperkuat nilai tambah di mata konsumen. Di saat yang sama, bisnis laundry juga dapat ikut berkontribusi pada upaya pengurangan dampak lingkungan. Kombinasi ini dinilai relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Inovasi dorong persaingan sehat
Laundry Innovation Day with Expo Laundry 2025 dirancang lebih interaktif dibandingkan gelaran tahun sebelumnya. Format baru ini memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan menjajaki peluang kerja sama. Pendekatan tersebut juga diharapkan memperkuat ekosistem bisnis laundry nasional.
Apik mengatakan, antusiasme peserta terlihat dari cepat habisnya tiket acara yang hanya disediakan sebanyak 300 lembar. Seluruh tiket tersebut ludes sekitar satu bulan sebelum acara dimulai. Kondisi itu menunjukkan besarnya minat pelaku usaha terhadap perkembangan industri laundry.
Menurut dia, tingginya minat tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor laundry ke depan. Pelaku usaha dinilai semakin sadar bahwa inovasi dan efisiensi harus berjalan beriringan. Dengan begitu, persaingan dapat berlangsung sehat dan memberi manfaat lebih luas bagi pasar.
Peluang usaha ke depan
Melihat tren pertumbuhan pasar dan perubahan perilaku konsumen, sektor laundry diperkirakan terus menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Konsep laundromat, layanan terintegrasi, dan pemanfaatan teknologi menjadi unsur yang paling menonjol dalam perkembangan industri ini. Pelaku usaha yang adaptif dinilai lebih siap menghadapi persaingan.
Selain memperhatikan sisi bisnis, pelaku industri juga mulai menempatkan keberlanjutan sebagai prioritas. Penggunaan energi yang efisien, sistem kerja digital, dan model layanan yang ramah lingkungan menjadi nilai tambah yang semakin dicari konsumen. Faktor tersebut dapat memperkuat posisi brand di tengah pasar yang kompetitif.
Dengan momentum yang ada, bisnis laundry di Indonesia berpeluang berkembang lebih cepat dalam beberapa tahun mendatang. Namun, keberhasilan akan sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha membaca kebutuhan pasar dan menjalankan strategi yang tepat. Dalam konteks ini, inovasi menjadi kunci utama untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.
