Keberangkatan Anang Hermansyah dan Ashanty ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji berlangsung haru, pada Senin malam di Bandara Soekarno-Hatta. Putri mereka, Arsy Hermansyah, tampak menangis karena harus berpisah lebih lama dari biasanya dengan kedua orang tuanya.
Rasa sedih Arsy semakin besar karena ini menjadi waktu terlama ia tidak bersama sang ibu, yaitu sekitar dua pekan. Meski berat, keluarga menegaskan bahwa keberangkatan tersebut dilakukan demi ibadah dan telah disiapkan dengan pengaturan keluarga yang matang.
Haji Anang dan Ashanty
Ashanty mengatakan Arsy menangis hampir setiap hari menjelang keberangkatan. Menurut dia, sang putri belum pernah ditinggal selama dua minggu penuh sehingga merasa sangat kehilangan.
Ia menuturkan, kesedihan Arsy bukan karena penolakan, melainkan karena kedekatan yang selama ini terbentuk dalam keseharian. Namun, Ashanty menegaskan bahwa perjalanan ke Tanah Suci tetap harus dijalani untuk ibadah haji.
Anang Hermansyah membenarkan kondisi itu dan menyebut Arsy sudah menangis sejak dua hari sebelum keberangkatan. Ia melihat putrinya memang sangat terpukul, tetapi tetap mencoba memahami alasan orang tuanya pergi.
Menurut Anang, suasana haru itu wajar karena keluarga akan berpisah untuk waktu yang tidak singkat. Ia berharap anak-anak di rumah dapat mengerti bahwa perjalanan tersebut memiliki tujuan spiritual yang penting.
Arsy Tahan Tangis
Di hadapan awak media, Arsy berusaha menahan tangis agar tidak membuat orang tuanya semakin berat meninggalkan rumah. Ia mengatakan ingin berdoa agar semua berjalan lancar selama ibadah haji berlangsung.
Arsy mengaku sedih, tetapi tidak ingin membuat Ashanty khawatir saat berada di Tanah Suci. Sikap itu menunjukkan kedewasaan Arsy di tengah momen perpisahan yang emosional.
Ia juga menyampaikan harapan agar ibadah kedua orang tuanya berjalan baik dan diberi kelancaran. Ucapan itu menjadi penegas bahwa meski masih kecil, Arsy memahami makna perjalanan tersebut.
Momen haru tersebut menjadi perhatian karena memperlihatkan kedekatan kuat antara anak dan orang tua. Situasi itu juga menggambarkan beratnya perpisahan, meski hanya sementara, bagi keluarga yang terbiasa bersama setiap hari.
Penitipan Anak Di Jakarta
Untuk memastikan anak-anak tetap terurus selama berada di Tanah Suci, Ashanty dan Anang telah menyiapkan pengawasan keluarga. Arsy dan adiknya, Arsya, akan dititipkan kepada Aurel Hermansyah dan Azriel Hermansyah.
Ashanty menyebut langkah itu dilakukan agar anak-anak tetap merasa aman dan berada dalam lingkungan keluarga sendiri. Ia menilai kehadiran kakak-kakaknya akan membantu menjaga rutinitas harian selama dirinya dan Anang pergi.
Menurut Ashanty, anak-anak juga sudah diberi pemahaman bahwa keberangkatan ini bukan untuk waktu yang lama, melainkan untuk ibadah. Dengan begitu, ia berharap kondisi di rumah tetap tenang dan terkendali.
Ia pun mengaku bersyukur karena keluarga besar dapat saling membantu dalam situasi seperti ini. Dukungan tersebut membuat pasangan itu lebih tenang menjalani perjalanan haji tanpa terlalu khawatir meninggalkan anak-anak di Jakarta.
Dukungan Keluarga Besar
Kebersamaan keluarga besar menjadi faktor penting dalam keberangkatan Anang dan Ashanty ke Tanah Suci. Kehadiran Aurel dan Azriel dinilai memberi rasa aman bagi Arsy dan Arsya selama ditinggal.
Situasi ini menunjukkan bahwa persiapan ibadah haji tidak hanya menyangkut keberangkatan, tetapi juga pengaturan keluarga yang tinggal di rumah. Dengan pembagian peran yang jelas, kebutuhan anak-anak diharapkan tetap terpenuhi.
Anang dan Ashanty juga ingin memastikan bahwa ibadah yang mereka jalani tidak mengganggu kondisi emosional anak-anak. Karena itu, komunikasi keluarga dilakukan sejak awal agar semua memahami tujuan perjalanan tersebut.
Haru yang mewarnai keberangkatan ini memperlihatkan sisi manusiawi keluarga selebritas yang juga menghadapi perpisahan. Di balik air mata Arsy, tersimpan doa agar ibadah haji kedua orang tuanya berjalan lancar dan membawa berkah bagi keluarga.
