Bawang Bombai Berpotensi Bantu Kendalikan Gula Darah

Lifestyle Anindya Kirana Putri 22 Mei 2026 17:22 WIB 6
Bawang Bombai Berpotensi Bantu Kendalikan Gula Darah

Diabetes tipe 2 adalah kondisi yang ditandai oleh fluktuasi kadar gula darah dan dapat memicu kerusakan serius pada tubuh. Di tengah upaya mencari cara alami untuk membantu pengendalian gula darah, sebuah penelitian menyoroti potensi bawang bombai sebagai pendukung terapi.

Studi yang dipresentasikan di San Diego itu menemukan ekstrak umbi bawang bombai dapat menurunkan kadar gula darah tinggi secara signifikan pada tikus diabetes. Temuan tersebut terlihat ketika ekstrak bawang bombai diberikan bersamaan dengan obat antidiabetes metformin.

Bawang Bombai dan Gula Darah

Penelitian ini menguji ekstrak dari umbi bawang bombai atau Allium cepa pada hewan percobaan dengan diabetes. Hasilnya menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah puasa yang cukup mencolok pada kelompok tertentu.

Peneliti utama, Anthony Ojieh, menyebut bawang bombai murah, mudah didapat, dan selama ini juga dimanfaatkan sebagai suplemen nutrisi. Ia menilai bahan pangan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai pendukung terapi bagi pasien diabetes.

Meski demikian, temuan ini masih berada pada tahap awal dan belum bisa langsung diterapkan pada manusia. Para peneliti menekankan perlunya kajian lanjutan untuk memahami mekanisme kerja bawang bombai terhadap kadar glukosa darah.

Hasil Penelitian Pada Tikus

Tim peneliti memberikan metformin bersama ekstrak bawang bombai dalam beberapa dosis, yakni 200 mg, 400 mg, dan 600 mg per kilogram berat badan tikus setiap hari. Pengujian dilakukan pada kelompok tikus diabetes dan non-diabetes untuk melihat perbedaan respons tubuh.

Kelompok tikus diabetes yang menerima dosis 400 mg dan 600 mg menunjukkan penurunan kadar gula darah puasa masing-masing sebesar 50 persen dan 35 persen. Penurunan itu dibandingkan dengan kadar awal sebelum penelitian dimulai.

Di sisi lain, ekstrak bawang bombai justru memicu kenaikan berat badan rata-rata pada tikus non-diabetes. Ojieh menjelaskan bahwa bawang bombai tidak tinggi kalori, namun diduga dapat meningkatkan laju metabolisme dan nafsu makan.

Cara Mengelola Gula Darah

Kementerian Kesehatan RI menyarankan pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak agar asupan harian tetap terkendali. Rekomendasi tersebut penting untuk membantu mencegah lonjakan gula darah dan menjaga kesehatan metabolik.

Aktivitas fisik juga perlu dilakukan secara rutin, yakni 3 hingga 5 kali dalam seminggu dengan durasi 30 menit sampai 45 menit. Jika memungkinkan, total olahraga dianjurkan mencapai setidaknya 150 menit per minggu.

Spesialis penyakit dalam, dr Erpryta Nurdia Tetrasiwi, menegaskan pentingnya re-evaluasi berkala agar perubahan gaya hidup tidak berhenti di tengah jalan. Menurut dia, pemeriksaan laboratorium seperti gula darah puasa dan HbA1c diperlukan untuk mengetahui status prediabetes atau diabetes.

Pentingnya Skrining Rutin

Skrining kesehatan menjadi langkah penting untuk mendeteksi dampak konsumsi gula berlebih sejak dini. Dengan mengetahui hasil pemeriksaan, seseorang dapat segera menyesuaikan pola makan dan kebiasaan harian.

HbA1c dinilai penting karena memberi gambaran rata-rata kadar gula darah selama dua hingga tiga bulan terakhir. Pemeriksaan ini membantu dokter menilai apakah kondisi seseorang masih aman, masuk tahap prediabetes, atau sudah diabetes.

Dalam acara detikcom Leaders Forum pada Jumat, 31 Oktober 2025, dr Erpryta menekankan bahwa pemeriksaan kadar gula darah tidak boleh dilakukan sekali saja. Menurutnya, pemantauan berkala diperlukan agar pengendalian diabetes lebih efektif dan terukur.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!