Benarkah Susu Kental Manis Tidak Mengandung Susu?

Lifestyle Anindya Kirana Putri 01 Juni 2026 05:50 WIB 2
Benarkah Susu Kental Manis Tidak Mengandung Susu?

Susu kental manis kembali menjadi sorotan di media sosial karena banyak orang mempertanyakan kandungan susunya. Produk yang kerap dipakai untuk kopi, roti bakar, martabak, dan dessert ini dinilai terlalu manis sehingga menimbulkan keraguan. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah susu kental manis benar-benar masih mengandung susu.

Di tengah perdebatan itu, sejumlah aturan pangan dan penjelasan ahli menunjukkan bahwa susu kental manis tetap merupakan produk susu, meski komposisinya berbeda dari susu segar. Kandungan gula memang tinggi, tetapi bukan berarti unsur susunya hilang sepenuhnya. Pemahaman yang tepat penting agar masyarakat dapat mengonsumsinya dengan lebih bijak.

Kandungan Susu Kental Manis

Tekstur kental pada susu kental manis terbentuk melalui proses evaporasi atau penguapan air. Saat air berkurang, padatan susu menjadi lebih terkonsentrasi dan menghasilkan tekstur yang lebih pekat. Hasilnya, produk ini terasa lebih creamy saat digunakan sebagai campuran makanan dan minuman.

Dalam proses pembuatannya, gula ditambahkan bukan hanya untuk memberi rasa manis. Gula juga membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme sehingga produk dapat bertahan lebih lama selama penyimpanan. Karena itu, komposisi susu kental manis memang berbeda dari susu cair biasa.

Menurut Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan, susu kental manis termasuk produk susu dengan kadar lemak susu minimal 8 persen dan kadar protein minimal 6,5 persen. Ketentuan ini juga mengacu pada Codex Alimentarius untuk sweetened condensed milk. Artinya, secara regulasi, produk ini tetap masuk dalam kategori susu olahan.

Definisi serupa juga pernah tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan. Dalam aturan tersebut, susu kental manis dijelaskan sebagai produk susu yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu. Dengan dasar ini, anggapan bahwa produk tersebut sama sekali tidak mengandung susu tidak sesuai fakta.

Gula dan Kandungan Susu

Meski mengandung gula dalam jumlah yang cukup tinggi, kandungan susu di dalam susu kental manis tidak hilang. Protein susu, lemak susu, laktosa, dan sejumlah mineral alami dari susu masih tetap ada. Yang berubah adalah proporsi komposisinya karena penambahan gula yang dominan.

Rasa manis yang kuat sering membuat banyak orang salah menilai kandungan produk ini. Karena dominasi gula, karakter rasa susu menjadi kurang terasa dibandingkan manisnya. Kondisi itu kemudian memunculkan anggapan bahwa susu kental manis tidak lagi memiliki unsur susu.

Salah satu produk susu kental manis bahkan memiliki komposisi kandungan susu hingga 35 persen. Komponen tersebut terdiri dari susu skim bubuk, susu sapi segar, lemak susu, laktosa, dan buttermilk bubuk. Data ini memperlihatkan bahwa produk tersebut tetap berbahan dasar susu.

Karena itu, pernyataan bahwa susu kental manis sama sekali tidak mengandung susu tidak sepenuhnya benar. Yang lebih tepat, produk ini merupakan olahan susu dengan tambahan gula dalam jumlah besar. Perbedaan komposisi inilah yang membuat cara konsumsinya perlu dibedakan dari susu segar.

Cara Konsumsi yang Bijak

Susu kental manis tetap dapat dinikmati selama porsinya diperhatikan. Produk ini memang lazim digunakan sebagai pelengkap berbagai makanan tradisional dan minuman. Namun, penggunaannya sebaiknya tidak berlebihan agar asupan gula tetap terkendali.

Membaca label gizi menjadi langkah penting sebelum mengonsumsi produk ini. Informasi takaran saji akan membantu mengetahui jumlah gula dalam satu penyajian. Dengan begitu, konsumen dapat menyesuaikan konsumsi harian sesuai kebutuhan.

Jika dipakai untuk campuran kopi atau dessert, susu kental manis sebaiknya digunakan secukupnya. Langkah ini membantu menjaga rasa tetap seimbang dan tidak terlalu manis. Cara tersebut juga lebih sesuai dengan prinsip konsumsi yang wajar.

Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021 melarang pernyataan atau visualisasi susu kental manis disajikan sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu maupun sebagai satu-satunya sumber gizi. Aturan ini menegaskan bahwa produk tersebut bukan pengganti susu harian. Masyarakat perlu memahami fungsi dan batas konsumsinya agar tidak keliru menempatkan produk ini dalam pola makan sehari-hari.

Fakta yang Perlu Dipahami

Susu kental manis bukan sekadar gula berperisa susu seperti yang sering diperdebatkan di media sosial. Produk ini tetap merupakan olahan susu yang memiliki kandungan susu di dalamnya. Namun, profil gizinya memang berbeda jauh dari susu segar.

Perbedaan komposisi antara gula dan unsur susu membuat fungsi keduanya tidak sama. Susu kental manis lebih tepat diposisikan sebagai bahan tambahan, bukan minuman utama. Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak menaruh ekspektasi gizi yang keliru.

Dengan mengenali kandungan dan aturannya, konsumen dapat bersikap lebih cermat saat memilih produk. Informasi yang benar juga membantu meredam salah paham yang kerap muncul di ruang digital. Edukasi semacam ini penting untuk menjaga kebiasaan konsumsi yang lebih sehat.

Pada akhirnya, susu kental manis tetap mengandung susu, tetapi dengan komposisi yang telah diubah melalui proses pengolahan. Karena itu, produk ini sebaiknya dinikmati sebagai pelengkap rasa, bukan pengganti susu harian. Sikap bijak dalam membaca label dan mengatur porsi menjadi kunci utama konsumsi yang aman.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!