Batuk Tak Kunjung Sembuh, Piercing Masuk ke Paru-paru

Lifestyle Clara Monica 25 Mei 2026 14:39 WIB 3
Batuk Tak Kunjung Sembuh, Piercing Masuk ke Paru-paru

Batuk yang tak kunjung sembuh kerap dianggap keluhan ringan, padahal pada kasus tertentu bisa menjadi tanda kondisi serius. Hal itu dialami seorang wanita asal Spanyol yang akhirnya mengetahui bahwa ada anting hidung atau septum piercing berada di dalam tubuhnya.

Monica Deyanira Cabrera Barajas mengalami batuk terus-menerus selama sekitar satu bulan sebelum memutuskan memeriksakan diri ke dokter. Hasil rontgen kemudian mengungkap temuan mengejutkan yang membuat tim medis harus bertindak cepat.

Piercing Masuk Paru-paru

Deyanira mengaku tidak sadar bahwa piercing miliknya hilang. Ia menduga bagian kecil anting itu terlepas saat dirinya tidur telentang, lalu tanpa disadari masuk ke tenggorokan.

Menurut pengakuannya, benda tersebut kemungkinan terhirup hingga mencapai paru-paru. Kondisi itu baru diketahui setelah ia menjalani pemeriksaan medis karena batuk yang tak mereda.

Temuan tersebut membuat dokter langsung melakukan penelusuran lebih lanjut. Pemeriksaan menunjukkan bahwa benda asing itu benar-benar berada di dalam tubuhnya dan perlu segera dikeluarkan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa benda kecil sekalipun dapat menimbulkan masalah besar. Gejala yang tampak ringan, seperti batuk berkepanjangan, bisa menyimpan risiko yang jauh lebih serius.

Risiko Kesehatan Serius

Dokter menyebut posisi piercing itu sangat dekat dengan aorta, pembuluh darah utama dalam tubuh. Jaraknya hanya sekitar 0,5 milimeter, sehingga risiko komplikasi tergolong tinggi.

Dalam kondisi seperti itu, sedikit pergeseran saja dapat membahayakan organ vital. Jika benda asing melukai jaringan di sekitarnya, dampaknya bisa sangat fatal.

Risiko yang dihadapi tidak hanya berupa iritasi atau infeksi. Benda asing di paru-paru juga dapat memicu perdarahan hebat dan gangguan pernapasan.

Karena itu, tim medis menilai penanganan harus dilakukan tanpa penundaan. Setiap langkah operasi harus diperhitungkan dengan cermat agar tidak memperburuk kondisi pasien.

Operasi Darurat Dilakukan

Deyanira kemudian harus menjalani operasi darurat untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Awalnya, prosedur itu diperkirakan berlangsung singkat dan tidak terlalu rumit.

Namun, tindakan pertama gagal karena anting sudah menempel pada jaringan tubuh. Situasi itu membuat tim medis perlu menyusun langkah lanjutan yang lebih kompleks.

Operasi kedua akhirnya dilakukan dengan pendekatan berbeda. Prosedur itu berjalan lebih lancar dan berhasil mengangkat piercing dari dalam tubuhnya.

Keberhasilan tersebut membuat kondisi Deyanira jauh lebih aman. Dokter menilai keberuntungan besar berpihak kepadanya karena benda itu tidak sempat merusak organ penting.

Trauma Setelah Kejadian

Setelah melewati pengalaman itu, Deyanira mengaku kapok menggunakan piercing. Ia menyebut dirinya trauma karena kejadian tersebut hampir mengancam nyawanya.

Sebelumnya, ia mengaku sangat menyukai aksesori tersebut. Namun, pengalaman medis yang dialaminya membuat pandangannya berubah total.

Kisahnya ramai diperbincangkan karena menunjukkan bahwa benda kecil dapat menimbulkan ancaman besar. Kondisi ini juga mengingatkan pentingnya segera memeriksakan diri saat gejala tidak biasa muncul.

Bagi masyarakat, kasus ini menjadi pelajaran bahwa keluhan yang tampak sepele tidak selalu aman diabaikan. Pemeriksaan medis sejak dini dapat membantu mencegah risiko yang lebih berat dan menyelamatkan nyawa.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!