Ayu Azhari mengungkap peran pentingnya dalam film Suamiku Lukaku produksi SinemArt, bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pihak yang membantu proses di balik layar. Aktris berusia 57 tahun itu terlibat dalam pencarian lokasi syuting, yang akhirnya membawa tim produksi memilih Bangka sebagai latar utama film.
Film yang dibintangi Acha Septriasa dan Baim Wong itu dijadwalkan tayang serentak pada 27, dengan pesan utama tentang kekerasan dalam rumah tangga dan hubungan yang tidak sehat. Di tengah proses tersebut, Ayu juga berharap keindahan Bangka turut dikenal lebih luas lewat film ini.
Film Suamiku Lukaku Bangka
Ayu Azhari mengatakan dirinya ikut membantu mengoordinasikan pencarian lokasi syuting untuk film Suamiku Lukaku. Ia menyebut sempat meninjau beberapa daerah, termasuk Palembang dan sejumlah lokasi lain sebelum Bangka dipilih.
Menurut Ayu, respons dari pihak Bangka datang dengan cepat setelah tim produksi mengajukan survei lokasi. Ia menyampaikan bahwa izin dari pemerintah daerah juga diterima, sehingga proses persiapan berjalan lancar.
Lokasi di Bangka kemudian ditetapkan sebagai latar utama film yang diproduksi SinemArt tersebut. Bagi Ayu, keputusan itu membuat proses produksi terasa lebih istimewa karena memiliki kedekatan emosional dengan daerah asal keluarganya.
Ia menuturkan bahwa ayahnya lahir di Pangkal Pinang, sementara neneknya berasal dari Bangka. Keterikatan keluarga itu membuat keterlibatannya dalam film terasa bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari perjalanan personal.
Bangka dan Koneksi Emosional
Ayu Azhari mengungkap ada hubungan sejarah yang panjang antara keluarganya dan Bangka. Ia menyebut keluarga besarnya telah lama memiliki ikatan dengan wilayah tersebut, bahkan sejak sebelum kemerdekaan.
Menurut dia, kehadiran film ini menjadi semacam berkah dari leluhur yang pernah berjuang di Bangka. Karena itu, ia merasa proses produksi memiliki makna yang lebih dalam dibanding proyek film biasa.
Ia juga mengapresiasi pihak-pihak di Bangka yang membuka ruang bagi tim produksi untuk melakukan survei lokasi. Dukungan tersebut, kata dia, membantu film ini terealisasi dengan baik.
Ayu berharap keindahan Bangka dapat terlihat jelas melalui visual film yang ditayangkan nanti. Ia menilai momen tersebut bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat setempat.
Pesan Kuat tentang KDRT
Dalam film Suamiku Lukaku, Ayu Azhari memerankan tokoh Ibu Amina yang memiliki kedekatan dengan isu kekerasan dalam rumah tangga. Ia menilai cerita film ini penting karena menyoroti persoalan yang kerap disembunyikan di balik tampilan keluarga harmonis.
Film tersebut mengisahkan rumah tangga Irfan dan Amina yang tampak baik di depan publik, tetapi menyimpan luka di baliknya. Amina harus menghadapi kekerasan fisik dan verbal dari suaminya, yang menjadi inti dari konflik cerita.
Ayu menegaskan bahwa perempuan berhak merasa bahagia dalam rumah tangga. Ia juga mengingatkan bahwa kekerasan tidak boleh dinormalisasi dalam hubungan suami istri.
Ia berharap film ini dapat mendorong perempuan untuk berani bicara ketika mengalami kekerasan. Menurutnya, pesan seperti ini penting agar masyarakat lebih sadar terhadap bahaya KDRT.
Ajakan untuk Generasi Muda
Ayu Azhari juga mengajak putranya, Lenon Tramp, untuk menonton film ini sebagai bentuk edukasi. Baginya, film tersebut bukan hanya relevan bagi orang dewasa, tetapi juga penting bagi generasi muda.
Ia menilai cerita dalam film ini bisa membantu anak muda memahami tanda-tanda hubungan toxic. Dengan begitu, mereka dapat lebih peka terhadap perilaku red flag di lingkungan sekitar.
Ayu menjelaskan bahwa isu toxic relationship tidak hanya terjadi dalam hubungan suami istri. Pola serupa juga bisa muncul dalam pertemanan, keluarga, maupun lingkungan sekolah.
Karena itu, ia menekankan pentingnya self care dan kesehatan mental bagi generasi muda. Menurutnya, kesadaran tersebut akan membantu anak muda membangun masa depan yang lebih cerah dan sukses.
