Begah Setelah Makan Daging Saat Idul Adha, Ini Penjelasannya

Lifestyle Nadia Safira Putri 02 Juni 2026 18:22 WIB 2
Begah Setelah Makan Daging Saat Idul Adha, Ini Penjelasannya

Perut terasa begah, kembung, atau asam lambung naik setelah menyantap sate dan olahan daging saat Idul Adha kerap dialami sebagian orang. Keluhan itu biasanya muncul ketika konsumsi daging meningkat dalam waktu singkat, terutama setelah makan dalam porsi besar. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariyanto, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa kondisi tersebut lebih berkaitan dengan jumlah konsumsi dan lamanya proses pencernaan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan menikmati daging selama hari raya.

Menurut dr Aru, tubuh memang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna protein dari daging dibandingkan sejumlah makanan lain. Karena itu, rasa penuh di perut, begah, hingga kembung bisa muncul setelah makan berlebihan. Pada sebagian orang, keluhan tersebut juga dapat memicu konstipasi. Kondisi ini membuat perut terasa tidak nyaman dan menurunkan kenyamanan beraktivitas.

Daging dan Pencernaan Lambat

dr Aru menjelaskan bahwa rasa begah setelah makan daging tidak selalu menandakan gangguan lambung yang berat. Dalam banyak kasus, keluhan itu muncul karena daging memerlukan proses pengolahan yang lebih panjang di saluran cerna. Ia menyebut, sejumlah penelitian menunjukkan daging dapat bertahan cukup lama di lambung sebelum benar-benar tercerna. Proses inilah yang kemudian membuat perut terasa penuh lebih lama.

Ia menambahkan, protein pada daging termasuk jenis makanan yang lebih berat untuk dicerna tubuh. Ketika porsi yang masuk terlalu banyak, lambung harus bekerja ekstra untuk memecahnya. Akibatnya, rasa tidak nyaman bisa muncul, terutama pada orang yang sensitif terhadap makanan berlemak. Situasi ini sering disalahartikan sebagai kambuhnya penyakit asam lambung.

Dalam penjelasannya, dr Aru menyebut waktu pencernaan daging bisa mencapai sekitar lima jam. Durasi tersebut dapat berbeda pada tiap orang, tergantung jenis daging, cara pengolahan, dan porsi yang dikonsumsi. Jika daging diolah dengan banyak lemak, proses cerna bisa terasa lebih berat. Karena itu, keluhan setelah makan daging tidak bisa dilepaskan dari kualitas dan kuantitas makanan.

Kondisi begah umumnya terjadi saat lambung masih bekerja mencerna makanan dalam jumlah besar. Pada saat yang sama, pergerakan usus juga dapat melambat sehingga memicu konstipasi. Hal ini membuat sebagian orang merasa perutnya penuh lebih lama dari biasanya. Gejala tersebut biasanya bersifat sementara jika pola makan kembali seimbang.

Keluhan Yang Sering Muncul

Rasa kembung menjadi salah satu keluhan yang paling sering dirasakan setelah makan daging dalam porsi besar. Selain itu, perut terasa penuh dan tidak nyaman juga kerap muncul beberapa jam kemudian. Pada sebagian orang, sensasi ini disertai sendawa atau rasa ingin bersendawa terus-menerus. Keluhan tersebut biasanya membaik ketika tubuh diberi waktu untuk mencerna makanan.

dr Aru menyampaikan bahwa konstipasi juga dapat terjadi pada orang yang terlalu banyak mengonsumsi daging. Kondisi ini muncul karena serat yang masuk ke tubuh sering kali kurang seimbang dibandingkan asupan protein. Saat pencernaan bekerja lebih lambat, sisa makanan juga bergerak lebih pelan di usus. Akibatnya, buang air besar menjadi lebih jarang dan terasa tidak lancar.

Pada orang dengan riwayat GERD, gejala bisa terasa lebih mengganggu setelah makan besar. Meski demikian, tidak semua keluhan setelah makan daging berarti GERD kambuh. Banyak kasus justru dipicu oleh porsi makan yang besar dan kebiasaan langsung berbaring setelah makan. Karena itu, perlu membedakan antara gejala sesaat dan gangguan yang memang berulang.

Keluhan setelah makan daging biasanya tidak berbahaya jika hanya muncul sesekali. Namun, kondisi tersebut bisa mengganggu kenyamanan, terutama saat aktivitas hari raya masih padat. Jika rasa tidak nyaman berlanjut atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis tetap perlu dipertimbangkan. Langkah ini penting agar penyebabnya dapat diketahui secara lebih pasti.

Waspadai GERD Setelah Makan

Masyarakat kerap mengaitkan makan daging dengan naiknya asam lambung. Menurut dr Aru, hubungan itu tidak selalu langsung, karena faktor pemicunya bisa sangat beragam. Makan dalam porsi besar, makanan berlemak, dan kebiasaan makan terlalu cepat dapat memperburuk keluhan. Pada kondisi tertentu, tekanan di lambung meningkat dan mendorong asam naik ke kerongkongan.

GERD biasanya ditandai dengan rasa panas di dada, rasa asam di mulut, atau keluhan tidak nyaman di ulu hati. Gejala tersebut bisa semakin terasa jika seseorang langsung tiduran setelah makan. Daging bukan satu-satunya pemicu, karena makanan pedas, asam, dan berlemak juga dapat memunculkan keluhan serupa. Karena itu, pola makan menjadi faktor yang sangat menentukan.

dr Aru menekankan bahwa konsumsi daging dalam jumlah wajar umumnya tidak menjadi masalah. Yang perlu dihindari adalah kebiasaan makan berlebihan dalam satu waktu. Saat porsi terlalu banyak, lambung bekerja lebih berat dan tekanan di saluran cerna meningkat. Keadaan inilah yang sering memunculkan keluhan serupa GERD.

Untuk membedakan keluhan biasa dengan gangguan yang lebih serius, masyarakat perlu memperhatikan pola gejalanya. Jika keluhan hanya terjadi sesaat setelah makan besar, kemungkinan besar itu berkaitan dengan proses pencernaan. Namun, jika gejala muncul berulang, semakin berat, atau mengganggu tidur, evaluasi medis dibutuhkan. Pemeriksaan dapat membantu menentukan apakah ada GERD atau masalah pencernaan lain.

Cara Aman Menikmati Daging

Agar tetap nyaman saat menikmati daging di hari raya, porsi makan sebaiknya dikendalikan. Mengonsumsi daging secara bertahap lebih baik dibanding menyantap dalam jumlah besar sekaligus. Kombinasikan dengan sayur dan makanan berserat agar pencernaan bekerja lebih seimbang. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi rasa begah setelah makan.

Memilih cara pengolahan yang lebih sehat juga dapat memberi pengaruh besar. Daging yang terlalu berlemak atau dimasak dengan santan berlebihan cenderung lebih berat dicerna. Sebaliknya, olahan yang dipanggang secukupnya atau direbus dapat terasa lebih ringan bagi lambung. Kebiasaan ini membantu tubuh memproses makanan dengan lebih nyaman.

Setelah makan, hindari langsung berbaring agar asam lambung tidak mudah naik. Beri jeda sebelum tidur atau melakukan aktivitas yang membuat posisi tubuh membungkuk. Minum air putih secukupnya juga membantu menjaga proses pencernaan tetap optimal. Jika perlu, lakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai setelah makan.

Selain menjaga porsi, masyarakat juga perlu lebih peka terhadap sinyal tubuh. Bila sering mengalami begah, kembung, atau konstipasi setelah makan daging, pola makan perlu dievaluasi. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang kesulitan mengolah makanan dalam jumlah besar. Dengan pengaturan yang tepat, daging tetap dapat dinikmati tanpa mengganggu kesehatan pencernaan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!