Arsy Menangis Saat Anang dan Ashanty Berangkat Haji

Lifestyle Nadia Safira Putri 21 Mei 2026 18:22 WIB 7
Arsy Menangis Saat Anang dan Ashanty Berangkat Haji

Keberangkatan Anang Hermansyah dan Ashanty ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji diwarnai suasana haru. Putri mereka, Arsy Hermansyah, tampak sangat sedih karena harus berpisah dengan kedua orang tuanya selama kurang lebih dua minggu.

Emosi Arsy memuncak menjelang hari keberangkatan, hingga ia menangis terus-menerus selama beberapa hari. Kondisi itu terjadi karena ini menjadi masa terlama baginya jauh dari sang ibu dan rutinitas kebersamaan keluarga.

Keberangkatan Penuh Haru

Rombongan keluarga Anang Hermansyah berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Senin malam, dengan suasana yang tidak biasa. Di tengah persiapan ibadah haji, perhatian keluarga justru tertuju pada kondisi Arsy yang tampak sulit menahan tangis.

Ashanty mengatakan putrinya sudah menangis sejak beberapa hari sebelum keberangkatan. Ia menilai hal itu wajar karena Arsy belum pernah ditinggal selama durasi sepanjang itu.

Ashanty menjelaskan bahwa Arsy menangis bukan semata karena kesedihan, melainkan karena rasa berat hati menghadapi perpisahan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa perjalanan tersebut tetap dilakukan untuk ibadah.

Anang juga membenarkan kondisi putrinya yang terus sedih menjelang keberangkatan. Menurutnya, Arsy sudah menangis sejak dua hari sebelumnya dan sulit dialihkan perhatiannya.

Tangis Arsy

Arsy mengaku berusaha tegar di hadapan awak media meski matanya berkaca-kaca. Ia menahan isak tangis agar tidak membuat ibunya ikut terbebani secara emosional.

Dalam keterangannya, Arsy menyampaikan doa agar perjalanan ibadah orang tuanya berjalan lancar. Ia juga berharap Ashanty dan Anang tetap tenang selama berada di Tanah Suci.

"Aku mau sedih, tapi nanti takut Bundanya di sana tidak tenang, jadi aku berdoa saja," ucap Arsy. Kalimat itu menunjukkan kedewasaan Arsy dalam memahami tujuan keberangkatan kedua orang tuanya.

Sikap Arsy menjadi perhatian karena ia mencoba menahan perasaan demi kebaikan ibunya. Di usia yang masih muda, ia menunjukkan pengertian bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang penting bagi keluarga.

Persiapan Keluarga

Sebelum berangkat, Ashanty dan Anang telah menyiapkan pengawasan bagi anak-anak yang ditinggalkan di Jakarta. Mereka memastikan agar semua kebutuhan keluarga tetap terjaga selama mereka menjalankan ibadah.

Arsy dan adiknya, Arsya, akan berada di bawah pengawasan Aurel Hermansyah dan Azriel Hermansyah. Keduanya diharapkan bisa membantu menjaga kenyamanan adik-adiknya selama orang tua mereka di luar negeri.

Ashanty menyebut anak-anak sudah memahami bahwa kepergian orang tua mereka dilakukan untuk ibadah. Menurutnya, pengertian itu membuat keluarga lebih tenang dalam menjalani masa perpisahan sementara.

Anak-anak dititip ke Kak Aurel dan Kak Ziel, ujar Ashanty. Ia menambahkan bahwa keluarga besar siap membantu agar aktivitas rumah tetap berjalan normal.

Doa Dan Harapan

Keberangkatan Anang dan Ashanty menjadi momen yang tidak hanya penuh haru, tetapi juga sarat doa dari keluarga. Mereka berharap ibadah haji yang dijalankan dapat berlangsung lancar dan membawa keberkahan.

Di sisi lain, suasana emosional Arsy memperlihatkan eratnya hubungan antara anak dan orang tua di keluarga tersebut. Perpisahan sementara itu menjadi ujian tersendiri bagi mereka yang biasanya selalu bersama dalam keseharian.

Keluarga juga berharap dukungan dari kerabat dan orang terdekat dapat membuat anak-anak tetap merasa aman. Dengan pendampingan dari kakak-kakaknya, Arsy dan Arsya diharapkan dapat menjalani hari-hari tanpa rasa cemas berlebihan.

Pada akhirnya, keberangkatan ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji adalah perjalanan yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Bagi keluarga Hermansyah, momen itu sekaligus menjadi ujian kesabaran, pengertian, dan doa bersama.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!