Ayana Pilih Karier Kantoran Ketimbang Dunia Hiburan

Lifestyle Anindya Kirana Putri 21 Mei 2026 16:30 WIB 5
Ayana Pilih Karier Kantoran Ketimbang Dunia Hiburan

Ayana menegaskan bahwa dunia hiburan bukan fokus utama dalam kariernya. Pernyataan itu disampaikan saat ia ditemui di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 19 Mei 2026. Di tengah kesibukan sebagai pekerja kantoran dan akademisi, ia memandang dunia entertainment hanya sebagai selingan. Sikap itu memperlihatkan bahwa Ayana lebih memilih jalur profesional yang stabil daripada sorotan panggung.

Di saat banyak figur publik berlomba memperluas karier di industri hiburan, Ayana justru menempatkan pekerjaan kantoran sebagai prioritas. Ia juga tengah bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Inggris. Pada September mendatang, perempuan berusia 30 tahun itu dijadwalkan terbang ke Universitas Oxford untuk menempuh studi S2. Bidang yang dipilihnya adalah kebijakan publik atau public policy.

Fokus di Luar Hiburan

Ayana mengaku tidak terlalu terlibat dalam dunia entertainment. Baginya, pekerjaan utama tetap berada di kantor dan aktivitas akademik. Ia menilai tidak ada alasan untuk menjadikan hiburan sebagai satu-satunya fokus. Pandangan itu membuatnya tetap tenang meski berada di lingkungan publik.

Dalam keterangannya, Ayana menegaskan bahwa ia lebih nyaman menjalani rutinitas kerja yang jelas. Ia menyebut dirinya tetap bisa pulang pergi bekerja tanpa harus terpaku pada industri hiburan. Menurutnya, pilihan itu lebih sesuai dengan arah hidup yang sedang dijalani. Karena itu, ia tidak merasa perlu mengejar popularitas secara berlebihan.

Ayana juga melihat dunia hiburan sebagai ruang tambahan, bukan tujuan utama. Ia tetap menghargai peluang yang datang, namun tidak membiarkan peluang tersebut menggeser prioritasnya. Sikap tersebut menunjukkan konsistensi dalam menjaga identitas profesional. Di tengah sorotan publik, ia memilih tetap fokus pada tujuan yang telah disusun.

Pernyataan Ayana menjadi penegasan bahwa kesuksesan tidak selalu harus diukur dari ketenaran. Ia menempatkan karier dan pendidikan sebagai dua hal yang saling melengkapi. Dengan cara itu, ia ingin menjalani hidup yang lebih seimbang. Pilihan tersebut sekaligus menunjukkan arah masa depan yang ia bangun dengan sadar.

Langkah Menuju Oxford

Ayana akan memulai babak baru dengan melanjutkan studi ke Inggris. Ia dijadwalkan menempuh pendidikan S2 di Universitas Oxford pada September mendatang. Keputusan itu menandai langkah penting dalam perjalanan akademiknya. Pilihan kampus tersebut juga menunjukkan ambisi untuk memperdalam ilmu secara serius.

Program yang diambil Ayana adalah public policy atau kebijakan publik. Bidang itu sejalan dengan latar belakang pendidikan sarjananya yang berkaitan dengan politik. Kesesuaian tersebut membuat rencana studinya terlihat terarah. Ia tidak memilih jurusan secara acak, melainkan berdasarkan fondasi akademik yang sudah dibangun sebelumnya.

Ketika ditanya soal tantangan belajar di kampus bergengsi itu, Ayana merespons dengan tenang. Ia tampak tidak ingin membesar-besarkan beban yang akan dihadapi. Baginya, kesiapan mental dan disiplin lebih penting daripada kekhawatiran berlebihan. Sikap itu memperlihatkan keyakinan diri yang kuat sebelum berangkat ke luar negeri.

Ayana menyadari bahwa Oxford menuntut komitmen tinggi dari para mahasiswanya. Namun ia memilih untuk melihat kesempatan itu sebagai ruang berkembang, bukan tekanan. Dengan bekal pengalaman kerja dan latar akademik yang relevan, ia merasa siap menghadapi tantangan. Fokus utamanya kini adalah menuntaskan studi dengan hasil yang baik.

Mandiri Soal Biaya

Soal dukungan keluarga, Ayana menjawab dengan tegas bahwa dirinya sudah mandiri. Ia menilai usianya yang telah 30 tahun membuatnya tidak lagi berada pada fase bergantung penuh pada orang tua. Karena itu, ia merasa wajar jika pembiayaan studi menjadi tanggung jawabnya sendiri. Jawaban itu disampaikan tanpa ragu dan tanpa upaya menyembunyikan kondisi finansialnya.

Ayana juga menanggapi pertanyaan mengenai beasiswa atau biaya kuliah dengan lugas. Ia memastikan bahwa dirinya memiliki kesiapan finansial yang cukup untuk menempuh pendidikan di Oxford. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberangkatannya bukan bergantung pada satu sumber bantuan saja. Ia memilih untuk menempatkan kemandirian sebagai landasan utama.

Menurut Ayana, memiliki penghasilan sendiri memberinya ruang untuk mengambil keputusan penting. Salah satunya adalah melanjutkan pendidikan di kampus prestisius yang biaya hidup dan studinya tergolong tinggi. Ia tidak menunjukkan sikap khawatir berlebihan saat membahas soal pembiayaan. Sebaliknya, ia tampak percaya bahwa perencanaan yang matang sudah ia miliki.

Sikap mandiri Ayana menjadi bagian penting dari perjalanan karier dan pendidikannya. Ia ingin membuktikan bahwa perempuan bisa menata masa depan dengan usaha sendiri. Kesiapan finansial membuatnya lebih leluasa menentukan langkah berikutnya. Dari sana terlihat bahwa ia membangun hidup dengan prinsip tanggung jawab pribadi.

Menata Ritme Hidup

Di tengah rencana kuliah di luar negeri, Ayana tetap harus membagi waktu antara Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan. Pembagian waktu itu terkait dengan urusan pekerjaan dan aktivitas akademik yang terus berjalan. Meski terlihat padat, ia mengaku menikmati ritme hidup tersebut. Baginya, kesibukan justru memberi warna dalam keseharian.

Ayana mengatakan bahwa bisa bekerja dan bertemu banyak teman adalah kebahagiaan tersendiri. Ia tidak memandang mobilitas tinggi sebagai beban yang melelahkan. Sebaliknya, pertemuan dengan banyak orang membuatnya merasa tetap hidup dan berkembang. Pandangan itu menunjukkan bahwa ia menikmati proses, bukan hanya hasil akhir.

Menjelang keberangkatan ke Oxford, Ayana tidak menyiapkan sesuatu yang terlalu rumit. Ia hanya ingin memastikan kesehatan fisiknya tetap terjaga. Menurutnya, kondisi tubuh yang baik sangat penting agar studi dapat dijalani maksimal. Karena itu, ia lebih memilih fokus pada kesiapan dasar yang benar-benar dibutuhkan.

Fokus utama Ayana saat ini jelas, yaitu menyelesaikan pendidikan S2 dengan nilai yang memuaskan. Ia ingin menjalani seluruh proses dengan konsisten dan tenang. Kombinasi antara kerja, studi, dan kehidupan lintas negara menjadi tantangan yang ia hadapi dengan optimisme. Dari sikapnya, terlihat bahwa Ayana menempatkan masa depan sebagai prioritas yang dirancang dengan matang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!