BEI Lanjutkan Dialog dengan MSCI dan FTSE Russell

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 31 Mei 2026 15:45 WIB 2
BEI Lanjutkan Dialog dengan MSCI dan FTSE Russell

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melanjutkan pertemuan dengan penyedia indeks global, termasuk MSCI dan FTSE Russell, sebagai bagian dari tindak lanjut reformasi pasar modal Indonesia. Pertemuan tersebut digelar untuk membahas masukan teknis, termasuk respons atas penyesuaian atau rebalancing indeks yang akan berlaku pada 29 Mei 2026.

Penjabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan dialog dengan lembaga indeks global berlangsung rutin, baik di level kebijakan maupun teknis. BEI juga menegaskan telah menyampaikan data dan informasi yang diminta, sambil menunggu tanggapan lanjutan dari MSCI, FTSE Russell, dan investor global.

Dialog BEI dengan MSCI

Jeffrey menjelaskan bahwa pertemuan dengan MSCI dan penyedia indeks lain terus dilakukan secara berkala. Ia menyebut pertemuan terakhir dengan MSCI berlangsung pada akhir April, lalu dilanjutkan kembali pada Mei.

Dalam proses tersebut, MSCI sempat meminta data tambahan kepada BEI. Permintaan itu sudah dijawab, sehingga diskusi berikutnya akan berlanjut di tingkat teknis.

BEI menilai komunikasi yang intens diperlukan agar reformasi pasar modal berjalan selaras dengan kebutuhan pasar global. Menurut Jeffrey, diskusi tidak berhenti pada satu pertemuan, melainkan berlangsung terus-menerus.

Masukan dari Investor Global

Selain dengan MSCI dan FTSE Russell, BEI juga rutin bertemu dengan kelompok investor global. Jeffrey tidak mengungkap identitas kelompok tersebut, tetapi menegaskan bahwa komunikasi berlangsung aktif.

BEI ingin memastikan seluruh informasi yang relevan telah disampaikan secara utuh. Setelah itu, perusahaan bursa menunggu masukan dari para pemangku kepentingan internasional.

Masukan tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat posisi pasar modal Indonesia. BEI berharap dialog yang berkelanjutan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik terhadap kebijakan indeks global.

Dampak Rebalancing Indeks

MSCI dan FTSE Russell sebelumnya mengumumkan pengeluaran sejumlah saham Indonesia dari indeks acuan mereka. Kebijakan itu akan mulai berlaku efektif pada 29 Mei 2026.

MSCI disebut mengeluarkan 18 saham asal Indonesia, termasuk dua saham yang masuk kategori high shareholding concentration atau HSC. Kedua saham tersebut adalah PT Barito Renewables Energy Tbk dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.

Langkah serupa juga dilakukan FTSE Russell terhadap PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dari indeks Large Cap FTSE Global Equity Index Series. Selain itu, FTSE Russell menghapus PT Daaz Bara Lestari Tbk, PT Hillcon Tbk, dan PT Mulia Industrindo Tbk dari kategori mikro cap karena alasan yang berbeda.

Langkah Lanjutan BEI

BEI menegaskan akan terus membuka ruang diskusi dengan penyedia indeks global. Upaya ini dilakukan agar reformasi pasar modal Indonesia dapat dipahami secara menyeluruh oleh investor internasional.

Jeffrey menilai komunikasi yang baik menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pasar. Ia juga menekankan bahwa BEI tidak hanya memberi penjelasan, tetapi juga siap menerima masukan yang konstruktif.

Dengan adanya pertemuan lanjutan, BEI berharap hubungan dengan MSCI dan FTSE Russell tetap terjaga. Di sisi lain, pasar juga mencermati dampak rebalancing indeks terhadap pergerakan saham-saham Indonesia ke depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!