Met Gala kembali menghadirkan sorotan besar pada gaya para selebriti, namun perhatian kali ini justru jatuh kepada seorang model yang tampil lebih santai dari tamu lain. Bhavitha Mandava, model asal India, viral karena terlihat mengenakan jeans dan atasan sederhana di tengah parade busana mewah. Penampilannya yang tampak kasual itu menjadi pembicaraan karena berbeda dari standar glamor karpet merah. Di balik kesan sederhana tersebut, rupanya ada detail mode yang sangat mencuri perhatian.
Busana yang dikenakan Bhavitha ternyata bukan pakaian biasa, melainkan rancangan Chanel dengan teknik trompe l’oeil. Setelan yang terlihat seperti rajutan dan denim itu dibuat dari sutra ultra halus, sehingga menipu mata dengan tampilan harian yang realistis. Konsep tersebut memperlihatkan pendekatan Chanel yang kian berani dalam memainkan ilusi visual. Kehadirannya di ajang itu juga menambah daya tarik perjalanan kariernya yang tengah menanjak di industri fashion.
Gaya Met Gala Bhavitha
Bhavitha Mandava tampil mencolok justru karena tidak tampil mencolok di Met Gala. Saat banyak tamu mengenakan busana dengan siluet dramatis, ia memilih tampilan yang terlihat sederhana dan ringan. Dari kejauhan, penampilannya bahkan menyerupai kombinasi zip-up dan celana denim biasa. Namun, detail busana itu menyimpan pesan kuat tentang kreativitas rumah mode asal Prancis tersebut.
Setelan yang dikenakan Bhavitha berasal dari Chanel, meski sekilas tampak seperti busana kasual sehari-hari. Material yang digunakan adalah sutra ultra halus, yang dirancang untuk meniru tekstur kain rajut dan denim. Efek visual itu menciptakan kesan seolah ia datang tanpa persiapan berlebihan, padahal konsepnya sangat terukur. Strategi tersebut sejalan dengan arah estetika Chanel yang kerap mengedepankan keanggunan dalam bentuk yang tidak biasa.
Menurut laporan Whowhatwear, tampilan itu mengandalkan efek trompe l’oeil yang menjadi ciri khas Chanel belakangan ini. Teknik tersebut memberi ilusi seolah pakaian terbuat dari bahan yang sangat berbeda dari aslinya. Efek serupa juga pernah terlihat dalam koleksi haute couture musim semi dan musim panas jenama tersebut. Bhavitha sendiri telah lebih dulu memperagakan busana dari koleksi itu dalam agenda sebelumnya.
Pesona Chanel yang Menipu Mata
Chanel tampaknya ingin menunjukkan bahwa kemewahan tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang berlebihan. Lewat desain trompe l’oeil, rumah mode itu menghadirkan busana yang dekat dengan keseharian tetapi tetap berkelas. Pendekatan ini memberi kesan segar di tengah dominasi gaun megah dan ornamen mencolok di karpet merah. Bhavitha menjadi medium yang tepat untuk memperlihatkan konsep tersebut secara langsung.
Kontras paling jelas terlihat saat Bhavitha mengunggah selfie di Instagram bersama sejumlah selebriti ternama. Dalam foto itu, ia tampak berdiri bersama member BLACKPINK hingga Margot Robbie. Perbedaan gaya yang ia bawa membuat kehadirannya terlihat seperti dari dunia acara yang berbeda. Meski demikian, justru momen itu yang membuat penampilannya semakin mudah diingat publik.
Pilihan busana Bhavitha membuktikan bahwa kesederhanaan juga bisa menjadi strategi panggung yang kuat. Di tengah sorotan Met Gala, tampilan yang tidak heboh justru mampu memancing rasa ingin tahu lebih besar. Publik akhirnya menelusuri detail busana, label, dan teknik yang digunakan dalam desain tersebut. Dari situ, Chanel kembali mendapatkan panggung untuk menunjukkan kecanggihan kreativitasnya.
Perjalanan Karier Bhavitha
Bhavitha Mandava bukan wajah baru di dunia mode internasional. Namanya mulai dikenal setelah membuka fashion show Chanel's Metiers d’Art 2026 pada akhir tahun lalu. Sejak saat itu, kariernya terus mendapat perhatian dari pelaku industri fashion global. Kehadirannya di Met Gala semakin menegaskan posisinya sebagai model yang sedang naik daun.
Latar belakang pendidikan Bhavitha juga menjadi bagian menarik dari perjalanan hidupnya. Ia merupakan sarjana arsitektur dari Jawaharlal Nehru Technological University, lalu pindah ke New York untuk menempuh studi magister. Bidang yang ia ambil adalah teknologi bantuan dan interaksi manusia-komputer. Perpaduan antara pendidikan akademik dan karier mode membuat profilnya terasa unik dibanding banyak model lain.
Saat menimba ilmu di Amerika Serikat, Bhavitha ditemukan oleh seorang agen model. Dari situ, ia kemudian menjalani debut di Bottega Veneta Spring/Summer 2025. Perjalanan yang dimulai dari dunia akademik hingga panggung runway memperlihatkan lintasan karier yang tidak biasa. Kombinasi bakat, pendidikan, dan keberuntungan itu kini mulai membentuk namanya di level internasional.
Viral dari Subway ke Runway
Bhavitha sebelumnya sempat viral karena sebuah penampilan runway yang tidak biasa. Ia berjalan di subway sebelum akhirnya masuk ke panggung peragaan yang bertema stasiun kereta bawah tanah. Konsep itu menjadi perhatian karena mengaburkan batas antara ruang publik dan panggung mode. Kehadirannya seolah menyatu dengan tema pertunjukan secara natural.
Menariknya, momen tersebut memiliki hubungan langsung dengan proses penemuannya sebagai model. Bhavitha direkrut di stasiun kereta bawah tanah, tempat yang kemudian menjadi latar simbolik bagi salah satu penampilan runway-nya. Cerita itu membuat perjalanan kariernya terasa lebih personal dan autentik. Publik pun melihat ada narasi kuat di balik setiap langkah yang ia ambil di dunia fashion.
Dari subway hingga Met Gala, Bhavitha menunjukkan bahwa sorotan dapat datang dari cara tampil yang tidak biasa. Ia tidak harus selalu memakai busana paling ramai untuk menjadi pusat perhatian. Dalam industri mode, identitas visual yang kuat sering kali lebih berkesan daripada kemewahan semata. Bhavitha kini menjadi contoh bagaimana konsep sederhana bisa berubah menjadi momen viral yang bernilai tinggi.
