Ayana Pilih Fokus Pendidikan S2 di Oxford

Lifestyle Anindya Kirana Putri 22 Mei 2026 23:56 WIB 5
Ayana Pilih Fokus Pendidikan S2 di Oxford

Ayana menegaskan dirinya tidak menjadikan dunia entertainment sebagai fokus utama karier. Perempuan berusia 30 tahun itu menyebut hiburan hanya selingan di tengah kesibukannya sebagai pekerja kantoran dan akademisi. Di saat yang sama, ia bersiap melanjutkan studi S2 di Universitas Oxford, Inggris, pada September mendatang.

Ia memilih bidang public policy, sejalan dengan latar belakang pendidikan sarjananya yang berkaitan dengan politik. Ayana juga menegaskan tidak merasa khawatir soal biaya kuliah di kampus prestisius tersebut. Menurutnya, ia sudah memiliki kesiapan finansial untuk menempuh pendidikan itu.

Ayana dan Fokus Karier

Ayana mengaku tidak terlalu larut dalam dunia hiburan meski kerap tampil di berbagai kesempatan. Baginya, pekerjaan utama tetap berada di kantor dan bukan di industri entertainment.

Ia menilai aktivitas di dunia hiburan hanya menjadi pelengkap di sela rutinitas harian. Karena itu, ia tidak merasa harus menempatkan sektor tersebut sebagai prioritas utama.

Pandangan itu membuat Ayana terlihat memiliki arah karier yang jelas dan terukur. Ia memilih menjaga keseimbangan antara pekerjaan profesional, pendidikan, dan aktivitas publik.

Persiapan Menimba Ilmu

Ayana dijadwalkan berangkat ke Inggris pada September untuk memulai studi di Oxford. Keputusan itu menjadi langkah besar dalam perjalanan akademiknya.

Ia memilih public policy karena bidang tersebut dinilai sesuai dengan minat dan pengalaman pendidikannya. Latar belakang itu membuat pilihannya terasa konsisten dengan arah yang ingin ia tempuh.

Di tengah padatnya agenda, Ayana tetap menyiapkan diri untuk menjalani peran barunya sebagai mahasiswa. Ia ingin memastikan proses belajar berlangsung lancar sejak awal.

Ayana Soal Biaya Kuliah

Ketika disinggung mengenai besarnya biaya kuliah di Oxford, Ayana menanggapinya dengan santai. Ia menegaskan bahwa usianya sudah 30 tahun dan tidak lagi bergantung penuh pada orang tua.

Menurut Ayana, statusnya sebagai perempuan dewasa membuat dirinya bertanggung jawab atas pilihan hidupnya sendiri. Karena itu, ia tidak menjadikan persoalan biaya sebagai beban utama.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya bukan lagi pelajar sekolah menengah yang sepenuhnya bergantung pada keluarga. Pernyataan itu memperlihatkan keyakinannya dalam mengambil keputusan besar.

Ritme Hidup yang Dinikmati

Ayana kini harus membagi waktu antara Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan untuk urusan kerja dan kuliah. Meski padat, ia mengaku menikmati ritme hidup seperti itu.

Baginya, kesempatan bekerja dan bertemu banyak orang justru memberi kebahagiaan tersendiri. Ia merasa aktivitas tersebut membuat hidupnya lebih dinamis.

Fokus Ayana saat ini adalah menyelesaikan studi S2 dengan hasil yang memuaskan. Ia hanya ingin menjaga kesehatan agar dapat menjalani semua tanggung jawab dengan maksimal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!