Biblical Diet Viral, Tren Makan Alami di Media Sosial

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 08:57 WIB 2
Biblical Diet Viral, Tren Makan Alami di Media Sosial

Tren diet kembali bergeser di media sosial, kali ini ke pola makan bernama biblical diet yang ramai dibahas di TikTok, Instagram, hingga Facebook. Pola makan ini menarik perhatian karena menggabungkan pilihan makanan alami dengan nilai spiritual yang merujuk pada bahan pangan yang disebut dalam Alkitab.

Popularitasnya ikut terdorong oleh para influencer yang mengemas pola makan tersebut sebagai gaya hidup sehat dan sederhana. Meski begitu, para ahli tetap menekankan bahwa diet apa pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan gizi tubuh agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Biblical Diet di Media Sosial

Biblical diet adalah pola makan yang berfokus pada makanan alami dan minim proses, seperti ikan, roti, buah-buahan, sayuran, madu, biji-bijian, dan minyak zaitun. Konsep ini disebut terinspirasi dari makanan yang tercantum dalam Alkitab.

Di media sosial, tren ini cepat menyebar karena tampil sederhana dan mudah dipahami oleh banyak pengguna. Banyak orang tertarik mencobanya setelah melihat konten para kreator yang menampilkan menu sehari-hari dengan pendekatan religius.

Selain dianggap lebih sehat, pola makan ini juga dipandang memiliki dimensi spiritual yang kuat. Hal tersebut membuat biblical diet tidak hanya dibicarakan sebagai tren kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup.

Meski demikian, popularitas di media sosial tidak otomatis menjadikannya cocok untuk semua orang. Setiap individu tetap perlu menyesuaikan pola makan dengan kondisi tubuh, aktivitas harian, dan kebutuhan energi masing-masing.

Kayla Bundy dan Influencer

Salah satu sosok yang mempopulerkan biblical diet adalah Kayla Bundy, influencer berusia 27 tahun yang memiliki lebih dari 500 ribu pengikut di TikTok. Ia mengaku telah menjalani pola makan ini selama delapan tahun terakhir.

Kayla mulai tertarik setelah memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi tokoh-tokoh dalam Alkitab. Dari sana, ia melihat adanya hubungan antara kesehatan tubuh dan nilai-nilai spiritual yang ia yakini.

Popularitasnya di media sosial kemudian berkembang menjadi peluang bisnis. Ia menjual panduan digital tentang superfood ala biblical diet dan membuka sesi konsultasi berbayar untuk pengikutnya.

Selain Kayla, ada pula Abbie Stasior, ahli gizi asal Nashville, yang kerap mengaitkan pola makan sehat dengan ayat-ayat Alkitab. Ia sering mencontohkan sarapan roti dan ikan sebagai kombinasi karbohidrat dan protein yang seimbang.

Alasan Tren Ini Diminati

Minat terhadap biblical diet tumbuh karena banyak orang mencari pola makan yang dianggap lebih alami dan sederhana. Di tengah maraknya diet ekstrem, konsep ini hadir dengan pesan yang mudah diterima oleh pengguna internet.

Konten yang menampilkan makanan lokal, bahan segar, dan menu minim proses juga membuat tren ini terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kehadiran unsur doa dan kutipan kitab suci menambah daya tarik bagi mereka yang ingin mengaitkan kesehatan dengan spiritualitas.

Annalies Xaviera, seorang ibu rumah tangga dengan ratusan ribu pengikut di Facebook, turut memperkuat popularitas tren ini. Ia rutin membagikan konten tentang makanan alami dan tidak diproses, lengkap dengan pesan religius.

Perpaduan antara gaya hidup sehat, kesederhanaan, dan nilai keagamaan membuat biblical diet mudah viral. Namun, ketertarikan publik tetap harus diimbangi dengan pemahaman yang benar mengenai kebutuhan nutrisi.

Sikap Ahli Gizi

Meski viral, para ahli mengingatkan bahwa pola makan sehat idealnya tetap memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang. Tubuh membutuhkan kombinasi karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dalam porsi yang sesuai.

Mengandalkan satu jenis diet tanpa memperhatikan kecukupan nutrisi dapat menimbulkan risiko tertentu. Karena itu, pemilihan makanan tidak sebaiknya hanya didasarkan pada tren, melainkan juga pada kondisi kesehatan masing-masing.

Bagi sebagian orang, makanan alami memang dapat menjadi langkah awal menuju pola hidup yang lebih baik. Akan tetapi, keseimbangan tetap menjadi prinsip utama agar manfaat diet dapat dirasakan secara optimal.

Dengan demikian, biblical diet dapat dipandang sebagai inspirasi gaya hidup sehat, bukan aturan baku yang harus diikuti semua orang. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap penting sebelum memulai pola makan baru, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan medis khusus.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!