Ayana Prioritaskan Karier Kantor dan S2 di Oxford

Lifestyle Clara Monica 22 Mei 2026 18:31 WIB 4
Ayana Prioritaskan Karier Kantor dan S2 di Oxford

Ayana menegaskan bahwa dunia hiburan bukan fokus utama kariernya, karena ia lebih memilih menempatkan pekerjaan kantor dan akademisi sebagai prioritas hidup. Di tengah kesibukan itu, ia bersiap melanjutkan studi S2 di Universitas Oxford, Inggris, pada September mendatang.

Perempuan berusia 30 tahun itu mengungkapkan, langkahnya ke Oxford bukan keputusan mendadak, melainkan bagian dari perjalanan akademik yang sejalan dengan latar belakang pendidikannya. Ia juga menegaskan dirinya telah mandiri secara finansial, sehingga dapat membiayai studi tanpa bergantung pada orang lain.

Fokus Ayana di luar hiburan

Ayana menyebut dunia entertainment hanya sebagai selingan di sela-sela kesibukannya. Ia menilai pekerjaan utama tetap berada di kantor, bukan di panggung hiburan.

Dalam pernyataannya, Ayana menekankan bahwa dirinya tidak perlu memusatkan perhatian pada dunia hiburan. Menurut dia, kehidupan profesional yang dijalani saat ini sudah cukup memberikan ruang untuk berkembang.

Ia juga menegaskan bahwa aktivitas di industri hiburan tidak menjadi tolok ukur utama kesuksesannya. Sikap itu menunjukkan bahwa Ayana memilih jalur karier yang lebih stabil dan terencana.

Persiapan kuliah di Oxford

Ayana dijadwalkan berangkat ke Inggris pada September untuk menempuh pendidikan S2. Kampus yang dituju adalah Universitas Oxford, salah satu perguruan tinggi paling prestisius di dunia.

Ia memilih mendalami bidang public policy karena sesuai dengan minat dan latar belakang pendidikannya. Pilihan itu juga sejalan dengan pengalaman akademiknya di jenjang sarjana yang berkaitan dengan politik.

Rencana studi tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan hidup Ayana. Di tengah kesibukan kerja, ia tetap menargetkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang.

Kemandirian finansial Ayana

Saat disinggung mengenai biaya kuliah yang tinggi, Ayana merespons dengan tenang. Ia menegaskan tidak terlalu memikirkan soal itu karena telah memiliki penghasilan sendiri.

Ayana juga menyampaikan bahwa dirinya sudah berada di usia dewasa dan bukan lagi pelajar sekolah menengah. Menurutnya, pada tahap hidup seperti sekarang, keputusan finansial menjadi tanggung jawab pribadi.

Ia bahkan menolak anggapan bahwa keberangkatannya ke Oxford sepenuhnya bergantung pada beasiswa. Dengan nada tegas, Ayana memastikan bahwa ia memiliki kesiapan dana untuk membiayai pendidikannya.

Ritme hidup dan target studi

Ayana mengaku harus membagi waktu antara Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan untuk urusan pekerjaan dan kuliah. Meski begitu, ia menyebut ritme hidup tersebut justru memberinya pengalaman yang menyenangkan.

Baginya, bekerja dan bertemu banyak orang adalah bagian dari kebahagiaan yang ia nikmati. Ia merasa aktivitas yang padat tidak menjadi beban selama masih dapat dijalani dengan sehat dan teratur.

Fokus utamanya kini adalah menyelesaikan pendidikan S2 di Oxford dengan hasil yang memuaskan. Karena itu, ia berupaya menjaga kesehatan agar dapat menuntaskan studinya secara maksimal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!