Bawang dan Lemon Tak Terbukti Turunkan Kolesterol

Lifestyle Clara Monica 28 Mei 2026 09:32 WIB 4
Bawang dan Lemon Tak Terbukti Turunkan Kolesterol

Anggapan bahwa bawang dan air lemon dapat menurunkan kolesterol setelah makan daging kurban masih banyak dipercaya masyarakat. Namun, menurut spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, klaim itu belum terbukti secara klinis.

Ia menegaskan, hingga saat ini bawang dan lemon belum memiliki dasar ilmiah yang kuat untuk menurunkan kadar kolesterol secara langsung. Karena itu, langkah yang lebih penting adalah mengatur pola makan harian agar asupan lemak, karbohidrat, dan purin tetap terkendali.

Fakta Kolesterol dan Bawang

Dr Aru menyebut, anggapan bahwa bawang dapat membantu menurunkan kolesterol masih tergolong mitos. Sampai saat ini belum ada bukti klinis yang menunjukkan bawang mampu mencegah kenaikan kolesterol.

Menurut dia, konsumsi bawang memang tidak masalah sebagai bagian dari makanan sehari-hari. Namun, manfaatnya untuk menurunkan kolesterol belum dapat dijadikan dasar medis.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menjadikan bawang sebagai solusi utama setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak. Pengendalian kolesterol tetap bergantung pada pola makan secara keseluruhan.

Fakta Kolesterol dan Lemon

Hal serupa juga berlaku pada air lemon yang kerap dianggap sebagai penetral kolesterol. Dr Aru mengatakan belum ada penelitian yang secara konkret membuktikan lemon dapat menurunkan kadar kolesterol.

Ia menambahkan, beberapa jurnal memang menunjukkan kolesterol bisa turun pada kondisi tertentu setelah konsumsi air lemon. Meski demikian, hasil tersebut belum cukup kuat untuk disimpulkan sebagai efek yang signifikan.

Dengan demikian, lemon tidak bisa diposisikan sebagai terapi utama untuk mengatasi kolesterol tinggi. Perannya lebih tepat dipahami sebagai bagian dari minuman pelengkap, bukan penurun kolesterol.

Cara Mengendalikan Kolesterol

Dr Aru menekankan bahwa yang paling penting adalah menjaga makanan dan minuman yang masuk ke tubuh sepanjang hari. Kontrol ini diperlukan agar asupan kolesterol, gula, dan zat lain tidak berlebihan.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi makanan tinggi lemak, karbohidrat, dan purin. Langkah itu penting untuk mencegah gangguan metabolik, termasuk asam urat dan kolesterol.

Pengaturan porsi makan menjadi kunci agar tubuh tidak menerima asupan berlebih dari hidangan berlemak. Kebiasaan ini jauh lebih efektif dibanding mengandalkan bahan alami tertentu setelah makan besar.

Langkah Sehat Setelah Makan

Setelah menikmati daging kurban, masyarakat disarankan tetap memperhatikan komposisi makanan pada waktu makan berikutnya. Pilihan makanan yang lebih seimbang akan membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil.

Aktivitas fisik ringan juga dapat menjadi pelengkap untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, kebiasaan ini tetap harus dibarengi pola makan yang disiplin.

Dengan memahami informasi yang benar, masyarakat diharapkan tidak mudah percaya pada mitos kesehatan. Edukasi mengenai kolesterol penting agar pencegahan dilakukan dengan cara yang lebih tepat dan aman.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!