BEI Dorong Perusahaan Ekraf dan Artis Masuk IPO

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 31 Mei 2026 09:55 WIB 3
BEI Dorong Perusahaan Ekraf dan Artis Masuk IPO

Bursa Efek Indonesia mendorong perusahaan milik artis dan influencer di sektor ekonomi kreatif untuk melantai melalui initial public offering atau IPO. Langkah ini dibahas bersama Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai upaya membuka akses lebih luas bagi pelaku industri kreatif ke pasar modal. BEI menilai sektor ekraf memiliki prospek yang menarik dan struktur bisnis yang perlu dipahami lebih dalam. Kerja sama tersebut diharapkan mempercepat kesiapan calon emiten dari ekosistem kreatif.

Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, bursa ingin bertukar informasi dengan Kementerian Ekraf agar pemahaman terhadap industri kreatif semakin kuat. Menurut dia, komunikasi itu penting untuk melihat potensi usaha, termasuk peluang perusahaan ekraf menjadi perusahaan tercatat. Jeffrey menyampaikan hal tersebut di Gedung BEI, Jakarta Selatan, pada Senin, 25 Mei 2026. Ia juga membuka ruang bagi siapa pun yang ingin belajar mengenai mekanisme pasar modal.

IPO Ekraf Jadi Sorotan

BEI menilai sektor ekonomi kreatif memiliki daya tarik tersendiri untuk pasar modal. Perusahaan di sektor ini dinilai memiliki model bisnis yang beragam dan dekat dengan konsumen. Karena itu, bursa ingin mengenali lebih jauh karakter usaha yang berkembang di dalamnya. Pemahaman tersebut dianggap penting sebelum perusahaan masuk ke tahapan IPO.

Jeffrey menjelaskan bahwa kerja sama dengan Kementerian Ekraf diharapkan membantu bursa memahami struktur bisnis industri kreatif. Dengan begitu, BEI dapat menilai kesiapan calon emiten secara lebih tepat. Ia menekankan bahwa perusahaan ekraf juga perlu menyiapkan mekanisme internal sebelum melantai. Persiapan itu mencakup tata kelola, keterbukaan informasi, dan kepatuhan regulasi.

Menurut Jeffrey, peluang untuk belajar di bursa terbuka bagi banyak pihak, termasuk artis dan pelajar. Ia menyebut siapa pun yang tertarik pada ekosistem pasar modal dipersilakan datang dan memahami prosesnya. BEI ingin memperluas literasi agar calon perusahaan tercatat tidak asing dengan kewajiban publik. Langkah ini dinilai dapat memperkuat kualitas emiten sejak awal.

Kerja Sama Dengan Ekraf

Diskusi antara BEI dan Kementerian Ekraf disebut sebagai langkah awal untuk membangun jembatan informasi. Melalui pertukaran data dan wawasan, bursa berharap bisa membaca lebih baik prospek perusahaan kreatif. Pemerintah juga dinilai punya peran penting dalam memperkenalkan struktur industri kepada calon investor. Sinergi ini menjadi dasar bagi terbentuknya pipeline IPO yang lebih sehat.

JEffrey menyebut sektor ekonomi kreatif memiliki banyak subsektor dengan karakter yang berbeda. Perbedaan itu membuat pendekatan penilaian perusahaan tidak bisa disamaratakan. Karena itu, BEI ingin memahami bagaimana pendapatan, aset, dan strategi bisnis dibangun. Informasi tersebut akan membantu proses evaluasi calon perusahaan tercatat.

Selain itu, kerja sama ini diharapkan meningkatkan kesiapan pelaku ekraf untuk memenuhi standar pasar modal. Perusahaan yang ingin IPO perlu memahami aturan, transparansi, dan perlindungan investor. BEI menilai edukasi sejak dini akan mengurangi hambatan saat proses pencatatan saham. Dengan demikian, peluang emiten baru dari sektor kreatif bisa semakin besar.

Calon Emiten Ekraf Menanti

Sebelumnya, BEI mengonfirmasi adanya rencana IPO dari sektor ekraf, khususnya di bidang entertainment. Calon perusahaan tercatat itu disebut memiliki aset yang besar dan tengah disiapkan untuk masuk ke pasar modal. Di antara perhatian yang muncul, perusahaan tersebut diketahui juga mengelola kebun binatang. Kondisi itu membuat minat pasar terhadap calon emiten tersebut cukup tinggi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, nilai penghimpunan dana perusahaan itu menjadi yang terbesar dibanding calon emiten lain dalam antrean IPO. Ia menegaskan bahwa perusahaan yang dimaksud bukan production house. Menurut dia, model bisnisnya lebih dekat dengan hiburan yang bisa dinikmati secara nyata. Karena itu, perusahaan tersebut dinilai memiliki daya tarik yang berbeda.

Nyoman menambahkan, keberadaan kebun binatang memberi nilai edukasi dan hiburan sekaligus. Ia menilai aset seperti itu mudah dipahami publik dan relevan untuk berbagai kalangan. Dari sisi pasar, karakter bisnis yang konkret dianggap dapat menjadi nilai tambah bagi investor. Namun, perusahaan tetap harus memenuhi seluruh persyaratan sebelum resmi melantai.

Pasar Modal Ingin Terbuka

BEI menegaskan bahwa bursa terbuka bagi seluruh kelompok masyarakat yang ingin mengenal pasar modal. Artis, pelajar, maupun pelaku usaha kreatif dipersilakan untuk datang dan belajar. Bursa ingin membangun ekosistem yang inklusif agar semakin banyak pihak memahami manfaat pencatatan saham. Pendekatan ini diharapkan memperluas basis calon emiten di masa depan.

Di sisi lain, dorongan terhadap perusahaan ekraf untuk IPO menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap sektor kreatif. Industri ini dinilai tidak hanya berkontribusi pada hiburan, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi. Jika berhasil masuk bursa, perusahaan ekraf dapat memperoleh akses pendanaan yang lebih luas. Dana tersebut bisa digunakan untuk ekspansi dan pengembangan bisnis.

Langkah BEI ini sekaligus menandai upaya memperkuat hubungan antara pasar modal dan industri kreatif. Dengan dukungan pemerintah, proses edukasi dan kesiapan emiten baru diharapkan berjalan lebih terarah. Pelaku usaha pun diingatkan untuk memahami regulasi sebelum mengambil keputusan go public. Jika persiapan matang, IPO dari sektor kreatif berpeluang menjadi sumber pertumbuhan baru bagi bursa.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!