100 UMKM Lolos Program Pertamina Pertapreneur 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 31 Mei 2026 11:23 WIB 2
100 UMKM Lolos Program Pertamina Pertapreneur 2025

PT Pertamina (Persero) mengumumkan 100 usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025. Para peserta terpilih dari 730 peserta UMK Academy 2025, lalu akan mengikuti pembinaan lanjutan agar mampu menjadi agregator mandiri, global, dan berkelanjutan.

Program ini menyasar UMKM yang aktif berkolaborasi dengan pelaku usaha lain, serta memiliki kesiapan memperluas jejaring bisnis. Pertamina menempatkan penguatan UMKM sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi nasional yang lebih tangguh dan berdaya saing.

UMKM Lolos Pertapreneur

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut perusahaan terus memperkuat peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Menurut dia, UMKM bukan hanya penggerak ekonomi lokal, tetapi juga pilar penting untuk membangun daya saing bangsa secara global.

Baron menjelaskan bahwa melalui Pertapreneur Aggregator, Pertamina tidak sekadar mencetak pengusaha sukses. Program ini juga diarahkan untuk melahirkan pemimpin perubahan yang mampu membangun ekonomi lokal, sosial, dan hijau.

Fokus tersebut sejalan dengan kebutuhan UMKM untuk naik kelas secara terukur dan berkesinambungan. Pertamina menilai pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar pelaku usaha kecil dapat memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas usaha.

Dengan model agregator, peserta didorong membangun ekosistem bisnis yang saling menguatkan. Cara ini diharapkan membuat UMKM tidak berjalan sendiri, melainkan tumbuh bersama mitra usaha lain dalam rantai nilai yang lebih luas.

Pembinaan dan Seleksi

Program PAG 2025 akan berlangsung selama empat minggu intensif dengan sejumlah tahapan seleksi. Peserta terlebih dahulu mengikuti Desk Evaluation, kemudian wawancara, hingga Bootcamp dan Mentoring Intensif.

Selama proses itu, UMKM akan mendapatkan pendampingan dari mentor berpengalaman dalam pengelolaan usaha. Materi yang diberikan meliputi strategi branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching.

Pendekatan ini dirancang agar peserta memahami kebutuhan pasar modern secara menyeluruh. Pertamina ingin memastikan UMKM tidak hanya kuat dalam produksi, tetapi juga siap dalam aspek pemasaran dan tata kelola usaha.

Melalui pembinaan yang sistematis, peserta diharapkan mampu menyusun strategi pertumbuhan yang lebih profesional. Hal ini juga menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan usaha yang semakin dinamis.

Fokus Ekspor Dan Digital

Dari sisi sektor, peserta PAG tahun ini didominasi bidang Food & Beverage sebesar 45 persen. Sektor Fashion & Wastra menyusul dengan 31 persen, Craft & Jewellery sebesar 22 persen, sedangkan Agribisnis dan Jasa masing-masing 1 persen.

Secara wilayah, peserta tersebar di delapan regional dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara sebesar 23 persen. Jawa Barat menyusul dengan 20 persen, kemudian Jawa Tengah 15 persen.

Sebaran ini menunjukkan bahwa potensi UMKM binaan Pertamina hadir di berbagai daerah dengan karakter usaha yang beragam. Kondisi tersebut memberi peluang bagi program pembinaan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih merata.

Materi digital marketing dan ekspor menjadi perhatian utama karena banyak pelaku UMKM kini mulai menatap pasar yang lebih luas. Dengan pemahaman tersebut, peserta diharapkan dapat memanfaatkan kanal digital dan peluang perdagangan lintas negara secara lebih optimal.

Dampak Ekonomi Berkelanjutan

Dari 100 peserta awal, Pertamina akan memilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahapan Final Pitching dan Awarding. Kesepuluh UMKM itu kemudian akan mendapat pendampingan eksklusif selama enam bulan untuk menjadi agregator mandiri dan siap go global.

Pendampingan lanjutan mencakup mentoring CEO, simulasi pitching Dragon's Den, serta peluang menembus pasar internasional. Akses tersebut juga diperkuat melalui Global Market Matching dan platform seperti Alibaba, Amazon, serta Shopee International.

Peserta terpilih turut memperoleh berbagai sertifikasi pendukung untuk meningkatkan kredibilitas usaha. Langkah ini diharapkan memperbesar peluang mereka masuk ke rantai pasok yang lebih kompetitif, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Pertamina menegaskan komitmennya untuk mencetak UMKM yang berdaya saing global sekaligus memberi dampak sosial berkelanjutan. Perusahaan meyakini penguatan ekosistem UMKM penting untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong transformasi ekonomi produktif di berbagai daerah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!