Ayana menegaskan dunia hiburan bukan fokus utama dalam kariernya, meski namanya dikenal di dunia entertainment. Perempuan berusia 30 tahun itu kini menyiapkan langkah besar untuk melanjutkan studi magister di Universitas Oxford, Inggris, pada September mendatang.
Di tengah kesibukan sebagai pekerja kantoran dan akademisi, Ayana memilih menjaga ritme hidup yang seimbang. Ia menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas, sementara dunia hiburan hanya menjadi selingan di sela pekerjaan utamanya.
Ayana dan Oxford
Ayana mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah menjadikan dunia entertainment sebagai tujuan utama. Ia lebih memusatkan perhatian pada pekerjaan kantoran dan aktivitas akademik. Menurutnya, karier hiburan hanya berjalan sebagai pelengkap.
Ia juga menegaskan tidak merasa perlu memaksa diri untuk sepenuhnya fokus di dunia hiburan. Baginya, bekerja di kantor memberi arah yang lebih jelas dalam kehidupan profesional. Sikap itu membuatnya tetap tenang meski berada di tengah sorotan publik.
Rencana studi di Oxford menjadi babak baru yang sedang dipersiapkan dengan serius. Ayana akan berangkat ke Inggris pada September untuk menempuh pendidikan S2. Langkah itu menjadi bagian penting dari pengembangan dirinya.
Pilihan pada Oxford bukan tanpa alasan, sebab ia ingin memperdalam ilmu yang sesuai dengan latar belakangnya. Ayana memilih bidang public policy karena masih sejalan dengan pendidikan S1 yang berkaitan dengan politik. Keputusan itu menunjukkan kesinambungan antara studi lama dan target akademiknya.
Fokus Karier Ayana
Ayana menyebut dirinya bukan sosok yang hanya bergantung pada dunia hiburan. Ia merasa lebih nyaman menjalani profesi utama sebagai pekerja kantoran. Pandangan itu membuatnya tidak terlalu mengejar eksposur di entertainment.
Ia menilai pekerjaan kantor memberi stabilitas yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, dunia hiburan dijalani dengan santai tanpa tekanan berlebihan. Dengan cara itu, ia bisa tetap produktif di dua jalur sekaligus.
Dalam pernyataannya, Ayana juga menegaskan bahwa ia sudah bekerja secara mandiri. Karena itu, ia tidak menempatkan dunia entertainment sebagai sumber utama penghidupan. Kemandirian tersebut menjadi dasar dari setiap keputusan yang diambilnya.
Meski namanya kerap muncul di ruang publik, Ayana tampak memilih jalur yang lebih terstruktur. Ia ingin membangun karier yang tidak hanya bergantung pada popularitas. Pendekatan itu membuat langkahnya terlihat lebih matang dan terukur.
Persiapan Kuliah Ayana
Menjelang keberangkatan ke Oxford, Ayana mengaku tidak terlalu terbebani oleh biaya kuliah. Ia menegaskan sudah memiliki kesiapan finansial untuk menempuh pendidikan tersebut. Jawaban itu ia sampaikan dengan tenang dan tegas.
Ketika disinggung soal dukungan keluarga, Ayana menjelaskan bahwa dirinya sudah dewasa. Ia menolak anggapan bahwa dirinya masih perlu bergantung pada orang tua. Menurutnya, pada usia 30 tahun, kemandirian adalah hal yang wajar.
Ia juga memberi sinyal bahwa biaya studi bukan persoalan yang membuatnya khawatir. Ayana menyebut dirinya sudah memiliki uang sendiri untuk membiayai kebutuhan akademik. Sikap itu memperlihatkan kesiapan pribadi yang kuat.
Di sisi lain, ia tetap menjaga fokus agar seluruh persiapan berjalan lancar. Berangkat ke universitas prestisius seperti Oxford tentu membutuhkan perencanaan yang matang. Namun Ayana memilih menyikapinya dengan tenang dan realistis.
Target Studi Ayana
Fokus utama Ayana saat ini adalah menyelesaikan S2 dengan hasil yang memuaskan. Ia ingin menjaga performa akademiknya selama menempuh studi di luar negeri. Target itu menjadi prioritas yang tidak ingin diganggu hal lain.
Selain urusan akademik, ia juga harus membagi waktu antara Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan. Mobilitas itu berkaitan dengan pekerjaan yang masih dijalankan di luar kampus. Meski padat, Ayana menyebut ritme hidupnya justru terasa menyenangkan.
Baginya, bisa bekerja sambil bertemu banyak orang adalah bentuk kebahagiaan. Aktivitas tersebut memberi pengalaman baru dan memperluas jejaring pertemanan. Hal itu menjadi energi positif di tengah jadwal yang padat.
Ayana juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalani masa studi. Ia tidak menyiapkan hal yang rumit, melainkan memastikan kondisi tubuh tetap prima. Dengan bekal itu, ia berharap bisa menuntaskan pendidikan di Oxford secara maksimal.
