Anggur Disebut Berpotensi Bantu Lindungi Kulit dari Sinar UV

Lifestyle Anindya Kirana Putri 01 Juni 2026 10:48 WIB 2
Anggur Disebut Berpotensi Bantu Lindungi Kulit dari Sinar UV

Paparan sinar matahari sulit dihindari, terutama bagi orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Selain sunscreen, perlindungan dari dalam tubuh juga mulai diteliti sebagai cara untuk menjaga kesehatan kulit.

Sebuah studi kecil menemukan bahwa anggur berpotensi membantu memperkuat pertahanan alami kulit terhadap kerusakan akibat sinar UV. Temuan ini menarik perhatian karena manfaatnya disebut terjadi hingga ke tingkat genetik, dengan asupan yang setara sekitar tiga porsi anggur segar per hari.

Anggur dan perlindungan kulit

Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Western New England University melibatkan 29 responden. Sebelum intervensi, para peserta menjalani pola makan khusus selama dua minggu agar faktor makanan lain tidak memengaruhi hasil.

Setelah itu, peserta mengonsumsi bubuk anggur beku kering yang dicampur air dua kali sehari selama dua minggu. Jumlah tersebut setara dengan sekitar tiga porsi anggur segar setiap hari.

Para peneliti kemudian membandingkan sampel jaringan kulit sebelum dan sesudah intervensi. Sampel diambil dari area yang terpapar UV dosis rendah dan dari area pinggul yang tidak terpapar UV.

Hasil awal menunjukkan adanya potensi anggur dalam membantu respons perlindungan kulit. Namun, para peneliti menekankan bahwa temuan ini masih berasal dari studi kecil dan perlu diuji lebih lanjut.

Proses penelitian pada peserta

Seluruh peserta diminta menjaga pola makan tertentu sebelum penelitian dimulai. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan gangguan dari makanan lain yang dapat memengaruhi hasil analisis.

Intervensi berlangsung selama dua minggu dengan konsumsi bubuk anggur beku kering secara rutin. Peneliti menyebut pendekatan ini sebagai cara untuk melihat pengaruh anggur terhadap kondisi kulit dari dalam tubuh.

Pengambilan sampel jaringan kulit dilakukan pada dua titik tubuh yang berbeda. Satu sampel berasal dari kulit yang terkena paparan UV, sedangkan sampel lain dari area yang terlindungi.

Dari 29 responden, hanya empat orang yang menghasilkan sampel jaringan berkualitas tinggi untuk dianalisis. Seluruh sampel itu berasal dari perempuan dengan tipe kulit yang cenderung mudah terbakar matahari.

Dampak sinar UV pada kulit

Sinar ultraviolet dapat menembus lapisan kulit dan merusak DNA sel. Kerusakan tersebut menjadi perhatian utama karena dapat memicu gangguan jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam jangka pendek, paparan UV dapat menyebabkan kulit terbakar matahari atau sunburn. Jika terjadi berulang, kondisi ini berisiko mempercepat penuaan dini.

Dalam jangka panjang, paparan sinar UV dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker kulit. Karena itu, perlindungan kulit tetap menjadi langkah yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Temuan tentang anggur tidak menggantikan fungsi sunscreen atau pelindung fisik lainnya. Sebaliknya, hasil studi ini dapat dipandang sebagai pelengkap untuk memperkuat upaya perlindungan kulit.

Makna temuan bagi kesehatan

Studi ini membuka peluang baru dalam pendekatan perlindungan kulit dari dalam tubuh. Meski demikian, hasilnya belum cukup kuat untuk dijadikan dasar rekomendasi umum kepada masyarakat.

Para peneliti masih perlu melakukan studi lanjutan dengan jumlah partisipan yang lebih besar. Dengan demikian, efek anggur terhadap kesehatan kulit dapat diuji secara lebih meyakinkan.

Bagi masyarakat, penggunaan sunscreen tetap menjadi langkah utama saat beraktivitas di bawah sinar matahari. Selain itu, kebiasaan memakai pelindung fisik dan membatasi paparan langsung juga tetap diperlukan.

Anggur memang terlihat sederhana, namun studi ini menunjukkan adanya potensi manfaat yang menarik. Jika terbukti lebih luas, buah ini bisa menjadi bagian dari strategi menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!