Profesi jasa titip atau jastip kini berkembang melampaui pembelian makanan dan barang, dengan munculnya layanan joki antrean yang memudahkan masyarakat menghemat waktu. Melalui aplikasi Antriin.id, pengguna dapat membayar mitra untuk mewakili antre di lokasi tertentu, mulai dari tempat populer hingga layanan rumah sakit.
Inisiatif ini digagas Elan Setiawan, yang melihat praktik jastip antre sebenarnya sudah lama ada, tetapi belum terwadahi dalam platform yang lebih terstruktur. Aplikasi tersebut mulai dikembangkan sejak awal 2025, lalu diluncurkan secara terbatas pada pertengahan tahun sebelum dibuka untuk publik secara bertahap.
Tren Jastip Antrean
Jasa titip antrean menjadi tren baru di tengah kebutuhan masyarakat yang serba cepat. Layanan ini memungkinkan seseorang membayar pihak lain untuk menunggu di barisan atas nama mereka.
Model ini berbeda dari jastip biasa yang identik dengan pembelian barang atau makanan. Pada jastip antre, fokus utamanya adalah menghemat waktu dan tenaga pengguna.
Elan menilai kebutuhan tersebut sudah muncul di lapangan, tetapi belum memiliki wadah yang mudah diakses. Karena itu, ia melihat peluang untuk membangun platform yang menghubungkan pengguna dan mitra secara lebih rapi.
Perkembangan layanan ini juga menunjukkan perubahan perilaku konsumen digital. Masyarakat kini semakin terbiasa membayar jasa yang memberi efisiensi dalam aktivitas sehari-hari.
Awal Pengembangan Aplikasi
Antriin.id mulai dirancang pada awal 2025, baik dari sisi konsep maupun pengembangan teknis. Setelah itu, platform ini menjalani soft launch pada pertengahan Juli 2025.
Pada fase awal, fokus utama perusahaan adalah mencari mitra yang siap melayani antrean. Saat itu jumlah mitra masih sekitar 100 orang dan sebagian besar terkonsentrasi di wilayah Jakarta.
Elan menjelaskan bahwa proses pembuatan aplikasi hingga pengelolaan operasional dilakukan sendiri. Kondisi itu membuat pengembangan berjalan bertahap, namun lebih terkendali sesuai kebutuhan pasar.
Baru pada Oktober 2025, platform mulai membuka permintaan antrean untuk publik secara lebih luas. Langkah tersebut diambil setelah jaringan mitra dinilai cukup untuk menopang layanan.
Cara Kerja dan Tarif
Konsep kerja Antriin.id menyerupai layanan ojek daring, karena pengguna memesan layanan melalui aplikasi. Setelah itu, sistem akan mencocokkan permintaan dengan mitra yang tersedia di sekitar lokasi antrean.
Permintaan baru dapat dibuat jika ada mitra dalam radius minimal 1 kilometer hingga maksimal 10 kilometer. Mekanisme ini disusun agar layanan tetap berjalan efisien dan tidak membebani mitra dengan jarak terlalu jauh.
Tarif jasa antre dipatok Rp30.000 hingga Rp40.000 per jam. Besaran tersebut menjadi dasar penghasilan mitra, yang bergantung pada jumlah pesanan dan durasi antrean.
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Tarif per jam | Rp30.000-Rp40.000 |
| Potensi penghasilan mitra | Rp200.000-Rp300.000 per hari |
| Radius layanan | 1-10 kilometer |
Peluang dan Ekspansi
Sistem di Antriin.id dibuat lebih terfokus dengan ketentuan satu mitra hanya memegang satu antrean dalam satu waktu. Aturan ini diterapkan untuk menjaga kualitas layanan dan menghindari penumpukan pesanan pada satu orang.
Elan menyebut persepsi bahwa satu jastiper bisa menangani banyak antrean sekaligus tidak berlaku di platform ini. Setiap permintaan disesuaikan dengan satu mitra agar proses antrean lebih jelas dan terukur.
Seiring meningkatnya permintaan, jumlah mitra kini telah bertambah menjadi lebih dari 230 orang di wilayah Jabodetabek. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa model jastip antre mulai mendapat tempat di pasar layanan berbasis aplikasi.
Selain untuk antre makanan viral, layanan ini juga dibuka untuk kebutuhan lain, termasuk jastip antre rumah sakit. Perluasan tersebut menegaskan bahwa peluang jasa antre tidak hanya terbatas pada tren konsumsi, tetapi juga kebutuhan layanan publik.
