Arsy Menangis Saat Anang dan Ashanty Berangkat Haji

Lifestyle Clara Monica 22 Mei 2026 19:16 WIB 15
Arsy Menangis Saat Anang dan Ashanty Berangkat Haji

Keberangkatan Anang Hermansyah dan Ashanty ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji diwarnai suasana haru di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (18/5/2026) malam. Putri mereka, Arsy Hermansyah, tampak sangat berat hati saat harus berpisah dengan kedua orang tuanya selama kurang lebih dua minggu.

Arsy bahkan disebut menangis selama beberapa hari menjelang keberangkatan karena ini menjadi masa terlama baginya jauh dari sang bunda. Meski sedih, keluarga tetap menempatkan ibadah haji sebagai prioritas utama dan memastikan anak-anak yang tinggal di Jakarta berada dalam pengawasan yang aman.

Haru Jelang Keberangkatan Haji

Suasana haru menyelimuti momen pelepasan Anang Hermansyah dan Ashanty menuju Tanah Suci. Arsy Hermansyah terlihat tidak mampu menyembunyikan kesedihannya saat mendampingi kedua orang tuanya di bandara. Momen perpisahan itu menjadi perhatian karena memperlihatkan kedekatan emosional yang kuat di dalam keluarga. Kondisi tersebut juga membuat keberangkatan ibadah haji terasa sangat personal bagi mereka.

Ashanty menjelaskan bahwa Arsy menangis terus setiap hari menjelang keberangkatan. Menurutnya, sang putri belum pernah ditinggal selama dua minggu penuh, sehingga rasa kehilangan itu terasa sangat besar. Ia menyebut Arsy sedih, tetapi tetap memahami bahwa perjalanan tersebut dilakukan untuk beribadah. Penjelasan itu disampaikan saat ditemui awak media di Bandara Soekarno-Hatta.

Anang Hermansyah turut membenarkan kondisi putrinya yang terus merasa sedih. Ia mengatakan Arsy sudah menangis sejak dua hari sebelum keberangkatan mereka ke bandara. Situasi itu menunjukkan bahwa perpisahan dalam waktu lama menjadi pengalaman yang cukup berat bagi Arsy. Meski demikian, keluarga tetap berusaha menjaga suasana agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.

Di tengah rasa haru, keluarga memilih untuk tetap menguatkan satu sama lain. Anang dan Ashanty menegaskan bahwa perjalanan ini adalah bagian dari ibadah yang harus dijalani dengan ikhlas. Mereka berharap proses keberangkatan hingga pelaksanaan haji berjalan lancar. Doa dan dukungan dari keluarga menjadi penopang utama dalam momen tersebut.

Arsy Tahan Tangis Di Bandara

Arsy Hermansyah menunjukkan kedewasaan ketika berbicara di hadapan awak media. Ia berusaha menahan isak tangisnya agar tidak menambah beban pikiran sang ibu. Sikap itu membuat momen perpisahan terasa semakin menyentuh. Di balik kesedihannya, Arsy tetap mencoba bersikap tenang dan memahami tujuan keberangkatan orang tuanya.

Arsy juga sempat menyampaikan doa agar perjalanan ibadah kedua orang tuanya berjalan lancar. Ia mengaku ingin sedih, tetapi khawatir Ashanty tidak tenang saat berada di Tanah Suci. Ucapan tersebut memperlihatkan perhatian seorang anak terhadap kenyamanan orang tua. Sikap itu menjadi salah satu sorotan dalam momen pelepasan keluarga Hermansyah.

Rasa sedih Arsy bukan tanpa alasan, sebab kebersamaan sehari-hari dengan sang bunda selama ini menjadi rutinitas yang sulit digantikan. Dalam waktu kurang lebih dua minggu, ia harus beradaptasi dengan kondisi tanpa kehadiran orang tua di rumah. Perubahan itu tentu menjadi tantangan emosional bagi seorang anak. Namun, keluarga berusaha menjelaskan bahwa perpisahan ini hanya sementara.

Meski air mata sempat tak terbendung, Arsy tetap menunjukkan pengertian terhadap ibadah haji yang dijalani kedua orang tuanya. Ia menyadari bahwa perjalanan tersebut bukan sekadar pergi jauh, melainkan menjalankan kewajiban spiritual. Pemahaman itu membuat suasana haru bercampur dengan rasa bangga. Dukungan emosional dari Arsy menjadi penguat bagi Anang dan Ashanty untuk berangkat dengan tenang.

Persiapan Haji Keluarga

Menjelang keberangkatan, Ashanty dan Anang telah menyiapkan pengasuhan anak-anak yang tinggal di Jakarta. Arsy dan adiknya, Arsya, akan berada di bawah pengawasan kakak-kakak mereka, Aurel Hermansyah dan Azriel Hermansyah. Langkah itu diambil agar seluruh anak tetap mendapat perhatian selama kedua orang tua menunaikan ibadah haji. Persiapan ini menunjukkan bahwa keluarga telah mengatur semuanya dengan matang.

Ashanty menegaskan bahwa anak-anak sudah dititipkan ke Kak Aurel dan Kak Ziel. Ia menyebut kondisi tersebut membuat situasi di rumah tetap aman. Menurutnya, anak-anak juga sudah cukup memahami alasan keberangkatan orang tua mereka. Penjelasan itu disampaikan untuk menenangkan publik sekaligus memberi gambaran bahwa keluarga telah siap menghadapi masa perpisahan sementara.

Keputusan menempatkan anak-anak bersama kakak-kakak mereka juga memperlihatkan kuatnya dukungan antaranggota keluarga. Aurel dan Azriel dinilai mampu membantu menjaga suasana rumah tetap nyaman selama Anang dan Ashanty berada di Tanah Suci. Kehadiran mereka menjadi jaminan bahwa kebutuhan anak-anak tetap terpantau. Dengan begitu, orang tua dapat beribadah tanpa terlalu khawatir terhadap kondisi di rumah.

Persiapan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan haji yang tidak hanya menyangkut fisik, tetapi juga ketenangan batin. Keluarga berupaya memastikan seluruh anggota merasa aman dan saling menguatkan. Dalam situasi seperti ini, komunikasi dan kepercayaan menjadi kunci utama. Hal itu pula yang membuat keberangkatan Anang dan Ashanty dapat dijalani dengan lebih tenang.

Doa Untuk Ibadah Haji

Keberangkatan Anang Hermansyah dan Ashanty ke Tanah Suci tidak hanya membawa haru, tetapi juga doa dari keluarga. Mereka berharap seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan lancar dan diterima sebagai amal baik. Harapan itu disampaikan dengan nada penuh ketulusan di tengah momen perpisahan. Bagi keluarga, keberangkatan ini merupakan langkah spiritual yang sangat penting.

Ashanty menilai bahwa kesedihan anak adalah hal yang wajar dalam perpisahan sementara. Namun, ia ingin Arsy memahami bahwa perjalanan ini dilakukan demi ibadah. Ia juga berharap anak-anak tetap tenang selama dirinya dan Anang berada di Tanah Suci. Dengan begitu, fokus keluarga dapat tetap terjaga pada tujuan utama keberangkatan mereka.

Anang pun mengajak semua pihak untuk mendoakan kelancaran ibadah mereka. Ia percaya bahwa dukungan doa dari keluarga dan kerabat akan menambah ketenangan selama berada di Tanah Suci. Situasi haru di bandara menjadi pengingat bahwa perjalanan ibadah sering kali membawa konsekuensi emosional bagi keluarga. Meski begitu, nilai spiritual dari haji tetap menjadi hal yang utama.

Momen keberangkatan ini memperlihatkan sisi lain dari kehidupan keluarga selebritas yang tetap menghadapi perpisahan dengan perasaan manusiawi. Kesedihan Arsy, persiapan pengasuhan anak, dan keteguhan Anang serta Ashanty menjadi satu rangkaian cerita yang menyentuh. Di tengah air mata, keluarga memilih untuk menjaga keyakinan bahwa ibadah haji akan membawa keberkahan. Doa terbaik pun menyertai langkah mereka menuju Tanah Suci.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!