BEI Dorong Perusahaan Ekraf Milik Artis dan Influencer IPO

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 31 Mei 2026 23:15 WIB 2
BEI Dorong Perusahaan Ekraf Milik Artis dan Influencer IPO

Bursa Efek Indonesia mendorong perusahaan milik artis dan influencer di sektor ekonomi kreatif untuk melantai di bursa melalui initial public offering atau IPO. Langkah ini dibahas bersama Kementerian Ekonomi Kreatif untuk membuka ruang kerja sama dan pertukaran informasi mengenai prospek bisnis di industri kreatif.

Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan kerja sama tersebut penting agar bursa dapat memahami struktur usaha di sektor ekraf. Ia menyampaikan hal itu di Gedung BEI, Jakarta Selatan, pada Senin, 25 Mei 2026, saat menegaskan bahwa pelaku industri kreatif perlu mulai menyiapkan diri menuju perusahaan tercatat.

BEI buka ruang kerja sama

BEI melihat sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu sumber emiten baru yang potensial. Karena itu, bursa membuka komunikasi yang lebih intensif dengan Kementerian Ekraf untuk memetakan karakter bisnis, peluang pertumbuhan, dan kesiapan perusahaan menuju IPO.

Jeffrey Hendrik menyebut diskusi dengan Menteri Ekraf telah dilakukan untuk mencari pola kerja sama yang lebih konkret. Menurut dia, pertukaran informasi akan membantu BEI memahami prospek industri kreatif dari sisi model usaha hingga struktur pendapatan.

Dengan pemahaman yang lebih baik, BEI berharap dapat memberikan pendampingan yang lebih tepat kepada calon emiten. Pendekatan ini dinilai penting agar perusahaan ekraf memiliki gambaran yang lebih jelas sebelum masuk ke pasar modal.

BEI juga menegaskan bahwa pintu bursa terbuka bagi berbagai kalangan yang ingin belajar tentang pasar modal. Artis, pelajar, maupun komunitas industri kreatif dipersilakan datang untuk memahami aturan dan mekanisme menjadi perusahaan tercatat.

Ekraf dinilai punya prospek

Menurut BEI, industri kreatif memiliki daya tarik tersendiri karena didukung basis audiens yang besar dan model bisnis yang terus berkembang. Kondisi itu membuat sektor ekraf dipandang layak menjadi sumber pertumbuhan baru bagi pasar modal Indonesia.

Jeffrey menilai perusahaan di sektor ini perlu mulai mempersiapkan aspek tata kelola, transparansi, dan administrasi keuangan sejak awal. Persiapan tersebut diperlukan agar proses menuju IPO berjalan lebih rapi dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menekankan bahwa pemahaman regulasi menjadi kunci sebelum perusahaan memutuskan melantai di bursa. Dengan bekal itu, pelaku usaha dapat menilai kesiapan internal sekaligus menyesuaikan struktur bisnis dengan standar perusahaan publik.

BEI berharap ekosistem ekraf dapat melihat IPO bukan hanya sebagai kebutuhan pendanaan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat kredibilitas usaha. Dengan demikian, perusahaan kreatif dapat membuka akses yang lebih luas terhadap investor dan pasar yang lebih besar.

Konsultasi IPO bagi pelaku kreatif

BEI mendorong pelaku industri kreatif untuk mulai memahami tahapan pencatatan saham sejak dini. Langkah ini penting agar perusahaan dapat menyiapkan dokumen, struktur organisasi, dan kepatuhan yang dibutuhkan dalam proses IPO.

Jeffrey menyebut perusahaan ekraf berpeluang besar untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan ekspansi. Ia menilai antusiasme dari sektor kreatif perlu diimbangi dengan kesiapan manajemen agar perusahaan tidak hanya menarik secara bisnis, tetapi juga kuat secara tata kelola.

Dalam kerangka itu, BEI membuka kesempatan konsultasi bagi pihak-pihak yang tertarik masuk ke ekosistem pasar modal. Bursa ingin memastikan calon emiten memahami hak dan kewajiban setelah menjadi perusahaan terbuka.

Pendekatan edukasi ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya emiten baru dari sektor ekonomi kreatif. Jika persiapan dilakukan lebih awal, peluang keberhasilan IPO dinilai akan semakin besar.

Antrean ipo sektor ekraf

Sebelumnya, BEI telah mengonfirmasi adanya rencana IPO dari sektor ekonomi kreatif, khususnya di bidang entertainment. Calon perusahaan tercatat tersebut disebut memiliki aset jumbo dan menjadi salah satu yang menarik perhatian di antrean IPO.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan perusahaan itu juga mengelola kebun binatang. Menurut dia, nilai penghimpunan dana dari calon emiten tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan perusahaan lain yang sedang antre melantai di bursa.

Nyoman menjelaskan, entitas itu bukan production house, melainkan bisnis hiburan yang bisa dinikmati secara langsung oleh masyarakat. Ia menilai model usaha seperti itu memiliki daya tarik karena menghadirkan pengalaman rekreasi yang nyata dan edukatif.

Ia menambahkan, keberadaan kebun binatang membuat bisnis tersebut lebih mudah dipahami publik, termasuk anak-anak. Dari sisi investor, karakter usaha yang jelas dan dekat dengan kebutuhan hiburan masyarakat dipandang bisa menjadi nilai tambah.

Pasar modal incar emiten baru

Minat BEI terhadap perusahaan ekraf menunjukkan strategi bursa dalam memperluas basis emiten dari sektor nontradisional. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkaya pilihan investasi di pasar modal Indonesia.

Perusahaan dari industri kreatif dinilai memiliki keunggulan karena menggabungkan unsur hiburan, teknologi, dan potensi pertumbuhan konsumsi domestik. Jika dikelola dengan baik, sektor ini berpeluang menjadi salah satu motor baru penghimpunan dana di bursa.

Namun, BEI menekankan bahwa minat pasar saja tidak cukup tanpa kesiapan operasional dan kepatuhan yang memadai. Setiap calon emiten tetap harus memenuhi ketentuan pencatatan agar kualitas perusahaan publik tetap terjaga.

Dengan dorongan ini, BEI berharap semakin banyak pelaku ekonomi kreatif yang berani naik kelas melalui IPO. Bagi bursa, hadirnya emiten baru dari sektor ini dapat memperdalam pasar sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam investasi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!