Antriin.id Hadirkan Jasa Titip Antrean Berbasis Aplikasi

Teknologi BRH 30 Mei 2026 03:00 WIB 2
Antriin.id Hadirkan Jasa Titip Antrean Berbasis Aplikasi

Tren jasa titip kini berkembang dari sekadar belanja makanan dan barang menjadi layanan antrean, atau joki antrean, yang menawarkan kemudahan baru bagi masyarakat. Salah satu pelaku yang melihat peluang tersebut adalah Elan Setiawan, pendiri Antriin.id, yang mengembangkan platform untuk mempertemukan pengguna dengan mitra antrean.

Melalui aplikasi itu, pelanggan dapat membayar jasa untuk mewakili antre di lokasi tertentu, tanpa harus hadir langsung. Konsep tersebut mulai digarap sejak awal 2025, diluncurkan pada pertengahan tahun, dan kini menjangkau lebih dari 230 mitra di Jabodetabek.

Jastip antrean lewat aplikasi

Elan menyebut gagasan Antriin.id muncul dari kebiasaan jasa titip yang sudah lama beredar di WhatsApp dan Instagram. Dari situ, ia melihat perlunya wadah yang lebih terstruktur agar layanan jastip antre lebih mudah diakses pelanggan.

Menurut dia, konsep aplikasi ini dibuat agar pengguna tidak lagi mencari jasa secara manual di media sosial. Sistem yang dibangun meniru pola layanan ojek online, sehingga pemesanan menjadi lebih praktis dan terukur.

Pengguna cukup mengunduh aplikasi, memilih lokasi antre, lalu melihat estimasi harga yang tersedia. Setelah itu, sistem akan menghubungkan pesanan dengan mitra yang berada di sekitar lokasi tujuan.

Elan mengatakan, layanan ini tidak hanya ditujukan untuk antrean makanan viral, tetapi juga kebutuhan lain seperti antre rumah sakit. Dengan begitu, Antriin.id diposisikan sebagai solusi yang lebih luas untuk kebutuhan antre masyarakat perkotaan.

Dimulai sejak awal tahun

Pengerjaan konsep, desain, dan coding aplikasi dimulai pada awal 2025. Setelah itu, Antriin.id melakukan soft release atau peluncuran awal pada pertengahan Juli 2025.

Pada fase awal, fokus utama perusahaan adalah membangun jaringan mitra terlebih dahulu. Saat itu, jumlah mitra masih sekitar 100 orang dan operasional masih ditangani sendiri oleh Elan.

Baru pada Oktober 2025, platform mulai membuka permintaan antrean untuk publik secara lebih luas. Langkah ini dilakukan setelah sistem dan sebaran mitra dinilai cukup siap untuk melayani pengguna.

Elan menegaskan, perkembangan layanan tersebut berlangsung bertahap agar kualitas operasional tetap terjaga. Ia menyebut pendekatan itu penting, karena layanan berbasis lokasi sangat bergantung pada ketersediaan mitra di lapangan.

Tarif dan peluang mitra

Antriin.id menetapkan tarif jasa antre sekitar Rp30.000 hingga Rp40.000 per jam. Besaran itu menyesuaikan durasi antrean dan estimasi pekerjaan yang harus dijalankan mitra.

Menurut Elan, mitra dapat meraih penghasilan sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari. Potensi tersebut bergantung pada jumlah pesanan yang diterima dan lama waktu antrean yang dijalani.

Ia menjelaskan, sistem penempatan mitra dibuat agar permintaan hanya muncul jika ada mitra dalam radius 1 hingga 10 kilometer dari lokasi. Dengan pola itu, layanan dapat berjalan lebih cepat dan efisien bagi pelanggan.

Setelah jaringan mitra tersebar di beberapa titik Jakarta, permintaan antrean mulai dibuka. Saat ini, mitra Antriin.id telah bertambah menjadi lebih dari 230 orang di wilayah Jabodetabek.

Satu mitra satu antrean

Untuk menjaga efektivitas layanan, Antriin.id menerapkan sistem satu mitra untuk satu orderan dalam satu waktu. Skema ini dibuat agar satu orang tidak memegang banyak antrean sekaligus.

Elan menilai aturan tersebut penting karena masih ada anggapan bahwa jasa titip antre bisa dikerjakan untuk banyak pesanan bersamaan. Padahal, dalam praktiknya, fokus pada satu antrean diharapkan membuat layanan lebih rapi dan dapat dipantau.

Dengan pembagian tugas yang jelas, pelanggan diharapkan memperoleh kepastian waktu dan informasi yang lebih akurat. Di sisi lain, mitra juga dapat bekerja dengan ritme yang lebih terukur sesuai permintaan yang masuk.

Elan melihat model ini sebagai peluang usaha baru yang lahir dari kebutuhan sehari-hari masyarakat. Dari antrean yang biasanya dianggap merepotkan, kini muncul ruang ekonomi yang bisa memberi penghasilan tambahan bagi para mitra.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!