Batuk Tak Kunjung Sembuh, Piercing Tertelan di Paru-paru

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 02:14 WIB 2
Batuk Tak Kunjung Sembuh, Piercing Tertelan di Paru-paru

Batuk yang tidak kunjung sembuh kerap dianggap sebagai keluhan biasa, namun pada kasus seorang wanita asal Spanyol, gejala itu justru mengungkap benda asing di dalam tubuhnya. Monica Deyanira Cabrera Barajas mengalami batuk terus-menerus selama sekitar satu bulan sebelum memutuskan memeriksakan diri ke dokter.

Hasil pemeriksaan mengejutkan pihak medis, karena rontgen menunjukkan adanya anting hidung atau septum piercing yang berada di dalam tubuhnya. Temuan tersebut membuat dokter harus mengambil tindakan cepat karena posisi benda asing itu sangat dekat dengan pembuluh darah utama.

Piercing dan batuk berkepanjangan

Kasus ini bermula dari keluhan batuk yang tidak kunjung membaik, meski awalnya tidak dianggap berbahaya. Deyanira akhirnya mencari bantuan medis karena khawatir kondisinya berkaitan dengan gangguan kesehatan lain.

Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menemukan benda asing yang tidak semestinya berada di saluran pernapasan. Temuan itu langsung mengubah dugaan awal dan membuat situasi medis menjadi lebih serius.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keluhan yang tampak ringan dapat menyimpan risiko besar. Dalam sejumlah kasus, gejala seperti batuk berkepanjangan bisa menjadi tanda adanya masalah pada paru-paru atau saluran napas.

Karena itu, pemeriksaan medis menjadi langkah penting saat gejala tidak kunjung reda. Respons cepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih berat.

Rontgen ungkap benda asing

Menurut keterangan yang beredar, Deyanira tidak menyadari bahwa piercing miliknya telah hilang. Ia menduga bagian kecil anting itu terlepas ketika ia tidur telentang.

Bagian tersebut diduga masuk ke tenggorokan lalu terhirup hingga mencapai paru-paru. Meski terdengar tidak biasa, kondisi seperti ini dapat terjadi ketika benda kecil masuk ke jalur pernapasan tanpa disadari.

Hasil rontgen memperlihatkan posisi anting berada di area yang sangat sensitif. Temuan itu membuat tim medis menilai tindakan lanjutan harus segera dilakukan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa benda kecil sekalipun dapat menimbulkan ancaman serius. Dalam dunia medis, benda asing di dalam paru-paru selalu memerlukan penanganan hati-hati.

Operasi darurat penyelamatan

Deyanira kemudian harus menjalani operasi darurat untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Prosedur awal sempat diperkirakan berlangsung singkat karena ukuran piercing yang relatif kecil.

Namun, upaya pertama tidak berjalan sesuai rencana karena anting sudah menempel pada jaringan tubuh. Kondisi itu membuat tim dokter harus mempertimbangkan tindakan kedua yang lebih kompleks.

Operasi lanjutan akhirnya berhasil mengangkat piercing dari dalam tubuh Deyanira. Dokter menyebut keberhasilan itu sangat penting karena posisi benda asing berada terlalu dekat dengan aorta.

Jika struktur penting tersebut terluka, risikonya bisa sangat fatal. Komplikasi seperti perdarahan hebat atau paru-paru kolaps dapat mengancam nyawa pasien.

Trauma dan pelajaran kesehatan

Setelah melalui operasi, Deyanira mengaku kapok menggunakan piercing meski sebelumnya sangat menyukainya. Pengalaman itu membuatnya merasa trauma karena hampir kehilangan nyawa.

Ia juga disebut terkejut karena tidak menyadari benda itu masuk ke dalam tubuhnya. Reaksi tersebut wajar mengingat kasus yang dialaminya termasuk langka dan berisiko tinggi.

Peristiwa ini memberi pelajaran bahwa perhiasan tubuh perlu digunakan dengan kehati-hatian. Pemeriksaan rutin juga penting ketika muncul gejala yang tidak biasa, terutama pada sistem pernapasan.

Bagi masyarakat, kasus Deyanira menjadi pengingat untuk tidak mengabaikan batuk yang berlangsung lama. Tindakan medis sejak awal dapat membantu mencegah masalah yang jauh lebih serius.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!