Billy Syahputra Cerita Perjalanan Haru ke Belarus

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 11:27 WIB 6
Billy Syahputra Cerita Perjalanan Haru ke Belarus

Billy Syahputra baru saja kembali ke Indonesia setelah lebih dari sebulan berada di Belarus bersama istri, Vika Kolesnaya, dan anak mereka. Perjalanan ke Eropa Timur itu dilakukan untuk mempertemukan Vika dengan ibundanya, sekaligus mengobati rindu keluarga yang lama terpisah.

Di balik momen bahagia itu, Billy mengaku perjalanan tersebut dipenuhi haru, drama, dan tantangan kesehatan. Ia bahkan menyebut sang istri sempat mengalami baby blues setelah melahirkan, sehingga pertemuan dengan keluarga di kampung halaman menjadi hal yang sangat berarti.

Perjalanan Billy ke Belarus

Billy menjelaskan bahwa tujuan utama keberangkatan ke Belarus adalah membawa Vika bertemu kembali dengan ibundanya. Selain itu, ia ingin anak mereka berjumpa langsung dengan neneknya di negara asal sang istri. Menurutnya, momen itu sudah lama dinantikan oleh seluruh keluarga. Karena itu, perjalanan jauh tersebut ia anggap sebagai bentuk tanggung jawab sebagai suami dan ayah.

Ia mengungkapkan suasana perjalanan terasa campur aduk karena ada sedih, haru, dan bahagia sekaligus. Billy menilai momen itu sangat penting bagi Vika yang jauh dari orang tua sejak tinggal di Indonesia. Baginya, melihat keluarga bertemu kembali menjadi kebahagiaan yang sulit diukur dengan materi. Itulah alasan ia rela menempuh perjalanan panjang ke Belarus.

Dalam keterangannya di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Billy menyebut pertemuan tersebut sangat dinanti-nantikan. Ia mengatakan Vika sempat mengalami baby blues setelah melahirkan, sehingga kehadiran keluarga besar menjadi penawar rindu yang dibutuhkan. Kondisi itu membuat perjalanan ke Belarus terasa lebih emosional. Billy pun tak menutupi bahwa dirinya ikut terharu menyaksikan pertemuan tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa keputusan pergi ke Belarus bukan sekadar liburan keluarga biasa. Perjalanan itu dirancang agar ibu Vika bisa melihat langsung cucunya untuk pertama kali setelah kelahiran. Menurut Billy, hal seperti itu sangat penting dalam kehidupan keluarga lintas negara. Karena itu, ia berusaha memastikan semuanya berjalan baik meski penuh tantangan.

Kondisi Sakit Selama Perjalanan

Billy mengaku perjalanan membawa anak kecil ke luar negeri ternyata jauh lebih rumit dibanding bepergian sendiri. Ia harus memikirkan kenyamanan, kesehatan, dan stamina seluruh anggota keluarga selama berada di perjalanan panjang. Situasi itu membuatnya lebih waspada sejak awal keberangkatan. Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai salah satu perjalanan paling melelahkan yang pernah dijalani.

Ia bahkan sempat panik karena dirinya, istri, dan anak mereka bergantian jatuh sakit saat menuju Belarus. Sang buah hati yang akrab disapa Dede Bule sempat demam tinggi hingga 39,6 derajat. Meski begitu, Billy kagum karena anaknya tetap tenang dan tidak banyak rewel. Ia hanya menangis sebentar saat tubuhnya sudah tidak kuat menahan sakit.

Menurut Billy, kondisi itu membuat perjalanan terasa benar-benar penuh drama. Ia menyebut dirinya sakit selama empat hari, anaknya tiga hari, sedangkan sang istri dua hari. Perubahan kondisi kesehatan yang silih berganti membuat mereka harus saling menjaga satu sama lain. Dalam situasi itu, ia merasa peran keluarga sangat penting untuk tetap tenang.

Meski sempat kesulitan, Billy bersyukur karena keluarga kecilnya bisa melewati perjalanan tersebut sampai tujuan. Ia menilai pengalaman itu justru mempererat ikatan mereka sebagai pasangan dan orang tua. Bagi Billy, menghadapi sakit bersama di negara orang bukan hal yang mudah. Namun, pengalaman itu menjadi pelajaran berharga tentang ketahanan keluarga.

Air Mata Sang Nenek

Momen paling menyentuh terjadi saat Billy dan keluarga harus kembali ke Indonesia setelah tinggal lebih dari sebulan di Belarus. Sang nenek disebut tak kuasa menahan tangis ketika harus berpisah lagi dengan anak dan cucunya. Perpisahan itu terasa berat karena mereka kini harus menjalani hubungan jarak jauh antar benua. Suasana haru pun tak terhindarkan di akhir kunjungan.

Billy mengatakan pertemuan keluarga itu membawa kebahagiaan besar, tetapi juga meninggalkan kesedihan saat waktu berpisah tiba. Ia memahami bahwa sang ibu mertua sangat merindukan Vika dan cucunya. Karena itu, tangis saat perpisahan menjadi hal yang wajar dalam situasi tersebut. Menurutnya, ikatan keluarga justru terlihat kuat dari reaksi emosional itu.

Ia menuturkan bahwa pertemuan dengan ibu Vika sudah lama diimpikan sejak sebelum keberangkatan. Momen tersebut menjadi lebih berarti karena terjadi setelah proses persalinan dan masa pemulihan yang tidak mudah. Billy menilai kebersamaan singkat itu telah memberi energi baru bagi istrinya. Kehangatan keluarga di Belarus disebutnya sangat membantu kondisi emosional Vika.

Pengalaman itu juga membuat Billy semakin paham pentingnya memberi waktu bagi keluarga untuk saling bertemu. Menurutnya, jarak geografis tidak boleh menghalangi hubungan orang tua, anak, dan cucu. Karena itu, ia menganggap kunjungan ke Belarus bukan sekadar perjalanan, tetapi investasi emosional bagi keluarganya. Hal tersebut menjadi salah satu kenangan paling berkesan dalam hidupnya.

Prioritas Keluarga Billy

Billy mengaku rela mengesampingkan pekerjaan dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit demi membahagiakan istri serta keluarga kecilnya. Ia menilai kebahagiaan Vika dan keluarganya jauh lebih penting dibanding urusan lain. Sebagai suami, ia merasa harus hadir dan siaga untuk kebutuhan rumah tangga. Prinsip itu, menurutnya, menjadi pegangan utama dalam mengambil keputusan.

Ia menegaskan bahwa Vika telah meninggalkan negaranya dan jauh dari orang tua demi ikut hidup bersamanya di Indonesia. Kondisi itu membuat Billy merasa wajib memberi perhatian lebih. Baginya, tanggung jawab suami bukan hanya soal nafkah, tetapi juga memastikan istri merasa nyaman dan bahagia. Karena itu, ia menempatkan keluarga di atas kepentingan pekerjaan sementara.

Soal biaya dan pekerjaan yang tertinggal, Billy menyebut semuanya berada di urutan kedua. Ia percaya rezeki akan tetap ada selama keluarga dijaga dengan baik. Pandangan itu membuatnya tidak ragu mengambil keputusan yang menurutnya benar. Dalam hidupnya, prioritas utama tetap keluarga dan kebersamaan.

Di sisi lain, Billy juga belum menentukan kewarganegaraan sang anak. Ia memilih memberi kebebasan kepada anaknya untuk menentukan sendiri apakah kelak ingin menjadi warga negara Indonesia atau Belarus. Rencananya, ia juga ingin kembali membawa keluarganya ke Belarus pada tahun depan. Langkah itu menunjukkan bahwa hubungan dua negara dalam keluarganya akan terus terjaga.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!