Atta Halilintar mengajak dua putrinya, Ameena dan Azura, memilih hewan kurban sendiri sebagai bagian dari pendidikan keluarga. Momen itu dilakukan saat berburu kambing dan sapi di kawasan Mampang, Selasa (26/5/2026), dengan tujuan menanamkan nilai berbagi sejak usia dini.
Selain memilih hewan kurban, Atta juga menyiapkan penyaluran ke sejumlah tempat ibadah, pesantren, hingga lingkungan warga yang membutuhkan. Ia menegaskan, sebagian hewan kurban juga akan disembelih di dekat rumah, termasuk di TPQ tempat kedua anaknya belajar mengaji.
Edukasi Kurban Sejak Dini
Atta menilai pengalaman langsung memilih hewan kurban dapat menjadi pelajaran penting bagi Ameena dan Azura. Ia ingin anak-anaknya memahami bahwa berkurban bukan hanya tradisi, tetapi juga bentuk kepedulian kepada sesama.
Menurut Atta, proses itu sengaja dibuat menyenangkan agar kedua anaknya terlibat aktif. Ia membawa mereka langsung saat mencari kambing dan sapi, lalu membiarkan masing-masing memilih hewan yang disukai.
Ia berharap kebiasaan tersebut membentuk karakter anak yang lebih peka terhadap nilai berbagi. Dalam pandangannya, pendidikan semacam ini akan lebih mudah dipahami jika diberikan lewat pengalaman langsung.
Pilihan Sapi dan Kambing
Atta mengungkapkan Ameena dan Azura sudah menentukan hewan kurban pilihan mereka sendiri. Keduanya disebut memilih sapi sekaligus kambing untuk dikurbankan pada tahun ini.
Ia menjelaskan bahwa anak-anaknya juga memberi nama pada hewan yang mereka pilih. Salah satu sapi dinamai Gabriel, sementara kambing diberi nama Kiki dan Kancil.
Menurut Atta, keterlibatan anak dalam memberi nama membuat mereka merasa lebih dekat dengan hewan kurban. Cara itu juga dinilai membantu anak memahami bahwa hewan yang dipilih harus diperlakukan dengan baik sebelum disembelih.
Penyaluran ke Banyak Tempat
Atta enggan mengungkap jumlah hewan kurban yang telah disiapkan tahun ini. Namun, ia memastikan hewan-hewan tersebut akan dibagikan ke berbagai lokasi yang membutuhkan.
Ia menyebut penyaluran dilakukan ke pesantren, masjid, dan lingkungan masyarakat. Langkah ini, menurutnya, merupakan bentuk pemerataan manfaat agar kurban dapat dirasakan lebih banyak orang.
Selain itu, Atta juga menyiapkan sebagian hewan kurban untuk disembelih di sekitar rumah. Rencananya, kegiatan itu akan dilakukan di TPQ tempat Ameena dan Azura belajar mengaji.
Belajar Merawat Hewan
Atta berharap Ameena dan Azura tidak hanya memilih hewan kurban, tetapi juga belajar merawatnya terlebih dahulu. Ia menilai proses merawat hewan penting agar anak-anak memahami tanggung jawab dan kasih sayang.
Baginya, merawat hewan sebelum kurban merupakan bagian dari pembelajaran akhlak. Ia ingin anak-anaknya terbiasa memberi yang terbaik, baik kepada hewan maupun kepada sesama manusia.
Atta juga menilai pengalaman itu dapat menjadi bekal emosional bagi kedua putrinya. Dengan begitu, mereka tidak hanya tahu cara berkurban, tetapi juga memahami makna empati dalam kehidupan sehari-hari.
Sifat Ameena dan Azura
Atta mengakui keduanya menyukai hewan, meski memiliki karakter yang berbeda. Ameena disebut lebih sensitif, sementara Azura cenderung lebih santai saat menghadapi hewan ternak.
Ia menceritakan Ameena kerap lebih reaktif terhadap kondisi hewan, terutama jika kandang terlihat kotor. Sebaliknya, Azura dinilai lebih tenang dan mudah menikmati suasana bersama hewan.
Meski begitu, Atta tidak menutup kemungkinan anak-anaknya kelak ingin memelihara hewan ternak di rumah. Ia menegaskan, keinginan tersebut bisa dipertimbangkan selama ada syarat dan tanggung jawab yang harus dipenuhi.
